Assalamu'alaikum wr. wb., Baru tiga menit yang lalu saya menerima email berikut dari seorang rekan warga Indonesia yang bekerja di head quarter perusahaan asing internasional:
"Iya, ini lagi di [deleted], udah hampir setahun. Mencari sesuap nasi dan setumpuk saham. :-) Sesudah beberapa tahun di Indonesia ingin ke LN lagi. Sekarang tetap di [deleted], kebagian tugas di head quarter. Paling nggak, untuk sementara, nggak perlu berhadapan dengan birokrasi di Indonesia (baca: Jakarta). :-) Lebih cape' menghadapi bangsa sendiri rupanya... :-) Kapan ke [deleted]? Ada kamar untuk tamu..." Sounds familiar? Sounds that (s)he was yourself pointing out exactly the same thing? Or worse, even more "nightmares on our government' streets"? Do share your experiences and proposed (or better still: done-already) solutions for improvements. In the future, hoping that there is still ... future... :-D Poor and uneducated Indonesians need you stay here, smart buddies... Wassalamu'alaikum wr. wb., Andri SI93 "Bias-Bias Cak Andri" http://mandrib.kuyasipil.net/ http://mandrib.multiply.com/
