BismilLahirRahmanirRahim

Assalamu'alaikum wa rahmatulLahi wa barakatuh,


Pernahkah Anda di-Ospek ketika kuliah di mana saja?

Tidak? Pernah? To sum up: Tidak pernah? :-)

Tipu-tipu, Kuy. Buaya kok mau dikadalin. :-)

***

Ospek tidak harus formal-legal berbadan hukum yang disetujui Rektorat 
dan Kantor Pos setempat. :-)

Dan Ospek tidak hanya terjadi di kampus.

Ospek terjadi ketika Anda "nguliah" dan "nguli, ah".
Ia juga terjadi sewaktu Anda berada di jalan raya.

Di hotel.
Di tempat parkir.
Di toilet umum.
Dan lain-lain.
And that's for sure.

***

Then you ask me, "Are you a bit insane, Cak?"

I would reply directly into your both eyes (because you probably don't 
have two ears:-), "Listen carefully, buddy, you are much more 
psychopathic or schizophrenic if you think otherwise." :-)

***

"Arena Ospek" akan diperluas untuk memperjelas maksud-maksud tersembunyi 
(aka "ulterior motives") sang penganjur.

Yaitu, kampus.
Tempat kerja.
Tempat preman dan penguasa setempat.
Pusat pasar.
You add anything you like if you could see these obvious patterns.

Apa maksud mereka?
Agar Anda pintar?
Tahu lingkungan kerja dan kampus?
Tahu "status quo" nyaman yang berlaku umum?

Bukan, Broer. Harre geenee?

***

Listen a bit more carefully to Ompung Adam Smith, "It is not from the 
benevolence of the butcher, the brewer or the baker, that we can expect 
our dinner, but from their regard to their own interest."

Ya, "... and there is nothing such as free lunch either" dan entah 
makhluk mana yang mengatakan kebenaran ini.

Nggak ada orang yang melakukan sesuatu untuk kepentingan kita.
Catet itu, Dek Pendi!

Btw, in "divine personality", a super-special case, I have no doubt to 
say that those with this profound characteristic will do anything 
because it is His will (uppercase 'H').

***

Maksudnya apa, Cak?

Anda ini berprasangka buruk ya kepada para pemimpin kita, penjabat, 
penjahat, moderator, kakak kelas, pemuda preman, senior, CEO, dan 
petinggi lain?
Dan orang-orang penting (yang toh bakal mati juga:-) lain?

If you say that then I would say that it is you who feels negative about 
my statements. :-)

***

Saya ingin mengungkapkan bahwa kalimat Steven Levitt dalam 
"Freakonomics" (2004) berikut adalah benar-benar terjadi, "People 
responds to incentives."

Alias, "Botul itu, Bleh." :-)

Nggak ada orang nyumbang masjid terus minta balasan neraka ... uppsie 
...nggak ada la yaw... :-)

"Tidak benar itu!" kata mantan Pangab kita yang "galak", Jenderal TNI 
Feisal Tanjung. (Apa kabar Om Feisal, anak Sibolga?:-)

***

Ketika Anda di-Ospek, sang kakak kelas akan berusaha menimbulkan kesan 
bahwa dia berkuasa, dan Anda hanyalah "pecundang yang baru masuk kampus 
terbesar di dunia (fana) ini."

In short, "Kowe harus tunduk, pasrah, menyerah kepada kami, tuhan-tuhan 
baru Anda. Mulai hari ini hak-hak kalian dicabut." (Kuyasipil ITB, 
doesn't it sound familiar to you?)

Anda disebut kuya, kroco, kampret, kampungan, dll. Kecuali mungkin 
(maaf) "bangsat", karena banyak "bangsat" yang lebih berkuasa dari para 
seniornya, contoh: "BangSatria Baja Hitam." :-)

Dan ketika selesai Ospek, dan melihat bahwa "para bangsat sejati ini" 
ternyata cuma bisa mengopi karya ilmiah Anda, "nyontekin" tugas yang 
Anda kerjakan setengah mampus seminggu suntuk (dan merusak jadwal "malam 
minggu" Anda untuk "ronda kampung":-), dan perbuatan bandit lainnya, 
Anda tahu bahwa Anda harus menjadi seorang yang assertive (maaf, saya 
tidak tahu padanan katanya dalam bahasa Indonesia walaupun ini tanggal 
10 November 2007, Hari Pahlawan).

***

Apa arti assertive?

Alamak, harre geenee nggak mau nanyain Ustadz Wikipedia, Kiai Google, dll.?

Ya elaaa, dasar Mr & Mrs Flinstones. Keciaaan deh... :-)

"Assertive style of behavior is to interact with people while standing 
up for your rights. Being assertive is to one's benefit most of the time 
but it does not mean that one always gets what he/she wants. The result 
of being assertive is that 1) you feel good about yourself 2) other 
people know how to deal with you and there is nothing vague about 
dealing with you."
(Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Assertiveness )

On the contrary, Ospek, tidak didesain untuk membuat Anda "feel good 
about yourself." Anda justru diancam, "Bila kau, si kuya celaka dan bau, 
nggak lulus Ospek, kau nggak akan 'feel good' selama di kampus. 
Koordinasi asistensi tugas itu persatuan mahasiswa senior bangsat 
setempat yang ngatur."

***

Jangan salah paham.

Assertiveness bukan bertujuan menunjukkan kepada publik, "Saya orang 
hebat. Jangan macam-macam sama saya ya! Saya peringatkan kowe!"

Bila Anda berpikiran begitu, maka Anda-lah ternyata makhluk brengsek 
yang harus "dibumihanguskan" dari muka bumi ini.

Hanya Iblis yang sombong.
Dan antek-anteknya.
Yang bakal "ngumpul" di neraka.
Dan janji Allah itu pasti.

Lain halnya bila "sang setan berbentuk manusia" itu diterima taubatnya. :-)

***

Saya hanya akan berkata, "Kaciaan deh loo..." kalau harre geenee Anda 
masih mau diintimidasi para senior penakut ini.

Ya penakut lah, apa-apa dilakukan cum suis (alias, "dan kawan-kawan 
sesama setan sok iblis lainnya":-)
Bukan cum laude, tapi kum ke laut aje ye. :-)

Unethical beings ini hanya mau membuat kesan 
"holier-better-greater-than-you."

Ya, begitulah sifat-sifat pengecut para terkutuk ini, yang boleh jadi 
bisa kebawa-bawa bila mereka punya posisi penting di universitas, 
perusahaan, dan bahkan kepemimpinan negara garing ini.

Padahal, mereka kalau ke toilet (laki atau perempuan) pada menutup pintu 
karena malu kalau ditanyain publik, "Kok artis cantik yang ngetop dan 
wangi ternyata beol juga ya?"

***

Saya beol. Anda beol. Senior cewek, beol. CEO cowok, beol.
Siti Nurhaliza, Dian Sastro, Luna Maya, Ahmad Albar, Axl Rose, beol.

Semua orang beol, bahkan ada yang harus dibantu dengan selang karena 
"kepingin beol". :-)

Orang mati nggak beol lagi karena udah jadi pupuk yang berguna buat 
tanaman sekitarnya.

***

Jadi, kita semua manusia. Iya apa iya?
Ada yang merasa dirinya keturunan monyet?
Kagak kan?
Kagak mau.
Kagak mampu.

Plis deh, Dek Pendi.

***

Sesama manusia tidak usah sombong. Nggak usah sok kuasa.

Toh semua itu fana. Sebentar. Ada masa Anda "post power syndrome."

Dan yang pasti terjadi adalah, "wa qul ja al haqq wa zahaqal bathil, 
innal bathila kana zahuqa", alias yang bathil pasti lenyap setelah yang 
haqq (yang benar) datang.


***

Ingat: Siapa tahu adik kelas Anda menjadi pimpinan Anda kelak.

Kalau dia ngebales, gimana?

Itu baru di dunia. Kalau Allah yang ngebalesin nanti cemana pulak?
Tahan nih?

Tahankan lah kalau memang Anda sekuat BangSatria Baja Hitam yang mungkin 
juga lumer ketika sekejab menyentuh atom neraka. :-)

***

So, jika Ospek kita masih "Ospek" kayak begini, ya Anda saja lah yang 
ngikutin... :-)

***

Selamat Hari Pahlawan.

No more kekerasan ala IPDN dan Osjur ITB tahun 90-an.

But I see the patterns so far: What you resist, persists. :-)


Allahu a'lam

La haula wa la quwwata illa bilLah

Wassalamu'alaikum wa rahmatulLahi wa barakatuh,

Mohammad Andri Budiman
SI 93
Eks-Asisten Dosen Etika Islam FSRD-ITB
"Bias-Bias Cak Andri"
http://mandrib.kuyasipil.net/
http://mandrib.multiply.com/

Kirim email ke