Any comment soal klakson ?
Source : http://www.honda-tiger.or.id/forum/archive/index.php/t-11364.html
Setelah beberapa minggu menggunakan klakson "Super Keras"/"Big Boom"
(mis. hella,stebel,fiamm,horn blaster..dll) output = 115-150 dB/frek.
400 - 700 Hz. Ternyata ditemukan banyak dampak/efek positif,disamping
efek negatif terhadap diri kita sendiri (pemakai motor/tiger) maupun
pengguna jalan lainnya.
Efek positif dari penggunaan klakson besar tsb. ;), diantaranya :
1. Kebanyakan kecelakaan terjadi pada pengguna sepeda motor bebek/sport
(biker),75% diakibatkan kelalaian pemakai jalan yang lain, misalnya :
disenggol/diserempet/diseruduk,ditabrak depan atau belakang oleh
mobil/bus/truk/angkot
Hal ini terutama diakibatkan karena pemakai jalan lain terutama
kendaraan roda empat atau lebih kadang2x mengalami kesulitan untuk
menentukan posisi kendaraan kita (motor) yang notabene lebih kecil dan
posisinya dijalan selalu cepat berubah.
Dengan penggunaan klakson besar dapat memberikan warning yang jauh
lebih baik kepada pengguna kendaraan roda empat (driver) sehingga dapat
meminimalisasi resiko (nomor 1 diatas) tsb.
Sesuai pengalaman sebagai biker maupun driver, biasanya sebagai driver,
kita mengalami kesulitan menempatkan posisi kendaraan kita karena
lebar/panjang kendaraan kita dan terlalu banyak area yang harus
diwaspadai misalnya bagian kiri,kanan,depan dan belakang mobil, dimana
bagian-bagian tersebut jangkauan penglihatannya kurang bebas.
Biasanya selain mengandalkan mata, kita (driver) pun mengandalkan
telinga, kita dapat menentukan ruang yang akan diberikan kepada
kendaraan lain, dari besar/kecilnya klakson yang kita dengar, misalnya
jika kita sedang konsentrasi ke bagian kiri mobil, ternyata kita
mendengar suara klakson bus/mobil dari arah kanan mobil (dimana tidak
sempat lagi untuk melihat kaca spion kanan atau adanya blind spot),
maka biasanya driver akan memberikan ruang (space) yang lebih
besar,agar terhindar dari resiko tabrakan.
Nah..jika ternyata hanya motor (biker) yang lewat, maka bisa
dibayangkan ruang jalan yang kita dapat untuk menghindari resiko
tabrakan tersebut :D !!
(asyik,bisa lebih santai bawa motornya, Bro!!, ga usah pake manuver
yang susah-susah untuk menghindari tabrakan, karena ruang jalan yang
sudah besar)
2. Lainnya, jika pengemudi kendaraan roda empat (driver) mengantuk,
- atau sedang asyik ber-HP ria (spt yang kita sering temukan skrg di jalan/kuningan/sudirman, dllnya),
- atau sedang meleng kiri kanan ga jelas,baru bisa bawa mobil/bus,
- atau sedang ngutak ngatik stereo FMnya yang baru dengan ruangan super
kedap suaranya (spt yang juga sering kita temukan pada mobil2x mewah
keluaran skrg),
- atau sedang berantem ama pacar/istrinya dimobil,
- atau lagi budeg gara-gara suara mesin kendaraan (mis.bus/truk/metromini) yang kelewat besar/gede
Bisa kita (biker) tarik perhatiannya (lebih) dengan menggunakan klakson
besar ini, dan terhindar dari resiko kecelakaan yang lebih parah !!
3. Pengguna jalan lainnya, misalnya penyeberang jalan raya, pejalan
kaki, penyebrang dengan menggunakan gerobak dorong/angkut, tukang baso,
tukang pisang, tukang nasgor, dll., kadang-kadang suka seenaknya/kurang
waspada menyeberang jalan tanpa melihat dulu posisi kendaraan yang akan
melintas jalan tersebut. :eek:
Sesuai pengalaman sebagai biker, misalnya kita telah melihat
penyeberang jalan raya tersebut, kita telah mengurangi kecepatan, dan
siap mengerem, namun karena kita berada dijalur cepat, walaupun kita
tidak sedang kencang/ngebut, kadang2x kita bisa juga kagok, atau salah
perhitungan dalam melakukan jarak pengereman (maklum cuman manusia),
karena dengan tiba2x dan memaksa di penyeberang itu menyeberang jalan.
Kalau tidak penyeberang itu yang tertabrak parah, mungkin kita (biker)
yang terjatuh gara-gara rem terkunci, untuk menghindari tabrakan !!
Nah..walaupun kita bakal kena omelan oleh penyeberang jalan tersebut,
gara2x dianggap nyombong pake klakson "Super Keras", dan membuat kaget
mereka, tapi itu pasti akan jelas menarik perhatian mereka dan mereka
akan dengan segera MELIHAT posisi kendaraan kita, dan itu tidak akan
sebanding jika kita sampai menabrak penyeberang jalan tersebut
gara-gara kelalaian dia atau kita sendiri, atau jika kita terjatuh,
luka dan motor rusak, gara-gara menghindarinya (diriku yakin banyak Bro
yang mengalami pengalaman ini, karena perilaku disiplin lalu lintas
orang-orang di negara kita masih sangat payah dan berbahaya untuk dia
sendiri ataupun orang lain).
Memang tidak tertutup efek negatif dari penggunaan klakson "Super
Keras" ini, tapi pengalaman sebagai biker ternyata untuk dibeberapa
ruas jalan raya yang besar/lebar (misal. jl.sudirman/kuningan dan
tempat macet lainnya) penggunaan klakson mobil/klakson keong suara
medium kurang efektif untuk memberitahukan pengguna jalan lainnya untuk
memberitahukan posisi kendaraan kita (motor yang kecil, dan cepat
berubah posisi).
Nah namun semuanya dikembalikan kepada Bro sekalian mana yang lebih
efektif dan lebih positif, apakah tetap dengan klakson standar ditengah
suara bising bus metromini dan klakson lainnya yang saling bersahutan,
dan suara deru ratusan mobil disekitarnya sehingga klakson kita tidak
kedengaran, atau beralih menggunakan klakson "Super Keras" ini.
Terima kasih atas atensi dari Bro sekalian yang udah membaca isi surat (thread) ini yang panjang .:yawinkle:
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena Anda tergabung pada grup Grup Google "InBike Community" grup.
To post to this group, send email to [email protected]
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk pilihan lainnya, lihat grup ini pada http://groups.google.com/group/Inbike
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
- [InBike] Klakson ... tot tot tot !!! -mod-
- [InBike] Re: Klakson ... tot tot tot !!! adhie subiantoro
- [InBike] Re: Klakson ... tot tot tot !!! dicky . dewa
- [InBike] Re: Klakson ... tot tot tot !!! fadli s
- [InBike] Re: Klakson ... tot tot tot !!! dicky . dewa

