Rekan Farhan ysh,

Selamat merasa miris. Tidak ada yang melarang. Mungkin itu sudah 
sepantasnya. Mungkin juga tidak. :-)

Saya kira ada banyak cara untuk motivasi. Masalahnya bukan "my way or 
highway" - dan saya tidak sedang berusaha memuaskan kebutuhan seseorang 
selama ybs. bisa mencarinya sendiri. :-)

Saya memberikan opini, yang bisa berbentuk puisi, prosa, satire, 
non-fiksi, dll. Bukan memfitnah. :-)

Bila Anda mengira Cara X lebih baik/lebih bijak/lebih singkat dari Cara 
Y, silakan di-share ke forum. :-)

Saya kira saya sudah cukup hormat kepada Anda dan rekan lainnya. Tidak 
ada istilah lebih tua lebih muda di sini. With all due respect, saya 
tidak minta rezeki saya kepada makhluk. Saya memohon rezeki kepada 
Allah. :-) Klise tapi itulah kenyataannya. Maaf saja bila tidak 
berkenan. :-)

Jadi saya bukan minta rezeki kepada manusia (apalagi oknum pejabat korup 
dan keluarga premannya, kroni, dan konglomerat hitam), binatang, 
tumbuhan, dan makhluk-makhluk lain yang toh bakal meninggal juga. Mohon 
maaf, namun I'm saying (what should be) the obvious, IMO. :-)

Silakan bila mau dikatakan sombong, ujub, sok hebat, ini orang perlu 
segera diazab biar tidak terlalu sombong, dia ternyata orang baik, :-) 
dll. :-)

Bila Anda belum mengenal saya secara pribadi, silakan berpikiran apa 
saja, dan melakukan apa saja, termasuk menyuruh oknum Pemuda Preman 
Bajingan melakukan apa saja terhadap saya. Dengan segala hormat saya 
persilakan dengan senyum simpul. :-)

Bila saya salah seribu malaikat bersumpah bahwa saya benar tidak akan 
berguna. Namun, bila saya benar, sejuta Pemuda Preman Fasik pun insya 
Allah takkan mengubah pendirian saya, selagi Allah masih menjamin 
kebebasan saya menggunakan jari-jari dan nikmat-Nya yang lain untuk 
membasmi korupsi yang sudah membuat rakyat Indonesia yang seharusnya 
berkecukupan ini justru menjadi negara dunia ketiga.

Jadi next time, with all due respect, bila tone Anda masih seperti di 
bawah dan tertuju kepada saya, would you preach anyone else, Sir? :-)

Thank you very much for understanding the obvious (obvious to who? :-)

Deeeeee

Wassalam,

Mohammad Andri Budiman
SI 93
"Bias-Bias Cak Andri"
http://mandrib.kuyasipil.net/
http://mandrib.multiply.com/


>     Rekan Andri,Saya kalau membaca email anda ini kok miris yah. Mungkin
>     saya bukan orang yang termotivasi dengan cara disindir-sindir. Tapi
>     tidak pernah ada kasus orang tidak suka didorong dengan semangat
>     yang lebih positif. Saya pikir akan lebih bijak jika kita
>     menceritakan sukses universitas Barkeley, Univ. Liverpool, MIT, dari
>     sudut pandang yang berbeda. Misalnya dengan memberikan sejarah
>     bagaimana Barkeley akhirnya bisa memperoleh Noble dari yang dulunya
>     belum pernah. Apa yang mereka lakukan dan kenapa mereka akhirnya
>     bisa. Bukan dengan cara mengejek-ejek pake mandi kembang segala.
>     Sudah selayaknya kita terus menyemangati keluarga kita yang sudah
>     corat marit ini dan berhenti untuk saling menghujat-hujat. Kita ini
>     semua sudah keluarga dan tidak perlulah kebiasaan buruk kita ini
>     kita sebarkan ke anggota junior kita.
>     Salam,
> 
>     Farhan Muhammad/Polpot
>     Teknik Mesin 99

Kirim email ke