Assalamu'alaikum Wr Wb,
  
  Al-Quran mengajarkan kepada kita bagaimana berhadapan dengan orang2  yang 
menentang kebenaran.Tidak pernah sekalipun ada tuntunan merusak,  menangkap, 
menghancurkan harta benda dan kehormatan sesama manusia.  Para Nabi mengajarkan 
cara yang elegan, yaitu dialog.Kalaupun dialog  itu buntu...barulah mereka 
menggunakan mukjizat yang mereka miliki.  Itupun dengan catatan, bahwa dialog 
harus dilakukan dalam suasana  tenang, tidak emosional dan saling menghormati.
  
  Nabi Ibrahim melakukan ini di depan Raja Namrudz...
  
  Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya 
karena Allah telah memberikan kepada orang itu kekuasaan.   Ketika Ibrahim   
mengatakan: "Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan," orang itu ( 
Namrudz ) berkata:   "Saya dapat menghidupkan dan mematikan." Ibrahim berkata:  
 "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia 
dari   barat," lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi 
petunjuk kepada   orang-orang yang zalim. (Q.S 2 : 258)
  
  Tidak ada caci maki yang di  lontarkan dari mulut Nabi as, sungutan ataupun 
celaan. Padahal ia di  hadapkan kepada Raja yang sangat kejam saat itu.
  
  Begitu juga tentang kisah Musa as...
  
  Musa menjawab:   "Lemparkanlah (lebih dahulu)!" Maka tatkala mereka 
melemparkan, mereka menyulap   mata orang dan menjadikan orang banyak itu 
takut, serta mereka mendatangkan   sihir yang besar (mena'jubkan). (Q.S 
Al-A'raaf : 116)
  
  Kala itu Nabi as mendatangkan mukjizat yang bisa mengalahkan para ahli sihir 
Fira'aun.
  
  Begitu juga Nabi Muhammad SAW ketika berdialog dengan para Pendeta Nasrani...
  
  Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti   
(penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman  
 kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia. (Q.S 3 : 59)
  
  Nabi SAW diakhir dialognya  mengatakan..." jika memang kalian menganggap Isa 
ibn Maryam adalah anak  Tuhan..mengapa hal itu tidak kalian lakukan terhadap 
Adam ? ".( Adam  yang tidak memiliki bapak dan ibu ). 
  
  Negara memang memiliki hak dan kewajiban menjaga stabilitas masyarakat.  Tapi 
tentunya..langkah-2 yang harus diambil terlebih dahulu harus  sesuai dengan 
akal sehat. Jangan langsung menyatakan sesat, dan diadili  dengan KUHP Penodaan 
Agama. Kalau mereka di adilili karena menodai  agama...lalu bagaimana orang2 
yang merusak rumahnya, mengusir dan  melecehkan mereka ?
  
  Taufikurrahman Ginting
  
  
  
    if (!document.layers)  document.write('')  
  
  
  
  
  
  
 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke