http://www.kompas.com/kompas-cetak/0603/06/metro/2491745.htm
 
Metropolitan
Senin, 06 Maret 2006

Polisi Gadungan Dibekuk Melakukan Pemeriksaan Kendaraan di Jalan-jalan

Tangerang, Kompas - Aparat Kepolisian Sektor Kota Ciledug, Minggu (5/3) dini hari, meringkus dua lelaki yang mengaku anggota polisi. Mereka ditangkap karena datang ke polsek untuk meyakinkan pengendara yang mereka razia bahwa keduanya benar anggota kepolisian setempat. Akan tetapi, petugas jaga curiga dan menangkap mereka.
 
Kepala Polsek Kota Ciledug Ajun Komisaris UA Triyanto yang dihubungi semalam membenarkan adanya penangkapan tersebut. Polisi gadungan itu beroperasi di sekitar supermarket Giant di kawasan Kreo, Ciledug, dengan menggunakan baju preman saat merazia korban mereka.
 
Diduga teman-teman mereka berkeliaran di jalan-jalan. Polisi hingga semalam masih menelusuri kemungkinan adanya polisi gadungan lainnya.
 
Berkaitan dengan kejadian itu, Triyanto mengimbau pengendara kendaraan bermotor untuk tidak percaya begitu saja saat ada orang mengaku polisi lalu merazia kendaraan, dengan menggunakan baju preman.
 
Dalam sebuah operasi, entah simpatik atau lainnya, pasti kami mengerahkan polisi berseragam selain polisi berpakaian preman. Yang memeriksa surat kendaraan adalah polisi berseragam, yang pakaian preman tidak melakukan itu, katanya.
Diperoleh informasi, sebelum penangkapan itu, beberapa warga mengeluh pernah menjadi korban razia polisi gadungan di sekitar Kreo.
 
Tiga orang ditilang
 
Sebelum ditangkap petugas jaga Polsek Ciledug, SS yang berasal dari Medan dan Pr, warga Tanah Kusir, Jakarta Selatan, malam itu mengaku sudah menilang tiga pengendara sepeda motor. Dua korban di antaranya Randu dan M Ridwan, warga Ciledug.
 
Pengendara sepeda motor yang ditilang dalam waktu berurutan itu ketika itu diberhentikan SS saat hendak membeli roti bakar di Kreo. Entah dengan alasan apa, Randu yang kena tilang itu menyerahkan surat tanda nomor kendaraan (STNK) motornya. Randu kemudian menyerahkan sepeda motornya.
 
Namun, korban Ridwan tak mau percaya begitu saja. Untuk mengecek kebenaran operasi razia tersebut, ia ikut dengan kedua polisi gadungan itu ke markas polisi. Ketika salah seorang yang mengaku polisi itu tak tahu lokasi Markas Polsek Ciledug, Ridwan mulai curiga.
 
Begitu sampai di markas polsek, Pr mencoba meyakinkan Ridwan agar segera melapor ke petugas jaga. Pelaku SS berada di belakang Pr. Namun, para penjahat itu tak pandai menyusun kalimat yang tepat untuk menjelaskan maksud kedatangan mereka ke kantor polisi.
 
Kepada petugas jaga, mereka mengabarkan adanya hasil tilangan, padahal petugas patroli Polsek Ciledug yang kadang-kadang merazia pengendara motor belum datang. Petugas pun curiga.
 
Kejadian itu dilaporkan kepada Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Ciledug Inspektur Satu Krismi Widodo yang sedang berada di markas. Stafnya kemudian meminta keterangan dari dua polisi yang tidak bisa menunjukkan bukti sebagai polisi itu. Petugas reserse lantas menahan kedua tersangka tersebut. (TRI)



----


Yahoo! Mail
Bring photos to life! New PhotoMail makes sharing a breeze.

----------------------------------------------------------------------

Motto: "Hospitality, Safety & X-tra smile"

Kunjungi : http://hsx125c.multiply.com/

"ASK NOT WHAT YOUR COMMUNITY CAN DO/GIVE FOR YOU BUT ASK WHAT YOU CAN DO/GIVE FOR YOUR COMMUNITY"

----------------------------------------------------------------------




SPONSORED LINKS
Indonesia Ahm


YAHOO! GROUPS LINKS





--
-Andry-
<miliser/googler/surfer>
http://mod-inbike.fotopic.net/
-RIDE SAFE RIDE SMART-
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena Anda tergabung pada grup Grup Google "InBike Community" grup.
 To post to this group, send email to [email protected]
 Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
 Untuk pilihan lainnya, lihat grup ini pada http://groups.google.com/group/Inbike
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke