Pak Wawo, Pak Aby, dan Referensiers ysh,
Tergelitik dengan diskusi profesi tua ini, sekaligus melunasi hutang lama kepada Pak RYZ <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/4790>, saya teringat dengan buku yang saya baca sekitar 20 tahun yang lalu. Kalau tidak salah judul bukunya "Tugas Cendekiawan Muslim", karya Ali Shariati yang diterjemahkan oleh Amien Rais. Saya kira rujukannya adalah dari kitab-kitab suci, dan juga Genesis dari Musa, tentang Habil dan Qabil, atau Abel and Cain. Satu sudut pandang Ali Shariati cukup berkesan bagi saya, ketika dikotomi ala Marx mengemuka dalam analisis sejarah masa silam. Ringkas saja saya sebutkan, bila Shariati mengungkapkan 2 profesi tertua di dunia: 'bertani' dan 'memburu'. Atau terkadang saya simplifikasi menjadi: 'reproduksi' vs 'ekstraksi'; 'manaruko' vs 'meramu', 'mengolah dulu untuk mendapatkan hasil' vs 'mengambil apa yang disediakan oleh alam'; negara industri vs agraris, Jawa vs Papua; dst. Dilakukan oleh dua anak manusia: Habil vs Qabil, Abel vs Cain, petani vs pemburu. Akhir cerita telah kita ketahui bersama. Yang menarik adalah penilaian Shariati tentang 'kenapa hasil kedua profesi tersebut menjadi berbeda, walau dilahirkan dari rahim yang sama?'. Suatu penilaian profesi dilakukan, bila kegiatan reproduksi cenderung mengolah dan membina, menjaga dan mengembangkan; sehingga harus 'menentukan batas-batas'. Supaya tanaman tidak dimakan binatang, maka harus diciptakan 'pagar'. Dalam teks masa kini kita sebut sebagai 'teritori' atau 'properti'. Untuk kegiatan ekstraksi, tidak dibutuhkan 'batas'; sebatas kemampuan mengambil dari alam. Dalam teks masa kini kita sebut sebagai 'globalisasi'. Pertanyaan Shariati adalah: kenapa Qabil sang Petani mempersembahkan sayuran layu sesuai pesan ayahnya, sedangkan Habil sang Pemburu atau Peternak mempersembahkan hewan buruan yang gemuk dan segar? Tak lebih karena 'sifat' dari profesi. Untuk kegiatan reproduksi, karena adanya 'properti' dan 'pagar', cenderung bersikap lebih protektif, malah disebutkan dengan istilah 'tamak'. Dalam pola pikir seperti itu, telah dapat memisahkan antara beras dan antah, serta membedakan emas dengan loyang. Untuk kegiatan ekstraksi, karena ketiadaan batas serta meletakkan sepenuhnya pada properti Tuhan, jiwanya cenderung bebas dan merdeka, serta ikhlas. Pertanyaannya adalah: kita berada di galur yang mana? Shariati prihatin bila kita sebenarnya berada pada galur Qabil, karena Habil terbunuh. Artinya: kita adalah keturunan seorang pembunuh yang tangannya berlumuran darah, bermental kerdil yang mementingkan teritori dan pagar sendiri, suka menciptakan 'batas', dst. Bila seandainya Habil tetap hidup dan melahirkan keturunan, tentunya saat ini tidak ada batas properti, batas negara, dst; setidak-tidaknya di dalam hati kita. Mudah-mudahan hal ini dapat menjawab pertanyaan Pak RYZ. Karena Pak BTS dan Pak Aby sudah melontarkan tebak-tebakan, perkenankan juga saya menyampaikan sebuah pertanyaan kepada rekan-rekan : Katakanlah anda sangat kelaparan sudah 3 hari tidak makan. Tiba-tiba ada seorang rekan memberi anda sepotong roti yang lezat, kira-kira mampu mengganjal rasa lapar anda. Ketika anda akan memakan roti itu, tiba-tiba datang seorang miskin yang sangat kelaparan sudah 1 minggu tidak makan. Apa yang anda lakukan dengan roti anda? Butuh partisipasi rekan-rekan. Demikian sementara waktu. Salam. -ekadj 2008/1/11 Hannie Waworoentoe [EMAIL PROTECTED]: > Hengky, wah kok sopan bener anda, > kalau dalam definisi rusuh: the oldest profession is ... pelacur bukan, > oleh karena pertama kali orang menuntut jasa atau ganti jasa yah pada waktu > itu ia melacurkan diri bukan. > Pak Wawo. > > ----- Original Message ---- > From: hengky abiyoso <[EMAIL PROTECTED]> > To: [EMAIL PROTECTED] > Cc: [EMAIL PROTECTED] > Sent: Wednesday, January 9, 2008 5:14:23 PM > Subject: [referensi] Re: ProfesiTertua Didunia dan Pariwisata "VIY 2008". > > *Apa Profesi Tertua Didunia ?* > Ada 3 orang profesional, Dokter, Insinyur Sipil dan Planner duduk > berbincang dan membicarakan tentang apa profesi paling tua dan pertama > muncul didunia ............ .. > Yang Dokter mengatakan "...Menurut Kitab Suci, Tuhan menciptakan Hawa dari > tulang rusuknya Nabi Adam......, dimana jelas bahwa itu memerlukan pekerjaan > operasi klinis..... jadi maka kedokteranlah yang merupakan profesi paling > tertua didunia....." . > Lalu yang Insinyur Sipil menyanggah dengan mengatakan : " Didalam Kitab > Suci juga disebutkan bahwa sebelum diciptakan manusia ..... Tuhan telah > lebih dulu menciptakan 'Keteraturan' ..... seperti dengan masing-masing > bintang, planet dan satelit-satelitnya berputar pada garis edar > masing-masing dan langitpun menjadi jernih ......dari keadaan semula.... Big > Bang yang menyebabkan ledakan besar, debu serta material langit memenuhi > ruang angkasa yang kacau-balau. ........ yang itu adalah merupakan pekerjaan > teknik sipil terbesar yang pernah ada... dan sekaligus membuktikan bahwa > Teknik Sipillah profesi yang tertua didunia ........... > Mas Planner tak mau kalah.. dan dengan senyum kemenangan mengatakan : > "... Ya... tapi anda berdua musti ingat Bung.... anda pikir siapa yang > pertama kali menciptakan keadaan Tidak Teratur dan Kacau Balau itu?.....". > > * * * * * > . > > >
