Assalamualaikum

Karena kuperhatikan bang Dody punya banyak waktu untuk menjelaskan perihal
syiahnya, kalo gitu coba dulu bang dikomentarin artikel berikut ini.

Wassalam,

- Dedi  -

Life gives Answers in Three ways,
It says YES and gives Whatever u Want,
It says NO and gives u Something Better
It says Wait and gives u the Best



---------- Forwarded message ----------
From: ali anis <[EMAIL PROTECTED]>
Date: May 29, 2007 11:33 AM
Subject: [FORUM  PENGAJIAN  KANTOR]  Sunni-Syiah Berpelukan?
To: [EMAIL PROTECTED]

  Oleh : BENZEIN  semoga bermanfaat...


 PERBEDAAN ANTARA

AHLUSSUNNAH DENGAN SYI'AH

Banyak orang yang menyangka bahwa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah
dengan Syi'ah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja'fariyah) dianggap sekedar dalam
masalah khilafiyah Furu'iyah, seperti perbedaan antara NU dengan
Muhammadiyah, antara Madzhab Syafi'i dengan Madzhab Maliki.

Karenanya dengan adanya ribut-ribut masalah Sunni dengan Syi'ah, mereka
berpendapat agar perbedaan pendapat tersebut tidak perlu dibesar-besarkan.
Selanjutnya mereka berharap, apabila antara NU dengan Muhammadiyah sekarang
bisa diadakan pendekatan-pendekat an demi Ukhuwah Islamiyah, lalu mengapa
antara Syi'ah dengan Sunni tidak dilakukan ?.

Oleh karena itu, disaat Muslimin bangun melawan serangan Syi'ah, mereka
menjadi penonton dan tidak ikut berkiprah.

Apa yang mereka harapkan tersebut, tidak lain dikarenakan minimnya
pengetahuan mereka mengenai aqidah Syi'ah Imamiyah Itsna Asyariyah
(Ja'fariyah) . Sehingga apa yang mereka sampaikan hanya terbatas pada apa
yang mereka ketahui.

Semua itu dikarenakan kurangnya informasi pada mereka, akan hakikat ajaran
Syi'ah Imamiyah Itsna Asyariyah Ja'fariyah. Disamping kebiasaan berkomentar,
sebelum memahami persoalan yang sebenarnya.

Sedangkan apa yang mereka kuasai, hanya bersumber dari tokoh-tokoh Syi'ah
yang sering berkata bahwa perbedaan Sunni dengan Syi'ah seperti perbedaan
antara Madzhab Maliki dengan Madzahab Syafi'i.

Padahal perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzhab Syafi'i, hanya dalam
masalah Furu'iyah saja. Sedang perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan
Syi'ah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja'fariyah) , maka perbedaan-perbedaan nya
disamping dalam Furuu' (Figih) juga dalam Ushuul (Aqidah).

Rukun Iman mereka berbeda dengan rukun Iman kita, rukun Islamnya juga
berbeda, begitu pula kitab-kitab hadistnya juga berbeda, bahkan sesuai
pengakuan sebagian besar ulama-ulama Syi'ah, bahwa Al-Qur'an mereka juga
berbeda dengan Al-Qur'an kita (Ahlussunnah) .

Apabila ada dari ulama mereka yang pura-pura (taqiyah) mengatakan bahwa
Al-Qur'annya sama, maka dalam menafsirkan ayat-ayatnya sangat berbeda dan
berlainan.

Sehingga tepatlah apabila ulama-ulama Ahlussunnah Waljamaah mengatakan :
Bahwa Syi'ah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja'fariyah) adalah satu agama
tersendiri.

Melihat pentingnya persoalan tersebut, maka di bawah ini kami nukilkan
sebagian dari perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dengan aqidah
Syi'ah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja'fariyah) .

1. Ahlussunnah : Rukun Islam kita ada 5 (lima)

a) Syahadatain

b) As-Sholah

c) As-Shoum

d) Az-Zakah

e) Al-Haj

Syi'ah : Rukun Islam Syi'ah juga ada 5 (lima) tapi berbeda:

a) As-Sholah

b) As-Shoum

c) Az-Zakah

d) Al-Haj

e) Al wilayah

2. Ahlussunnah : Rukun Iman ada 6 (enam) :

a) Iman kepada Allah

b) Iman kepada Malaikat-malaikat Nya

c) Iman kepada Kitab-kitab Nya

d) Iman kepada Rasul Nya

e) Iman kepada Yaumil Akhir / hari kiamat

f) Iman kepada Qadar, baik-buruknya dari Allah.

Syi'ah : Rukun Iman Syi'ah ada 5 (lima)*

a) At-Tauhid

b) An Nubuwwah

c) Al Imamah

d) Al Adlu

e) Al Ma'ad

3. Ahlussunnah : Dua kalimat Syahadat

Syi'ah : Tiga kalimat Syahadat, disamping Asyhadu An Laailaha Illallah, Wa
Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah, masih ditambah dengan menyebut dua belas
Imam-Imam mereka.

Dedi-> waktu tahiyat dibaca juga nggak imam-imam ini?


4. Ahlussunnah : Percaya kepada Imam-Imam tidak termasuk Rukun Iman. Adapun
jumlah Imam-Imam Ahlussunnah tidak terbatas. Selalu timbul Imam-Imam, sampai
hari kiamat.

Karenanya membatasi Imam-Imam hanya dua belas (12) atau jumlah tertentu,
tidak dibenarkan.

Syi'ah : Percaya kepada dua belas Imam-Imam mereka, termasuk Rukun Iman.
Karenanya orang-orang yang tidak beriman kepada dua belas Imam-Imam mereka
(seperti orang-orang Sunni), maka menurut ajaran Syi'ah dianggap kafir dan
akan masuk neraka.

5. Ahlussunnah : Khulafaurrosyidin yang diakui (sah) adalah :

a) Abu Bakar

b) Umar

c) Utsman

d) Ali Radhiallahu anhum

Syi'ah : Ketiga Khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman) tidak diakui oleh Syi'ah.
Karena dianggap telah merampas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (padahal Imam
Ali sendiri membai'at dan mengakui kekhalifahan mereka).

6. Ahlussunnah : Khalifah (Imam) adalah manusia biasa, yang tidak mempunyai
sifat Ma'shum.

Berarti mereka dapat berbuat salah/ dosa/ lupa. Karena sifat Ma'shum, hanya
dimiliki oleh para Nabi.

Syi'ah : Para imam yang jumlahnya dua belas mempunyai sifat Ma''hum, seperti
para Nabi.

7. Ahlussunnah : Dilarang mencaci-maki para sahabat.

Syiah : Mencaci-maki para Sahabat tidak apa-apa bahkan Syi'ah berkeyakinan,
bahwa para Sahabat setelah Rasulullah SAW wafat, mereka menjadi murtad dan
tinggal beberapa orang saja. Alasannya karena para Sahabat membai'at
Sayyidina Abu Bakar sebagai Khalifah.

8. Ahlussunnah : Siti Aisyah istri Rasulullah sangat dihormati dan dicintai.
Beliau adalah Ummul Mu'minin.

Syi'ah : Siti Aisyah dicaci-maki, difitnah, bahkan dikafirkan.

9. Ahlussunnah : Kitab-kitab hadits yang dipakai sandaran dan rujukan
Ahlussunnah adalah Kutubussittah :

a) Bukhari

b) Muslim

c) Abu Daud

d) Turmudzi

e) Ibnu Majah

f) An Nasa'i

(kitab-kitab tersebut beredar dimana-mana dan dibaca oleh kaum Muslimin
sedunia).

Syi'ah : Kitab-kitab Syi'ah ada empat :

a) Al Kaafi

b) Al Istibshor

c) Man Laa Yah Dhuruhu Al Faqih

d) Att Tahdziib

(Kitab-kitab tersebut tidak beredar, sebab kebohongannya takut diketahui
oleh pengikutt Syi'ah).

10. Ahlussunnah : Al-Qur'an tetap orisinil

Syi'ah : Al-Qur'an yang ada sekarang ini menurut pengakuan ulama Syi'ah
tidak orisinil. Sudah dirubah oleh para Sahabat (dikurangi dan ditambah).

11. Ahlussunnah : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang taat kepada
Allah dan Rasul Nya.

Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak taat kepada Allah dan Rasul
Nya.

Syi'ah : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang cinta kepada Imam Ali,
walaupun orang tersebut tidak taat kepada Rasulullah.

Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang memusuhi Imam Ali, walaupun orang
tersebut taat kepada Rasulullah.

12. Ahlussunnah : Aqidah Raj'ah tidak ada dalam ajaran Ahlussunnah. Raj'ah
menurut ajaran Syi'ah adalah besok diakhir zaman sebelum kiamat, manusia
akan hidup kembali. Dimana saat itu Ahlul Bait akan balas dendam kepada
musuh-musuhnya.

Syiah : Raj'ah adalah salah satu aqidah Syi'ah. Dimana diceritakan : bahwa
nanti diakhir zaman, Imam Mahdi akan keluar dari persembunyiannya. Kemudian
dia pergi ke Madinah untuk membangunkan Rasulullah, Imam Ali, Siti Fathimah
serta Ahlul Bait yang lain.

Setelah mereka semuanya bai'at kepadanya, diapun selanjutnya membangunkan
Abu Bakar, Umar, Aisyah. Kemudian ketiga orang tersebut disiksa dan disalib,
sampai mati seterusnya diulang-ulang sampai ribuan kali. Sebagai balasan
atas perbuatan jahat mereka kepada Ahlul Bait.

Keterangan : Orang Syi'ah mempunyai Imam Mahdi sendiri. Berlainan dengan
Imam Mahdinya Ahlussunnah, yang akan membawa keadilan dan kedamaian.

13. Ahlussunnah : Mut'ah (kawin kontrak), sama dengan perbuatan zina dan
hukumnya haram.

Syi'ah : Mut'ah sangat dianjurkan dan hukumnya halal. Halalnya Mut'ah ini
dipakai oleh golongan Syi'ah untuk mempengaruhi para pemuda agar masuk
Syi'ah. Padahal haramnya Mut'ah juga berlaku di zaman Khalifah Ali bin Abi
Thalib kw.

14. Ahlussunnah : Khamer/ arak tidak suci.

Syi'ah : Khamer/ arak suci.

15. Ahlussunnah : Air yang telah dipakai istinja' (cebok) dianggap tidak
suci.

Syi'ah : Air yang telah dipakai istinja' (cebok) dianggap suci dan
mensucikan.

16. Ahlussunnah : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri
hukumnya Sunnah.

Syi'ah : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri
membatalkan shalat.

(jadi shalatnya bangsa Indonesia yang diajarkan Wali Songo oleh orang-orang
Syi'ah dihukum tidak sah/ batal, sebab meletakkan tangan kanan diatas tangan
kiri).

17. Ahlussunnah : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat
adalah sunnah.

Syi'ah : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat dianggap
tidak sah/ batal shalatnya.

(Jadi shalatnya Muslimin di seluruh dunia dianggap tidak sah, karena
mengucapkan Amin dalam shalatnya).

18. Ahlussunnah : Shalat jama' diperbolehkan bagi orang yang bepergian dan
bagi orang yang mempunyai udzur syar'i.

Syi'ah : Shalat jama' diperbolehkan walaupun tanpa alasan apapun.

19. Ahlussunnah : Shalat Dhuha disunnahkan.

Syi'ah : Shalat Dhuha tidak dibenarkan.

(padahal semua Auliya' dan salihin melakukan shalat Dhuha).

Demikian telah kami nukilkan perbedaan-perbedaan antara aqidah Ahlussunnah
Waljamaah dan aqidah Syi'ah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja'fariyah) . Sengaja
kami nukil sedikit saja, sebab apabila kami nukil seluruhnya, maka akan
memenuhi halaman-halaman buku ini.

Harapan kami semoga pembaca dapat memahami benar-benar perbedaan-perbedaan
tersebut. Selanjutnya pembaca yang mengambil keputusan (sikap).

Masihkah mereka akan dipertahankan sebagai Muslimin dan Mukminin ? (walaupun
dengan Muslimin berbeda segalanya).

Sebenarnya yang terpenting dari keterangan-keterang an diatas adalah agar
masyarakat memahami benar-benar, bahwa perbedaan yang ada antara Ahlussunnah
dengan Syi'ah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja'fariyah) itu, disamping dalam
Furuu' (cabang-cabang agama) juga dalam Ushuul (pokok/ dasar agama).

Apabila tokoh-tokoh Syi'ah sering mengaburkan perbedaan-perbedaan tersebut,
serta memberikan keterangan yang tidak sebenarnya, maka hal tersebut dapat
kita maklumi, sebab mereka itu sudah memahami benar-benar, bahwa Muslimin
Indonesia tidak akan terpengaruh atau tertarik pada Syi'ah, terkecuali
apabila disesatkan atau ditipu.

Oleh karena itu, sebagian besar orang-orang yang masuk Syi'ah adalah
orang-orang yang tersesat, yang tertipu oleh bujuk rayu tokoh-tokoh Syi'ah.

Akhirnya, setelah kami menyampaikan perbedaan-perbedaan antara Ahlussunnah
dengan Syi'ah, maka dalam kesempatan ini kami menghimbau kepada Alim Ulama
serta para tokoh masyarakat, untuk selalu memberikan penerangan kepada umat
Islam mengenai kesesatan ajaran Syi'ah. Begitu pula untuk selalu menggalang
persatuan sesama Ahlussunnah dalam menghadapi rongrongan yang datangnya dari
golongan Syi'ah. Serta lebih waspada dalam memantau gerakan Syi'ah
didaerahnya. Sehingga bahaya yang selalu mengancam persatuan dan kesatuan
bangsa kita dapat teratasi.

Selanjutnya kami mengharap dari aparat pemerintahan untuk lebih peka dalam
menangani masalah Syi'ah di Indonesia. Sebab bagaimanapun, kita tidak
menghendaki apa yang sudah mereka lakukan, baik di dalam negeri maupun di
luar negeri, terulang di negara kita.

Semoga Allah selalu melindungi kita dari penyesatan orang-orang Syi'ah dan
aqidahnya. Amin.

***

----- Original Message -----
From: abobakar ali
To: [EMAIL PROTECTED]
com<http://us.f332.mail.yahoo.com/ym/Compose?To=zawiya%40yahoogroups.com>
Sent: Friday, May 25, 2007 3:29 PM
Subject: [Zawiya] Sunni-Syiah Berpelukan?

Sunni-Syiah Berpelukan?

Dua ratus orang lebih memadati ruang pertemuan Hotel
Grand Kemang, Jakarta Selatan. Sabtu pagi pekan lalu,
Menteri Agama di era akhir Presiden Soeharto, M.
Quraish Shihab, meluncurkan buku bertajuk Sunnah-Syiah
Bergandengan Tangan! Mungkinkah?. Buku teranyar karya
Quraish Shihab ini membahas ajaran murni kelompok
muslim Sunni dan Syiah, dengan merujuk pada literatur
masing-masing pihak.

Adapun motif ditulisnya buku tentang Sunni-Syiah itu,
menurut Quraish, karena ia ingin menghindari
pertikaian antar-sesama umat tauhid. Menurut Quraish,
"Langkah menggandengkan dua mazhab besar umat Islam
itu mesti dipandang terlebih dahulu kemungkinannya di
tingkat ajaran atau doktrin." Langkah berikutnya
adalah melaksanakannya di tataran riil.

Di tingkat riil inilah yang menjadi masalah bersama.
Pertikaian antara kelompok Sunni dan Syiah dari masa
ke masa semakin meruncing. Konflik berbaru ajaran
agama itu kini tak lagi hanya meledak di negara-negara
Timur Tengah seperti Irak. Di Indonesia pun kerap
muncul.

Pada 20 April lalu di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur,
sedikitnya 500 pengunjuk rasa menuntut dibubarkannya
institusi yang dinilainya sebagai penyebar ajaran
Syiah. "Syiah Go to Hell", "Selamatkan Anak-Cucu dari
Ajaran Sesat Syiah", adalah sebagian spanduk yang
diusung pengunjuk rasa. Sebelumnya, aksi-aksi
penolakan terhadap jamaah dan ajaran Syiah terjadi di
beberapa kota. Antara lain di Bondowoso, Jember, dan
Pamekasan --semuanya di Jawa Timur.

"Jamaah kami di sejumlah daerah senantiasa menerima
tuduhan-tuduhan yang sangat berat," tutur Ahmad
Syaifullah Saragih. Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus
Pusat Dewan Tanfidziyah IJABI (Ikatan Jamaah
Ahlul-Bait Indonesia) itu menjelaskan bahwa dirinya
bersama jajaran Pengurus Pusat IJABI selalu
mengadvokasi jamaahnya hingga ke daerah-daerah di
Indonesia.

Menurut Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Said
Agil Siradj, yang menjadi pembahas dalam acara
peluncuran buku Quraish, sejumlah tradisi Syiah
sebetulnya telah masuk ke komunitas ahlusunnah di
Indonesia. "Cukup banyak syair dan doa tradisi Syiah
yang tidak bisa dilepaskan dari tradisi kaum
nahdliyyin," katanya.

Di antaranya tradisi barjanji di lingkungan nahdliyyin
sangat kental dengan tradisi Syiah-nya karena
mengagungkan nama Imam Ali. "Tarekat yang ada di
Indonesia, kalau ditelusuri silsilahnya, banyak yang
sampai ke Imam Ali," ujar Said Agil. "Buku ini sangat
tepat hadir, karena konfliknya sudah terjadi di
seantero nasional dan internasional, " ungkapnya.

Meski ada kedekatan secara budaya, toh nyatanya
gesekan itu ada dan cenderung melebar secara
geografis. Karena itu, menurut Quraish, pemerintah tak
bisa tinggal diam. Ia mesti berperan aktif
mendamaikannya. Quraish berpendapat, yang lalu biarlah
berlalu. "Mari kita harmonikan dan menatap masa
depan," tuturnya.

Dalam pandangan Quraish, ukhuwah dua komunitas ini
bisa terwujud dengan prinsip mencintai dan mengikuti
Rasul SAW dan keluarganya serta Al-Quran sebagai
pegangan. "Sehingga tidak akan tersesat siapa pun yang
berpegang pada keduanya," papar Quraish, yang juga
pakar di bidang tafsir Al-Quran.

Dialog perlu dihidupkan dengan beragam bentuk dan
variannya. "Di sini mungkin ada yang lebih senang
disebut sebagai Sunni, ada yang senang disebut Syiah.
Dua kelompok ini, mari bergandengan tangan," ajak
Quraish Shihab dalam epilog peluncuran dan bedah
bukunya itu.

Menteri Agama, Maftuh Basyuni, menyambut baik ajakan
Quraish itu. "Baik Sunni maupun Syiah memiliki dasar
keagamaan yang sama. Tidak perlu lagi
dipertentangkan, " kata Maftuh selepas menghadiri acara
yang digelar Pusat Studi Al-Quran --lembaga yang
dipimpin Quraish-- itu.

Harapan Quraish yang merindukan keharmonisan komunitas
Sunni-Syiah terwujud tidaklah berlebihan. Tapi harapan
itu mesti diikuti dengan tidak saling menyerang dan
mendewasakan umat di tataran bawah. Berpelukan? Kenapa
tidak?

Herry Mohammad dan Deni Muliya Barus
[Agama, Gatra Nomor 27 Beredar Kamis, 17 Mei 2007]

------------------------------
Get the Yahoo! toolbar and be alerted to new email
<http://us.rd.yahoo.com/evt=48225/*http://new.toolbar.yahoo.com/toolbar/features/mail/index.php>wherever
you're surfing.

  Messages in this topic
<http://groups.yahoo.com/group/PENGAJIAN-KANTOR/message/17411;_ylc=X3oDMTM3YzQ2NWVkBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE0NzE4OTQ2BGdycHNwSWQDMTcwNTA3NzM2MARtc2dJZAMxNzQxMQRzZWMDZnRyBHNsawN2dHBjBHN0aW1lAzExODA0MzMzMTAEdHBjSWQDMTc0MTE->(
1)  Reply (via web post)
<http://groups.yahoo.com/group/PENGAJIAN-KANTOR/post;_ylc=X3oDMTJyc3BtZ2hpBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE0NzE4OTQ2BGdycHNwSWQDMTcwNTA3NzM2MARtc2dJZAMxNzQxMQRzZWMDZnRyBHNsawNycGx5BHN0aW1lAzExODA0MzMzMTA-?act=reply&messageNum=17411>|
Start
a new topic
<http://groups.yahoo.com/group/PENGAJIAN-KANTOR/post;_ylc=X3oDMTJmanF1YnNoBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE0NzE4OTQ2BGdycHNwSWQDMTcwNTA3NzM2MARzZWMDZnRyBHNsawNudHBjBHN0aW1lAzExODA0MzMzMTA->
Messages<http://groups.yahoo.com/group/PENGAJIAN-KANTOR/messages;_ylc=X3oDMTJmOHZ0MWxrBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE0NzE4OTQ2BGdycHNwSWQDMTcwNTA3NzM2MARzZWMDZnRyBHNsawNtc2dzBHN0aW1lAzExODA0MzMzMTA->
----- [ [EMAIL PROTECTED] ] -----
    -- FORUM PENGAJIAN KANTOR, ditulis besar semua --
Sehubungan dengan beredarnya isu miring seputar milis pengajian kantor maka
kami umumkan bahwa nama milis ini telah dibajak pihak lain yang tidak
bertanggungjawab. Kami sangat dirugikan shg kami di cap kafir dan ingkar
sunnah.

Perlu kami klarifikasi bahwa nama milis ini adalah
[EMAIL PROTECTED] dengan huruf besar dan tanda hubung
ditengah

Nama milis yang membajak kami yang isinya nyleneh adalah
[EMAIL PROTECTED] dengan huruf kecil dan tanda hubung dibawah
_________________________
Saran kami, ubah setting anda ke digest agar inbox anda tidak cepat penuh :
(sangat kami sarankan)
[EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke