Kalau hanya masalah ke Khalifahan tidak terlalu pelik dan pusing kepala.
tapi kalau kita teliti lebih dalam, menyangkut : Bagaimana kita mengenal
Islam yg sebenarnya
dibawa Nabi SAW ? Siapa yg tahu dan punya otoritas dalam hukum2 ke
Islaman.
 
Menurut sahabat A begini, menurut sahabat B begini, menurut C begini
mana yg benar ??
Apa Nabi mengajarkan cara yg berbeda-beda ? . Bahkan dizaman para
Sahabat saja sudah hampir
lenyap Islam yg sejati seperti yg dibawa Nabi SAW .
 
Shahih Bukhori, Jilid I hal.74 (original) : Anas bin malik berkata
:"Tidak ada sesuatu yg kuketahui di zaman Nabi lebih baik dari hukum
shalat.
Katanya :"Tidakkah kalian kehilangan sesuatu di dalam shalat ?" Az-Zuhri
berkata , "Suatu hari aku berjumpa Anas bin Malik di Damsyik.
Ketika itu beliau sedang menangis. "Apa yg menyebabkanmu
menangis?"tanyaku. 
" Aku telah lupa segala yg kuketahui melainkan shalat ini.Itupun telah
aku sia-siakan." 
Jawab Anas 
 
Kalau Anas bin Malik saja berkata begitu, itu artinya kondisi saat itu
sedemikian parahnya.
 
Akibat yg lebih jauh adalah : pembunuhan2 kaum Muslimin yg sangat banyak
dan perpecahan kaum Muslimin
Dimulai dari setelah Nabi meninggal sampai ribuan tahun
bekasnya.Pengkhianatan dan perebutan kekuasaan.
Bahkan sampai kepada pembantaian keluarga Nabi SAW.
Nabi bersabda : Ad dinu An-Nashihah (agama itu kesetiaan).
 
Itulah analisa saya atas apa yg terjadi. Makanya kita hanya berusaha
untuk menjadi seorang Moeslem.
We are becoming a moeslem. Not being a Moeslem.  
Maksudnya adalah kita : harus saling respect/menghargai perbedaan2 yg
ada itu, akibat kondisi masa lalu itu.
 
Tujuan saya adalah bukan kita harus mengulangi dan mempertahnkan apa yg
terjadi dulu. Tapi kalau ada
orang yg berbeda pemahaman dgn kita baik tata cara sholatnya, fikihnya
dll. Kita bisa segera maklum
karena begitulah kondisi yg terjadi selama 1000 tahun lebih.
Sebenarnya Alhamdulillah sekarang sudah berjalan jauh lebih baik
dibandingkan dulu itu.
(Amerika saja yg berusaha kembali menciptakan konflik itu di Irak agar
kembali menyebar ke dunia Islam lainnya).
 
Jadi paling tidak kita tahu akar permasalahannya. Selanjutnya tergantung
bacaan dan ilmu kita masing-masing untuk memahami Islam sejati itu.
La yukallifullohu Nafsan illa Wus'aha............
 
 
  
________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
Muslim Armas
Sent: Tuesday, June 05, 2007 11:47 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [immam] Re: Debat Sunni-Syiah sampai disini saja dulu



Mana pula sekarang ini aku sempat baca buku2 tentang Sunni-Syiah.
Alhamdulillah sewaktu SMP aku suka kali baca buku2 agama (setelah sempat
tersesat dgn komik2 spt Kho Ping Hoo, Chin Yung dll). Entah kenapa,
sekali aku baca sampai sekarang masih banyak yg kuingat terutama tentang
sejarah Imam2 Mazhab dan Fikihnya terutama perdebatan ttg fikih aku suka
sekali karena aku jadi tahu dalil siapa yg kuat dan yg lemah. Mengenai
bang Imad pun aku sudah tahu sepak terjangnya waktu kelas 3 SMP, makanya
aku semangat kali ikut LMD beliau (semoga beliau selalu dilindungi Allah
dan dijaga kesehatannya oleh Allah SWT, Amiin).
Sewaktu kuliah dulu, disamping Kuliah Tawhidnya bang Imad, yang duluan
aku baca adalah buku Islam Aktual (aku paling suka mengenai bab
sosialnya bukan bab syiahnya), baru aku baca buku2 Ali Syariati,
Muthahari, bahkan bukunya imam Khomeini tapi buku yg menggugahku adalah
buku Dialog Sunnah-Syiah yg warna hitam itu sampai2 aku kagum sekali
dengan ahlul-bait tapi sedikitpun aku tidak pernah menaruh benci kepada
sahabat karena aku selalu berkeyakinan mereka lebih baik dari kita (awak
ini apalah...) dan aku belum pernah baca riwayat Ali Ra bertengkar sama
mereka. Jadi akupun terpaksa mencari buku2 yg mampu menjawab
permasalahan yg diributkan kaum Syiah. Setelah aku dapatkan, akupun
tidak menyimpan lagi buku2 seperti itu karena menurutku sia-sia saja
meributkan masalah kekhalifahan Ali Ra, toh Ali RA pun akhirnya jadi
khalifah juga. Yang penting make sense ajalah. Mudah2an aku tidak jadi
takabur dan riya karena maksudku berbagi pengalaman hidup dan aku yakin
abang2 lebih banyak lagi pengalaman daripadaku. 
Sebenarnya ada beberapa hal pokok yg menurutku kenapa akhirnya timbul
kelompok Syiah dan darimana ajaran mereka adopsi (kalo ini benar2 hasil
ijtihadku, jadi bisa saja salah) tapi tidak etislah aku sampaikan di
milis ini. Toh sampai sekarang aku masih berteman dengan sangat baik koq
dgn mereka, karena mereka menghindari diskusi masalah ini setelah
beberapa kali kami berdiskusi sebelumnya. Manabisa pula org semacamku
mensunnikan org syiah (masalahnya sudah kompleks), yg bisa kulakukan
hanyalah kalo didepanku mereka tidak mencela lagi sahabat nabi..........
 
Salam,
MA 
 
 

        ----- Original Message ----- 
        From: ekaaurihandj <mailto:[EMAIL PROTECTED]>  
        To: [email protected] <mailto:[email protected]>  
        Sent: Tuesday, June 05, 2007 1:15 PM
        Subject: [immam] Re: Debat Sunni-Syiah sampai disini saja dulu
        
        

        habis baca buku apa kau lim? kalau macam gini manstabnya, bisa
sunni 
        semua orang kau buat.
        
        --- In [email protected] <mailto:[email protected]> ,
"Muslim Armas" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
        >
        > Supaya nyambung baiklah aku tanggapi satu demi satu...
        > 
        
        

 

Kirim email ke