Dear Brothers InBike,

 

Sekedar saran dan usulan mungkin ini bisa dijadikan agenda BakSos berikutnya?

Terima kasih...

 

 

Salam,


From: Mohammad Lukman Dwinanto
Sent: Thursday, April 27, 2006 10:40 AM
To: All Agent Customer Care; All Users Call Center Teleperformance
Subject: Buruh pelabuhan kelaparan

 

Assalamualaikum...

Dear all..

Berikut ode di negeri yang bergunung emas dan berlautan minyak, saya kutip dari KOMPAS hari ini...

[55.13] Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Mohon maaf jika kurang berkenan

 

 

Ribuan buruh panggul bongkar muat kayu di Pelabuhan Sunda Kelapa mengalami kelaparan sejak empat bulan lalu. Selama kurun waktu itu, hampir tak ada kegiatan bongkar muat kayu di pelabuhan yang berdiri  sejak 1527 ini. Tragisnya, kelaparan ini menyebabkan  dua orang buruh lepas meninggal dunia.

 

Sengkala dan Wargono, nama dua buruh lepas yang meninggal dunia  tersebut. Mereka ditemukan telah terbujur kaku oleh sesama buruh  pelabuhan di emperan pelabuhan. Wargono ditemukan meninggal dunia  pada Januari lalu, sementara Sengkala meninggal satu bulan kemudian. Menurut, Aminudin, rekan korban sesama buruh, sebelum meninggal kedua buruh ini  sakit karena kurangnya asupan makanan ke tubuh  mereka.  Karena tak punya uang untuk berobat, mereka hanya bisa pasrah ketika sakitnya semakin parah. Statusnya sebagai buruh menyebabkan mereka juga tidak mendapatkan bantuan pengobatan seperti buruh tetap di pelabuhan itu. "Jangankan untuk bantu mereka berobat, untuk makan saja kami pun kesulitan," ujar Aminudin (56) saat ditemui Warta Kota, Rabu (26/4) di Pelabuhan Sunda Kelapa.

 

Selama empat bulan terakhir ini, katanya, tidak ada sama sekali kapal kayu yang datang. Akibatnya, banyak buruh yang kelaparan dan terpaksa pulang kampung. Bagi yang tidak punya uang untuk pulang kampung terpaksa bertahan di pelabuhan sambil berharap ada kapal kayu yang sandar.

Aminudin,  asal Semarang, Jawa Tengah, ini  mengatakan, sebagian besar para buruh mencoba bertahan, hidup dengan menjadi pemulung.  "Kalau malam kami nyari botol di sekitar pelabuhan. Saya sendiri biasanya nyari barang bekas di daerah Kota," tandasnya.

 

Pada siang hari, mereka akan menghabiskan waktu di pelabuhan tanpa kegiatan berarti. Mereka hanya menunggu dan berharap ada kapal kayu yang datang. Penghasilan sebagai pemulung tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Dia mengaku harus menghidupi enam orang anak dan satu istri. "Saya terkadang bisa tidak makan selama dua hari,

uang yang saya dapat semuanya saya berikan pada istri untuk kebutuhan makan anak-anak. Saya sendiri gak apa-apa kalau enggak makan," ujarnya sambil meneteskan air mata. Siapa yang tak sedih, katanya, setiap kali pulang, anaknya  merengek bilang lapar... lapar. "Terkadang anak-anak saya hanya makan nasi jagung," ujar pria yang mengontrak rumah di daerah Kaliriung, Pasar Ikan, ini.

 

Aminudin menceritakan, anaknya yang paling besar terpaksa putus sekolah setelah tamat SMP karena tak ada biaya untuk melanjutkan sekolah. Anak sulungnya itu kini jadi pemulung untuk membantu keuangan keluarga. Selasa (25/4) ada sebuah kapal kayu yang datang dari Riau. Ratusan buruh pun bisa bekerja kembali. Dengan upah  Rp 50.000, mereka  cukup tenang. Selama dua hari ke depan paling tidak mereka masih bisa makan.

 

Di pelabuhan ini ada sekitar 6.000 orang buruh yang sebagian besar mendapat uang dari upah bongkar muat kayu. Akibat sepinya pasokan kayu di pelabuhan ini, ratusan sopir, kernet, dan kuli susun kayu di truk-truk pengangkut  pun kelimpungan.  "Sekarang saya lebih sering mungut sampah karena nggak ada mobil yang angkut kayu," ujar  Fana, kuli truk. (M2)

 

http://www.kompas.com/metro/news/0604/27/082104.htm

 

Mohammad Lukman Dwinanto

Gedung C. Lantai 2


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda tergabung dalam milis Indosat Bikers Community (INBIKE)
-----------------------------------------------------------------------------------------------
hapus reply email yang tidak berguna untuk efisiensi email
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk mendaftar kirim email data diri ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar milis kirim ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk mengirim ke milis email ke [email protected]
http://www.inbike.org
http://inbike-2006.fotopic.net
http://inbike.multiply.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
=================================
scanned by Indosat TM-IMSS System

Kirim email ke