| |
Setelah
difoto sembunyi-sembunyi oleh Honda, gantian Yamaha menguping.
Garputala menganalisa teriakan mesin Honda RC21V. Yamaha ngumpulin
data kelemahan dan kelebihan Honda dengan teknologi Formula 1. Dua hari
sesi latihan bebas di Losail, Yamaha mempelajari gelombang suara mesin
RCV lewat komputer. Mereka cari tau berapa putaran mesin, waktu pembakaran dan perpindahan gigi pada mesin RC211V.
Hasilnya, Valentino Rossi juara lagi. Juara karena mampu memadukan
keterampilan membalap nyaris 110 persen dari kemampuannya. "Kami
bangun dari mimpi buruk di Jerez. Masalah getaran di M1 hilang. Kini
mereka (lawan) tau perfoma M1 tak bermasalah," ujar Rossi yang mengukir gelar ke-54-nya. Rossi menyamai sang Maestro, Mick Doohan.
Tapi apa betul YZR-M1 versi 2006 udah sempurna? Tunggu dulu, belum tentu! Bisa jadi Rossi dibantu rangka 2005. Jika tidak, mustahil ia start di grid
ke-6. QTT, 'The Doctor' buruk. Karena M1 terus bergetar ditempatkan
pada racing line (lihat tulisan edisi lalu). Satu lagi, cuma Rossi yang
melejit. Sementara, rekan setim Rossi, Colin Edwards dan duet Yamaha
d'Antin, Carlos Checa dan James Ellison, melempem.
Mungkin setelah mencuri dengar, Yamaha tau
RC211V 2006 Hayden dan Dani Pedrosa tak banyak berubah dari musim
sebelumnya. RPM, waktu pengapian dan perpindahan gigi di Qatar sama
dengan tahun lalu.
Kalo gitu, pake aja mesin
tahun lalu. Toh, 2005 Rossi juara di trek 5.380 meter itu. Artinya,
Rossi akan terpompa dengan kemampuannya di atas rata-rata. RC211V bisa
dikalahkan dengan otak Rossi. Coba, baca juga Manfaat slip stream di halaman ini.
Lagian berisiko mempertahankan gengsi pakai motor 2006. Rangka masih bermasalah di soal understeer dan jika dipaksa sasis bakal bergetar hebat. Soale,
Losail butuh grip lebih karena trek dikotori pasir dan panas menyengat.
Tapi, jika mereka menambah grip, beresiko getaran terasa. Melebihi
guncangan di Jerez.
Jalannya lomba pun menggambarkan performa M1. Rossi pun tak semulus
yang dikira. Ia bekerja keras. Ia ke depan karena tampil 110 persen.
Coba tengok, Rossi hanya sekali ngerem saat masuk tikungan, sisanya langsung gas pol! Bandingkan dengan Hayden di tengah tikungan masih sempat memijat rem.
Amati monitor TV menayangkan grafik gas dan rem Rossi dibanding Nicky Hayden. Terlihat Rossi ngerem
lebih lama dan buka gas lebih cepat ketimbang Hayden. "Aku berusaha
keras mengejar Rossi. Tapi ia membalap seperti kesetanan. Yang dia tau
cuma ngegas, ngeremnya malas," aku Hayden. Bahkan sampai finish Rossi tetap
nunduk karena khawatir Hayden menyodok.
|