AAHHH, PAKAI TURBO!
Suzuki Satria F150

 
Boost 0,7 bar putaran mesin tembus 13ribu rpm lebih
 
Ganti aliran menjadi 'blow through'
 

Selesai sudah 'hutang' Faisal kepada OTOMOTIF. Tunggangan Suzuki Satria F150 yang dijanjikan mengusung turbo kelar juga digarap. "Saya begadangin tiap malam biar tuntas," jelas salah satu tuner di Automora, Bungur, Jakpus ini.

Bukannya apa-apa, pemilik ayam jago pabrikan Suzuki ini juga penasaran dengan proyek forced induction yang bisa dibilang belum pernah dibuat orang. "Kalau nempelin turbo di mobil pelanggan sudah bosan, kenapa giliran di motor enggak dicoba," tuturnya dengan raut muka kurang tidur.

"Aahh, pakai turbo!," kaget orang-orang yang melihat proyek edan Automora ini.

TAHAN KEBOCORAN
Dibandingkan dengan konsep awal, rombakan yang sekarang agak berbeda. Baik dari cara kerja hingga penempatan rumah keong di tubuh Satria. Pada racikan pertama, turbo dibuat model drough through alias menyedot udara dan bensin sekaligus. Secara prinsip sudah berhasil namun konsumsi bahan bakar yang mencapai perbandingan 1 liter bensin untuk 1 kilometer membuatnya 'gerah'.

Sekarang dibuat model blow through. Artinya, hanya udara murni yang ditiupkan oleh turbo dan kemudian 'menabrak' campuran karburator Keihin PWL 26 mm. Dengan boost (embusan) mencapai 10 psi, cukup kuat untuk membanjirkan bahan bakar di karburator.

Namun, racikan dengan gaya blow through ini juga memberi konsekuensi lain. "Main jet harus ekstrabesar agar di putaran tinggi tidak terlalu lean," jelas Taufik F. Rangkuty, juragan Automora yang menjadi dalang dari proyek Satria turbo ini. Ditambah lagi dengan penambahan pressure box semacam filter udara customized yang tahan bocor saat turbo bekerja.

Sebab, percuma saja bila udara bertekanan yang dihasilkan rumah keong akan merembes dari celah-celah sambungan di pressure box. Termasuk sambungan pipa yang menuju turbo di sebelah blok mesin juga dipastikan sealed.

Pemakaian turbo buatan IHI (Jepang) dengan seri RHB ini sebenarnya masih agak ngoyo. Ini turbo buat mesin mobil cc kecil (sekitar 600 cc), jadi tekanan maksimal (10 psi) baru nongol saat mesin berputar di 6.000-7.000 rpm.

Masih ada beberapa penyempurnaan yang akan dilakukan. seperti sistem pengapian yang belum dilengkapi retarder, kompresi mesin masih standar pabrik serta intercooler yang tak bisa terpasang. "Belum dapat yang kecil dan ini pun akan makan tempat cukup banyak," terang Taufik lagi.

Ssttt, intip soal performa dan test ride-nya di edisi depan!
Kl:X ([EMAIL PROTECTED])

Foto: Johan Samiri

--
-Andry-
http://mod-inbike.fotopic.net/
http://www.inbike.org
-RIDE SAFE RIDE SMART-
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena Anda tergabung pada grup Grup Google "InBike Community" grup.
 To post to this group, send email to [email protected]
 Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
 Untuk pilihan lainnya, lihat grup ini pada http://groups.google.com/group/Inbike
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke