28/08/2006 13:42

Sial Gara-gara Bapak Jenderal
Penulis: Kemas Irawan Nurrachman - detikcom

Jakarta, Di sebuah jalan, seorang polisi lalu lintas tampak kebingungan. Padahal ia baru saja berhasil menangkap buruannya yang menerobos lampu lalu lintas saat menyala merah. Tapi bukannya langsung menilang si pengendara motor nakal, polisi malah bengong.

Ternyata di motor yang melaju kencang itu tertempel stiker bertuliskan "Ini Motor Bapak Saya, Bapak Saya Jenderal". Tidak lama setelah bengong, polisi pun dengan ragu bertanya kepada si pemilik motor. "Apakah anda memang anak jenderal," tanya polisi itu.

Si pemilik motor dengan polosnya menjawab tidak. Mendapat jawaban itu, si polisi lantas marah-marah. Ia meminta si pemilik motor menyopot stikernya. Tanpa ragu lagi ia pun menilang si pengendara. "Kalau bukan anak jenderal, jangan ngaku-ngaku," bentak polisi pada pemilik motor.

Begitulah pengalaman Fanny, seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di Jawa Tengah tentang salah satu stiker yang pernah menempel di motornya. Hari itu memang menjadi hari sial bagi Fanny. Ia nekat menerobos lampu merah gara-gara tidak ingin terlambat kuliah.

"Saya juga bego bilang kalau memang bukan anak jenderal. Sebenarnya kalau ngaku pasti nggak dimarahin dan ditilang ya," kata Fanny terkekeh mengenang pengalaman itu.

Meski pernah sial gara-gara stiker, Fanny tidak kapok mengoleksi stiker motor. Rata-rata tulisan stiker Fanny unik. Selain Bapak Saya jenderal, ada juga yang berbunyi "Hati-Hati Motor Boleh Ngutang", "Kecuali Cewek Cakep Dilarang Naik Motor Ini", dan "Yang Naik Motor Ini Orang Ganteng".

Fanny sendiri mengaku paling menyukai tulisan "Yang Naik Motor Ini Orang Ganteng". Mahasiswa asal Jakarta itu juga menuturkan memasang stiker untuk mengingatkan temannya agar tak sembarangan saat meminjam motornya. "Maklum anak kost pada nggak ada yang modal," cetus Fanny.

Tidak beda jauh dengan Fanny, Ari (25) warga Jakarta memiliki koleksi 30 stiker motor. Hampir seluruh bodi motor Ari ditutup stiker. Stiker ini mulai dari yang bergambar sampai yang hanya tulisan. Untuk yang bergambar ada tokoh-tokoh kartun seperti Tazmaniz Devil, Che Guevara, daun ganja, Superman dan lain-lain. Sedangkan yang tulisan seperti "Senyummu Merobek Kantongku", "Nyenggol Benjut", dan "Awas Motor Kredit".

Ari menempel motor dengan stiker beberapa hari setelah sang kuda besi itu dibelinya 3 tahun lalu. Biasanya ia akan melepas stiker itu bila sudah bosan. Tentang alasan pemasangan stiker itu, Ari punya alasan agar motornya ada seninya. "Habis kalau polos aja nggak enak dilihat," kata Ari.

Untuk mendapatkan stiker itu kadang Ari harus berjuang seperti berebut dengan calon pembeli lainnya. Stiker gambar Superman misalnya ia dapatkan setelah membuat seorang anak kecil menangis keras. Stiker itu dibeli Ari di kawasan Wijaya, Jakarta Selatan. Saat itu selain pria 25 tahun itu, juga seorang anak kecil yang sedang mencari stiker.

Pas mengulurkan tangan untuk mengambil stiker, si anak kecil juga mau mengambil. "Saya duluan saja, eh dia nangis keras banget. Saya langsung bayar dan cabut, dari pada berabe urusannya," kenang Ari.

Selain stiker lembaga, di mobil ataupun motor yang melaju di jalanan memang banyak ditemukan stiker lainnya. Seperti t-shirt, stiker pun sekarang dijadikan wadah untuk ekspresi.

Dari pesan yang tertuang di tulisan, jenis stiker bisa dikategorikan. Ada yang lucu hingga bikin senyum-senyum seperti "Biar Keren, Tetap Beriman". Lalu arogan seperti "Keluarga Militer", "Awas Mantan Napi" atau "Saya Seorang Preman".

Ada juga stiker yang kontemplatif seperti "Adilkah aku?" Lalu ada yang jenis mengejek misalnya "Hitamnya Asap Knalpot Gue Tak Sehitam Muka Lu!" Dan ada yang memaki "Jangan Ditabrak, Goblok!"

Stiker, bisa jadi dipasang hanya karena iseng seperti untuk hiburan dan lucu-lucuan saja. Tapi sangat mungkin stiker itu mewakili pribadi si pemasang. Paling tidak pemasang akan memilih tulisan yang disukainya dan yang bisa mewakili keinginannya.

Maka pemasangan stiker sebaiknya bukan untuk gagah-gagahan sehingga harus menempel nama institusi yang tidak pernah masuk menjadi anggotanya. Selain itu, stiker semestinya juga berisi kalimat yang sopan dan baik sehingga tidak membuat marah orang yang membacanya. Tentu sangat tidak lucu bila mendapat marah hanya gara-gara stiker, bukan? (iy)

 

 

 

Ade I. Kurniawan

H-111, IB-066, WBC-003

mobile - 08561000108, 08551000108

desk   - 02130008122

email  - [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]

ym     - adesign108

gtalk  - adesign108

 

 

 


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda tergabung dalam milis Indosat Bikers Community (InBike)
-----------------------------------------------------------------------------------------------
hapus reply email yang tidak berguna untuk efisiensi email
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk mendaftar kirim email data diri ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar milis kirim ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk mengirim ke milis email ke [email protected]
http://www.inbike.org
http://inbike-2006.fotopic.net
http://inbike.multiply.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
=================================
scanned by Indosat TM-IMSS System

Kirim email ke