Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum wr. wb.,
Puisi "recycle" di tahun 2005 rupanya masih naik tayang di: http://forum.dudung.net/index.php?topic=6142.0;wap2 :-) Semoga dapat diambil ibrah dari puisi ini. Mohon jangan mem-forward-nya kepada "Ulama" Kalau sempat ter-forward, yang tersinggung berarti "Ulama" :-) ---poetry begins--- Sepuluh Beda Ulama dengan "Ulama" Perbedaan 1: Ulama: Hidup bersama dengan umat Nyaris semua tindak-tanduknya terlihat Nyaris tak pernah berbuat jahat Karena malu bila bercacat "Ulama": Hidup "bersama-sama" dengan umat Tindak-tanduk luar mimbar tak(kan) terlihat Nyaris "tak pernah" berbuat jahat Karena semua tindakan didalil "tepat" Perbedaan 2: Ulama: Tak mau disebut ulama Karena beban berat tak terkira Salah langkah masuk neraka Bertemu malaikat bermuram durja "Ulama": Ingin sekali digelari "ulama" Kalau perlu sekolah ke "Libia" Atau justru ke Amerika Supaya nampak berilmu berwibawa Perbedaan 3: Ulama: Jalan kaki atau naik unta Pakai terompah terlunta-lunta Mata kaki pun harus berjaga Takut terinjak tahi rusa "Ulama": Naik pesawat atau mobil Eropa Pakai terompah jangan bermerek Bata Jangan disuruhlah naik unta Padahal teknologi bid'ah, katanya Perbedaan 4: Ulama: Siap ditanya kapan saja Kalau darurat, waktu tidur pun bisa Sibuk pun bisa ditunda Asal jangan datang waktu "berdua" "Ulama": Kalau mau ditanya Ditanya lagi berapa Maksudnya isi kantong Anda Untuk membayar "biaya pulsa" Perbedaan 5: Ulama: Dialog dan berdiskusi Tak apa-apa ditanyai Bila pertanyaan bikin panas hati Mengambil wudhu' dan bercermin diri "Ulama": Dialog sendiri dan berdiskusi sendiri Kalau bertanya jangan bernada tinggi Silap-silap dituntut nanti Dan artinya: dapat fulus lagi Perbedaan 6: Ulama: Mengkritik diri sebelum umara Salah di mereka atau di saya Tak baiklah bila mengkritik lainnya Sebelum yakin ia tak salah pula "Ulama": Mengkritik para umara Padahal belum lihat dirinya Lumayanlah, dikatakan "peduli" massa "Alhamdulillah", ujungnya fulus juga Perbedaan 7: Ulama: Ilmunya luas Akhlak lebih baik dari pantas Paparannya jelas dan ringkas Hadirin pun puas "Ulama": Ilmunya "luas" Akhlaknya buas Paparannya "jelas" Hadirin pun malas Perbedaan 8: Ulama: Istrinya satu Kalau yakin adil baru cari yang baru Dan minta izin istri dulu Agar tak keluar air matanya itu "Ulama" Katanya istrinya "satu" Dan poligami? Tak apa itu! Yang penting adil kasih mahar dan baju Dan siapa istri(-istri) yang lainnya tak (boleh) ada yang tahu (dan nikah siri pun bertutup pintu) Perbedaan 9: Ulama: Melihat akhlak bukan rupa Jadi contoh teladan pula Shalat malam diam-diam saja Agar jangan terlihat riya' "Ulama": Memakai selalu pakaian takwa Agar umat terkesan jubahnya Nanti kan bisa disangka Lebih tuhan dari Yang Esa Perbedaan 10: Ulama: "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama ." (35:28) "Ulama": Sesungguhnya yang tak takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah "ulama". (Budiman 2005) Pertanyaan kritis seperti biasa: Antum sendiri termasuk ulama atau "ulama", Akhi Andri? Jawaban kritis tak kalah biasa: Tidaklah seseorang digelari ulama atau "ulama" melainkan oleh Allah swt semata. ---poetry ends--- Allahu a'lam. La haula wa la quwwata illa billah. Wassalamu'alaikum wr. wb., Andri SI93 "Bias-Bias Cak Andri" http://mandrib.kuyasipil.net/ http://mandrib.multiply.com/
