maaf oot ya om bro n tante sis...

Jalanan lebar, lurus dan agak lengang seakan mengundang pengendara kendaraan menarik gas dalam-dalam. Itulah kenyataan yang sering kita temui, terutama pada pengendara kendaraan roda dua. Kecepatan maksimum bagi rata-rata pengendara lain, buat mereka yang adrenalinnya gampang naik, justru jadi batas terendah. Tak pelak lagi, bawaannya ingin menyalip melulu.

Tadi malam saya melintas di jalan depan perumahan di Kalimalang. Jalan ini sejajar dengan kali yang malang. Waktu itu sekitar jam sebelas malam. Jalanan lebar dan cukup lengang, namun agak remang-remang karena penerangan kurang. Sebuah pick up berjalan dengan kecepatan sedang, saya nyalakan lampu sein kanan memberi tanda hendak mendahului. Gas saya tarik, motor mulai menyalip. Sebelumnya saya pastikan cukup aman mengambil jalur kanan.

Baru setengah badan pick up, telinga saya mendengar suara knalpot motor bebek meraung kencang dari arah belakang. Dari beberapa saat tadi knalpot ini menggerung-gerung seakan memberi sinyal tak sabar hendak melesat ke depan. Benar saja, raungan panjang knalpot terdengar makin dekat ke telinga. Reflek, mata saya menegaskan kembali kondisi jalur sebelah kanan.

Saya terkesiap! Dua buah sinar terang melaju mendekat. Jaraknya tak lebih dari sepuluh meter. Sekelebat saya menangkap bayangan penyalip terkaget sehingga motornya oleng, sepertinya hendak menghindar ke arah kanan. Pengendara motor yang dari depan juga terkejut, namun dia tak sempat bereaksi apa-apa. Astaghfirullaaahal'adziem... Begitu saja mulut saya berseru kencang memohon ampunan. Suara benturan benda keras, terdengar seakan merobek gendang telinga. Menggedor pintu hati. Tiba-tiba nyeri seketika menjalar. Kaki menginjak rem, mata menyigi kondisi. Motorpun saya pinggirkan.

Kalau saja, pengendara bebek tadi menunda menyalip barang satu dua detik untuk memastikan jalur kanan memang benar-benar aman. Kalau saja, penyalip tadi sebelum memutar kontak menyalakan mesin ingat bahwa pengendara lain juga sangat berhak selamat dalam perjalanan. Kalau saja saat melaju pertama dia berpikir bagaimana kalau dia berposisi sebagai korban kecerobohan pengendara lain.

Sayang sekali, jarum waktu tak mungkin diputar kembali. Kalau saja penyalip tadi sempat berpikir kalau saja.... Padahal dengan kalau saja satu langkah telah dimulai untuk berhati-hati. Dan orang lain - atau bisa jadi suatu waktu orang yang kita cintai - tidak akan menjadi korban kebodohan diri sendiri.

-yang jadi ga bisa tidur semaleman mikirin kecelakaan, jadi ngantuk berat hari ini-
--

Stones taught me to fly
Love taught me to cry
Life taught me to die
____________________
http://www.rumahsenja.com
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena Anda tergabung pada grup Grup Google "InBike Community" grup.
 Untuk mengirim pesan ke grup ini, kirim email ke [email protected]
 Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
 Untuk pilihan lainnya, lihat grup ini pada http://groups.google.com/group/Inbike
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke