Betul kali kata Bang Ganda ini.
Kalo Bang Andri tak suka gaya bicara awak, anggap aja itu seperti 
orang lain yang tak suka gaya bicara Bang Andri.

Janganlah pulak Bang Andri merajuk, apalagi sakit hati, keluar dari 
milis ini, apalagi sampai memutuskan silaturahmi. Itukan cuma 
pendapat awak, berbeda pendapat itu wajar sajalah, seperti milis 
dewasa yang Bang Andri ikutin.

Insyaallah awak akan cari waktu untuk bersilaturahmi ke Bang Andri 
ini, supaya awak tahu seberapa jauh perbedaan pendapat kita. 
Mudah2an itu bisa meningkatkan keimanan dan ikatan silaturahmi kita.

salam hangat,
Yusri Amsal
TF94

--- In [email protected], "Teuku Gandawan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Ass. Wr. Wb.
> 
> Kok aku rasa jadi lucu dan haru melihat Andri dan Yusri... :)
> 
> Lucu kurasa karena kenapa pulak jadi sibuk memutuskan berbeda sisi
> (tak suka aku memakai kata memutus silaturahmi, di dunia maya
> pulak...).
> Masih ecek-ecek dan santainya obrolan kita di milis ini.
> Dan harusnya "berantam" kita tentang apapun, buat meningkatkan 
iman,
> janganlah buat jalan ke neraka...
> 
> Jadi tak perlu Andri "merajuk", jangan pulak Yusri "kejam kali"...
> 
> Saya ikut juga di beberapa milis yang Andri ikut (tapi banyak diam
> aja...), kesimpulan saya cuma satu, Andri itu unik. Udah... gitu
> aja...
> Cuma kalau boleh saran, kita hidup di dunia ini beragam, ada orang
> syoor ngobrol, saling berajar, ada orang yang malas... bagus awak
> zikir katanya... ha ha ha...
> Jadi belum tentu cocok semua orang dengan gaya Andri...
> 
> Begitu juga jadi tak usah juga Yusri "marah" karena ada orang
> mengatakan aku telah berbuat ini dan itu.
> Biar sajalah... macam-macam model orang... belum tentu juga model
> macam Yusri yang paten dan ok khan... he he he...
> Sangka baik aja, nampaknya syoor kali kawan tu mau berbuat baik...
> jadi agak silap mengekpose diri... tapi percayalah ini cuma cara 
saja
> menunjukkan bahwa aku bukan cuma ngomong, tapi kubuat... canna
> Andri... betul tak?
> 
> Contoh kecil ada di milis angkatan awak.
> Waktu Aa Gym memutuskan mengambil isteri kedua.
> Ada di milis yang maki-maki dan menggunakan bahasa yang sangat 
kotor
> dan keterlaluan.
> Aku marah... tapi bukan karena tak setuju dia menolak poligami.
> Tapi cara dan kata-kata kotornya tidak bisa diterima. Boleh tak 
suka
> tapi pakai cara yang santun. Boleh keras jangan kasar...
> Tak setuju poligami tak apa, tak Islam lagipun saja tak papa... 
karena
> ALLAH membolehkan siapapun menjadi kafir...
> Tapi tak terpikir juga oleh awak waktu itu meminta dia keluar dari
> milis, karena memang tak perlu juga...
> Lagipula akhirnya dia menyadari, yang digugat ke dia adalah cara,
> bukan substansi.
> 
> Jadi macam tuh la...
> Rukun-rukun kita satu iman...
> Capek juga nambah-nambah musuh, apalagi saudara seiman... makin tak
> betul nanti hidup kita...
> 
> Wass. Wr. Wb.
> 
> Ganda - GM'89
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> On Nov 15, 2007 3:53 AM, Mohammad Andri Budiman <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> >
> >
> >
> >
> > BismilLahirRahmanirRahim
> >
> > Assalamu'alaikum wa rahmatulLahi wa barakatuh,
> >
> > Abang dan Kakakku di Milis IMMAM,
> >
> > Terima kasih atas tanggapannya untuk artikel-artikel yang saya 
posting
> > ke milis IMMAM.
> >
> > Kebanyakan - alhamdulilLah - adalah positif dan menyemangati 
kami yang
> > fana ini, terutama, ysh Bang Dody Nasution (terima kasih Bang, 
atas
> > perjumpaan kita yang sangat mengesankan di Jakarta, saya banyak 
belajar
> > dari Abang:-)
> >
> > Di sisi lain, setelah membaca tanggapan Bang Yusri Amsal terhadap
> > tulisan saya yang intinya berkeinginan agar semua pihak 
transparan, mau
> > tak mau awak ni pun miris jugalah. Namun demikian, hak Bang 
Yusri untuk
> > memberi tanggapan apa saja terhadap apapun, sudah sepantasnya 
kita
> > lindungi dan hormati.
> >
> > Akhir tahun 2005, saya mengalami kebangkrutan. Ya, betul: 
kebangkrutan
> > bisnis. Dan insya Allah, saya, sampai sekarang tidak pernah 
meminta
> > bantuan keluarga saya, Abang, dan Kakakku tercinta di milis ini 
karena
> > saya tidak percaya eksistensi deking dan dukun; dan juga kita 
semua
> > (baca: member milis) mengerti bahwa di milis ini tidak ada 
tempat bagi
> > keduanya.
> >
> > Untuk Bang Yusri Amsal, terima kasih atas kuliah etikanya di 
milis IMMAM
> > untuk kami. Dan mohon Abang berkhutbah lagi barang satu-dua kali 
sambil
> > saya mengajak Bang Yusri untuk memberi saya dan keluarga makan - 
karena
> > kebebasan saya untuk mengungkapkan pendapat secara bertanggung 
jawab
> > sudah Abang balas dengan sangat menyakitkan hati kami sekeluarga.
> >
> > Terima kasih, Abang dan Kakakku tercinta. Saya mohon maaf untuk
> > crosspost ke Bang Yusri, Bang Datuk, Bang Safri, dan para 
moderator
> > karena setelah beberapa kali berusaha, entah kenapa surel saya 
tidak
> > masuk di milis ini.
> >
> > Bila kehadiran saya dirasakan mengganggu, ada baiknya Abang dan 
Kakak
> > langsung saja mengeluarkan saya dari milis ini - karena saya 
masih ada
> > 49 milis lainnya - seperti Milis Referensi asuhan ysh. Bang 
Datuk -
> > dimana orang-orangnya telah cukup dewasa untuk menerima 
perbedaan opini.
> > Dan juga terhindar dari sentimen pribadi yang sangat menyakitkan 
hati
> > saya dan keluarga yang notabene hanyalah rakyat-rakyat non-elit 
di Medan
> > ini.
> >
> > Terima kasih atas kesediaan Abang dan Kakak untuk mengeluarkan 
saya dari
> > milis tercinta ini, dan semoga hubungan non-dunia maya kita tetap
> > terjalin, karena memutuskan silaturrahim adalah suatu perbuatan 
yang
> > kurang sesuai dengan rahmat Sang Causa Prima.
> >
> > JazakumulLah khairan katsira.
> >
> > Allahu a'lam
> >
> > La haula wa la quwwata illa bilLah
> >
> > Wassalamu'alaikum wa rahmatulLahi wa barakatuh,
> >
> > Mohammad Andri Budiman
> > "Bias-Bias Cak Andri"
> > http://mandrib.kuyasipil.net/
> > http://mandrib.multiply.com/
> >
>


Kirim email ke