Mau Laptop Murah?

27.08.2007

http://www.sda-indo.com/sda/article/psecom,id,187,nodeid,1,_language,Indonesia.html

Widia Yurnalis



Punya laptop harga Rp 2 jutaan? Bisakah terealisasi? Itulah sebuah gebrakan
notebook murah yang dilakukan Asus. Dengan target pasar yang diarahkan untuk
menjangkau anak-anak dan orang tua, notebook ini bisa dijadikan sebagai PC
kedua. Asus pun mengambil sikap berani untuk menghadirkan notebook dengan
harga yang terbilang oke punya.

Rencananya, laptop yang harganya berkisar USD 349 - 499 ini, sudah bisa
diluncurkan di Indonesia pada Q4 tahun ini. Harga yang ada memang tergantung
tipenya. Akan tetapi, dengan kisaran harga di bawah rata-rata, tentu saja
membuat banyak orang menunggu-nunggu kapan Asus akan meluncurkan laptop ini
di Indonesia.

Menurut Juliana Cen, Senior Marketing - Indonesia Southeast Asia Sales and
Marketing Dept Asia Pacific & MEA Sales Group ASUS Technology Pte Ltd,
dengan ukuran kecil dan murah, laptop ini juga sudah dilengkapi dengan
kemampuan untuk koneksi internet plus fasilitas wifi 802.11b/g. "Tunggu saja
tanggal mainnya," ujar Juliana ketika ditanya mengenai detil waktu
peluncuran laptop ini.

Lantas bagaimana dengan pilihan warna? Selain harga murah, pengguna biasanya
akan merasa lebih stylish ketika pilihan warna laptop juga mendukung
gayamereka. Maklum, masalah laptop trendi skarang menjadi salah satu
pertimbangan ketika membeli komputer jinjing ini. Asus pun tak ketinggalan
"melirik" masalah ini. Tak heran bila Asus kemudian memberikan alternatif
warna seperti hitam, putih, hijau, biru, dan pink untuk membuat penggunanya
supaya kelihatan lebih stylish.

Sementara itu, kendati harganya terbilang sangat terjangkau, bukan berarti
minim fasilitas. Pemiliknya bisa bergaya karena ada beberapa tipe laptop
yang akan dikeluarkan Asus yang juga dilengkapi kamera. Tak heran bila tipe
4G/512M/4cell(2.6) tergolong laris manis saat diluncurkan di acara Computex
di Taiwan beberapa waktu lalu. Spesifikasi lain yang dimiliki laptop tipe
4G/512M/4cell(2.6) di antaranya Intel's 910 mobile chipset, 900MHz Intel
Dothan based Pentium M CPU, 512MB of DDR2 memory, full 802.11g wireless
capability, 4 GB flash-based hard drive, four USB 2.0 ports, audio &
microphone port, 10/100 Ethernet port, 56K phone modem port, VGA output,
flash card reader, baterai 3 jam dengan berat: 890 gram. Dengan spesifikasi
ini, tentu saja pengguna Linux akan lebih terbantu. Maklum operating
systemnya menggunakan default linux. "Tapi, bisa pakai Microsoft juga kok,"
ucap Juliana saat ditanya basis OS notebook ini.

*OLPC*
Masalah notebook murah memang sudah lama menjadi bahan pembicaraan di
mana-mana. Bahkan notebook 100 USD ini telah terealisasi dan menjadi suatu
proyek MIT dengan motivator utama Nicholas Negroponte. Tak heran bila nama
keren laptop 100 USD ini kemudian dikenal dengan nama OLPC (One Laptop Per
Children).

Dulu, tujuan OLPC ini sebenarnya menjadi alat pembelajaran paling potensial
untuk anak-anak di negara berkembang. Laptop ini kemudian didesain dengan
mengerahkan kolaborasi antara kalangan akademia dan industri. Hasilnya, OLPC
ini pun bersifat lebih fleksibel, ultra-low-cost, dan lebih efisien dalam
penggunaan power. Tak heran bila kemudian negara seperti Brazil, Libya, dan
Thailand ikut serta menyerbu produk ini untuk membantu memasyarakatkan IT
sejak usia dini.

Berangkat dari pengalaman yang sudah ada, saat ini vendor pun kemudian
berpacu untuk menghadirkan solusi hardware yang lebih murah namun elegan
kepada masyarakat. Jika memang kualitasnya tidak mengecewakan, dijamin
sebuah produk pasti laku di pasaran. Bagaimana tanggapan vendor lain?

*Abdullah Ismet*

*KomA 2000*

*smu6medan.antarmedia.com/blogs*

Kirim email ke