Salam dan Shalawat,

Kisah bomber Bali cs memasuki episode berikutnya. Tiang gantungan tampak nya 
tidak menyurutkan semangat jihad dari Jammaah Bomber Bali cs. Diperkirakan, 
akan semakin banyak lagi orang2 yg bersedia mengikuti langkah mereka, apalagi 
bumbu-bumbu heroisme dan keindahan surga di tebar dan digambarkan dengan sangat 
apik oleh bomber Bali cs. Media pun terkecoh...Mereka memanfaatkan media 
sebagai iklan Jihad. Lalu bagaimana ? Jihadkah ? atau salah kaprah kah ? atau 
pelanggaran hak makhluk kah ? 
 
"....perselisihan tidak akan hadir jika orang bodoh angkat bicara...' Sayyidina 
Ali kw
 
Perang sbg Alat Bertahan
 
Jihad dalam khazanah keilmuan Islam memang menjadi isu menarik dan 
kontroversi...jika lebih di kerucutkan, maka sub-topik nya adalah  Jihad 
tentang Perang. Maka pasca wafat nya Rasul, Perang selalu hadir dalam kehidupan 
dunia Islam...sangat dekat. Dengan alasan2 beragam, tentunya sesuai pemahaman 
masing2 kubu. Islam memandang perang sebagai jalan akhir ketika semua jalan 
perdamaian sudah tertutup. Ketika kaum Tiran melakukan pengkhianatan terhadap 
keadilan, maka perang dibenarkan untuk menuntut balas dan menciptakan 
perdamaian. Maka dalam sejarah nyasebenar nya para Nabi, Rasul dan Khalifah2 
nya juga melakukan peperangan dan tentunya mereka  menujukkan tatacara 
berperang yang baik sbg pedoman bagi umat manusia.

Rasul SAAW juga menunjukkan itu. Ia berperang demi menuntut balas dan 
mengembalikan kehormatan kaum muslim yang di rampas hak-hak dan kehormatan nya. 
Pasukan Muslim menyetop khafilah Musyrikin dan mengambil harta benda mereka 
sebagai harta rampasan perang. Tidak berhenti sampai disitu, bahkan Islam juga 
mengatur bagaimana membagi harta rampasan perang ini. QS. Al-Anfaal 41 " 
Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan 
perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, 
anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada 
Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari 
Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala 
sesuatu. 
 
 

Perang Ofensif [ Mendahului Perang ]
 
Kalau di atas banyak di bicarakan tentang Perang karena mempertahankan diri, 
maka disini akan di bicarakan tentang Perang Ofensif, yaitu mendahului perang. 
Ilmu tentang ini bisa dilihat pada kisah Nabi Sulaiman. Saat ketika beliau 
mendapat informasi bahwa Negeri Saba' menyembah matahari dan dipengaruhi oleh 
Iblis, maka beliau mengirimkan surat yang memerintahkan Negeri itu untuk tunduk 
kepada kekuasaannya. Ketika utusan Balqiz datang sambil menyerahkan hadiah, 
beliau berkata :

Q.S [27:37] Kembalilah kepada mereka sungguh kami akan mendatangi mereka dengan 
balatentara yang mereka tidak kuasa melawannya, dan pasti kami akan mengusir 
mereka dari negeri itu (Saba) dengan terhina dan mereka menjadi 
(tawanan-tawanan) yang hina dina".
 
Sebagaimana kita tahu, bahwa Sulaiman dan Balqiz sama sekali tidak memiliki 
masalah apapun, bahkan awal nya tidak saling kenal. Bagaimana mungkin Balqiz di 
wajibkan tunduk kepada Sulaiman ? Nah...disini lah berfungsi nya otoritas Ilahi 
lewat tangan kenabian Sulaiman. Bahwa perang jenis ini hanya bisa dilakukan 
oleh para Nabi dan orang2 yang memiliki otoritas penuh dari Tuhan...saat ini, 
dipastikan hal itu tdk akan mgkn terjadi, kecuali Imam Mahdi hadir.

PBB juga sebenarnya sudah membuat aturan2 tentang perang, yang kalau kita 
perhatikan maka kita akan menemukan keselarasan aturan2 PBB dengan aturan2 
Islam. Salah satu nya adalah bahwa dilarang memakai anak2, wanita dan orang 
jompo dalam komponen2 perang. Juga di lindunginya Tim Kesehatan dan media untuk 
bebas dari target perang. Bahwa perang hanya dapat di lakukan di medan perang 
dan berperang dengan pasukan perang. Q.S (Surat Al-Baqarah: 190) "Wahai kaum 
mukminin! Berperanglah di jalan Allah dengan orang-orang yang memerangi kalian, 
tetapi janganlah kalian melampaui batas " disini lah pentingnya memahami makna 
'melampaui batas'...bahwa bertempur lah dengan ahli militer, bukan dengan 
orang2 yang tidak memiliki keahlian bertempur.

Perang Bomber Bali cs 

Bomber Bali dalam statement2 nya mengatakan bahwa target mereka adalah Amerika. 
Maka mereka menargetkan semua yang berbau Amerika. Bahkan beberapa target, 
ternyata gereja juga menjadi sasaran. Padahal, apa hubungan antara Amerika dan 
Gereja. Karena terdesak di Afghanistan oleh NATO dan di Pakistan juga tidak 
nyaman karena berkuasanya Bhutto Family, mereka memperlebar wilayah perang ke 
Bali. Padahal di Bali sama sekali tidak ada pasukan Amerika. Mereka juga bukan 
Nabi yang memiliki otoritas Ilahi dengan membunuh orang2 yg tdk ada hubungannya 
dengan pasukan Amerika. Kalau mereka mengebom diskotik di Bali sbg sebuah 
alasan...mengapa tidak mengebom pangkalan militer Amerika ? Dan seenak nya saja 
bicara bahwa "...orang2 sipil yang terbunuh di diskotik itu adalah urusan saya 
dengan Tuhan...". Statement yang tidak pernah di ucapkan oleh Nabi SAAW 
sekalipun...sombong

Jamaah Pengebom ini memiliki ciri2 yang sama di belahan dunia. Kemarin seorang 
wanita usia 13 tahun meledakkan dirinya di tengah pasar Baghdad dan menewaskan 
60 orang. Modusnya adalah bom rentetan. Bom pertama di picu untuk menciptakan 
pengumpulan orang2 yg membersihkan dan menolong korban. Ketika ada keramaian, 
maka bom kedua di picu yg pasti memakan korba lebih banyak lagi. Padahal, apa 
hubungannya orang2di pasar yang lagi belanja dengan pasukan Amerika ? Apa 
hubungan anak2 yang dan wanita2 tua yang lagi belanja dengan Pasukan Sekutu ? 
Atau mereka di bom karena mereka adalah kaum Muslim yang berbeda pandangan 
politik dan keagamaan..? Apa mereka memiliki otoritas seperti Sulaiman yg 
berhak menghakimi orang lain adalah salah dan harus di pukul dengan bom2 tsb..?

Selamat Berjuang Bomber Bali cs

Selamat berjuang di alam lain Bomber Bali cs....ternyata perlu ilmu dan ikhlas 
untuk mendapat syahid..

vic


      Coba Yahoo! Messenger baru

Kirim email ke