Dari milis tetangga..mohon maaf bila tidak berkenan...
 

Subject: FW: Teknik Mengendarai Motor dengan Perlahan
 
Bikerss
--------------------
 
Teknik Mengendarai Motor Dengan Perlahan 
[Lebih penting daripada teknik ngebut]

Tulisan ini bukan dimaksudkan untuk menggurui lho, saya cuma ingin
berbagi pengalaman saja. Siapa tahu, dan harapan saya, pengalaman saya
ini bisa berguna untuk rekan-rekan pengendara motor yang lain. 



Sewaktu masih baru pakai motor, saya beranggapan yang namanya skill atau
keahlian mengendarai motor hanya perlu untuk kecepatan tinggi.   Waktu
itu buat saya yang penting adalah bagaimana ngerem dengan benar tanpa
"ngunci" ban belakang, bagaimana cara belok dengan benar (nikung) dan
bagaimana "swerve" atau menghindar dari kendaraan di depan (atau istilah
jaman dulu "ngutik"). Jadi fokus saya waktu itu melatih teknik geber gas
dan rem, teknik belok dan juga belajar ngutik dengan benar. 

Setelah satu tahun berlalu, saya merasa kok skill saya mengendarai motor
tidak juga bertambah. Bahkan setiap kali naik motor saya merasa tegang,
nggak bisa merasa santai. Setelah saya pikirkan, saya sampai pada
kesimpulan bahwa ketegangan itu disebabkan karena saya merasa tidak bias
mengendalikan motor dengan baik. 

Pertanyaan berikutnya yang timbul di benak saya adalah: "Kenapa bisa
begitu? Bukannya saya sudah mempelajari teknik "ngebut", teknik
"nikung",  teknik "ngerem" dan teknik "ngutik" sebisa mungkin? Kenapa
saya merasa masih kurang, padahal saya sudah beli dan baca buku mengenai
Riding Skill  sampai sebanyak 3 buku, dan setiap hari saya berlatih?".
Ternyata jawabannya
ada di jalan, tepatnya di kondisi lalu lintas.

Tinggal di Jakarta Timur dan berkantor di seputaran Semanggi berarti
setiap pagi saya menempuh jarak kurang lebih 15 km untuk ke kantor, dan
pulangnya juga sekitar 15 km. Waktu tempuh yang diperlukan dari atau ke
kantor rata-rata 30 menit, yang artinya kecepatan rata-rata setiap hari
sekitar 30 km per jam. Kalau lagi apes (jalanan sangat macet), bisa
sampai 45 menit. Kalau lagi bener-bener apes bisa sampai 1 jam. 

Alhamdulillah, "bener-bener apes" ini sangat jarang, paling kalau
Jakarta lagi banjir.

Perjalanan 15 km tadi bisa dibagi menjadi 2 bagian:

1. Bagian yang lancar yang memungkinkan motor mencapai kecepatan minimal
60 km per jam (kadang bisa lebih), dan 
2. Bagian yang macet, yang hanya memungkinkan motor merayap dengan
kecepatan 10 km per jam. 

Sayangnya, waktu yang saya habiskan di jalan yang macet ini jauh lebih
banyak daripada yang lancar, kalau dibandingkan dari 30 menit, ya
kira-kira 20 menit di kemacetaan dan macet dan 10 menit lancar. Waktu
yang saya habiskan di bagian yang macet ternyata 2 kali lipat dari waktu
yang saya habiskan di bagian yang lancar. Kalau lagi apes dan lalu
lintas macet sekali, bisa-bisa saya menghabiskan 30 menit atau lebih di
kemacetan. Masalah jarakpun demikian. Dari 15 kilometer tadi, mungkin
lebih dari separuhnya macet. Alias lebih dari 7,5 km jalan macet. 

Jadi, skill atau teknik yang saya pelajari seperti teknik ngerem
kecepatan tinggi, nikung atau swerving ternyata jarang terpakai (dan
tidak banyak terpakai) di jalan raya. Sebaliknya, skill mengendarai
motor dengan perlahan yang nggak pernah saya latih, dan cenderung saya
lupakan, ternyata sangat diperlukan di jalan raya. 

Setelah menyadari hal tersebut, saya mulai melakukan observasi tentang
bagaimana cara saya mengendarai motor (dan juga bagaimana orang lain
mengendarai motor) di kemacetan, ketika motor bisa berjalan dengan
kecepatan paling tinggi kurang dari 15 km per jam. 

Observasi ini saya lakukan di Jl Sultan Agung, yang selalu macet sampai
Jl Tambak, kemudian dilanjutkan di jalan sebelum perempatan Matraman -
Pramuka, terus berlanjut lagi di Jl Pramuka yang dulu sebelum underpass
Pramuka selesai, merupakan biang macet. Kadang-kadang kalau saya ambil
route lain, observasi saya lakukan di Jl Tendean yang amit-amit
macetnya, terus setelah lewat Kuningan, dilanjutkan di Jl Casablanca
yang setiap sore macetnya suaaangat panjang, biasanya sampai ke By Pass.


Hasil observasi saya ternyata mengecewakan, karena banyak kesalahan yang
saya temukan:

1. Kebiasaan memakai rem depan, ternyata SALAH kalau diterapkan ketika
kita berjalan perlahan. 
2. Ketika jalan pelan, saya punya kebiasaan menurunkan dan menyeret
kaki. Saya mengira bahwa menurunkan kaki ketika motor berjalan pelan
akan membantu menjaga keseimbangan, perkiraan ini ternyata SALAH.
3. Melihat ke bawah (ke bagian jalan tepat di depan ban depan motor
kita) ketika motor berjalan pelan, teryata juga SALAH.
4. Melihat ke motor di depan kita ketika jalan pelan, juga SALAH lagi.
Oh ya, saya menyadari bahwa karena kebiasaan no 5 ini, kalau pengendara
motor di depan saya menurunkan kaki untuk menjaga keseimbangan (yang
SALAH), maka saya secara tidak sadar akan ikut menurunkan kaki juga. 

Empat hal di atas merupakan kesalahan, karena:

1. Pemakaian rem depan.
Memakai rem depan ketika jalan pelan ternyata mengganggu keseimbangan.
Apalagi kalau posisi ban depan kita tidak lurus, atau kita sedang belok
perlahan-lahan, memakai rem depan pasti akan membuat kita jatuh. Kalau
nggak percaya, coba deh cari jalan yang sepi, kemudian cari putaran (U 
turn). Ketika berputar, coba pakai rem depan.  Jangan salahkan saya ya,
kalau jatuh .

2. Menurunkan kaki ketika jalan pelan akan membantu keseimbangan.
Kebiasaan dan asumsi ini salah karena ternyata menurunkan satu kaki
ketika motor berjalan pelan sangat mengganggu keseimbangan. Ketika kaki
kiri dan kanan kita taruh di atas foot peg kiri dan kanan, beban terbagi
rata di antara foot peg kiri dan kanan. 

Tapi begitu satu kaki kita turunkan (yang merupakan kebiasaan banyak
pengendara motor ketika motor jalan pelan di kemacetan) keseimbangan
tadi tergangu karena beban jadi lebih banyak ke arah kaki kita turunkan.
Selain itu, menurunkan satu kaki juga berbahaya karena kalau kita jatuh 
refleks kita adalah menahan motor dengan kaki.

Kaki harus menahan beban berat badan sekaligus berat motor kita (apalagi
moge yang beratnya bisa lebih dari 200 kilogram) dan   resikonya bisa
patah atau, yang sering terjadi, mata kaki terkilir. Wadauu .!

3. Melihat ke bawah
Ini juga ternyata salah, karena melihat ke bawah (baik ketika motor
jalan pelan atau jalan cepat) sangat mengganggu keseimbangan. Ada
pepatah yang bilang "Lihat ke arah mana kita akan menuju." Kalau mau ke
depan, ya harus lihat ke depan. 

Kalau melihat ke bawah, pasti kita akan menuju ke bawah juga . alias
jatuh. Ini juga boleh dicoba. Coba cari jalan yang sepi, terus kemudkan
motor dengan pelan, lecepatan sekitar 10 km per jam. 

Kemudian lihat ke bawah, misalnya ke arah ban depan. Pasti secara
otomatis keseimbangan kita terganggu, akibatnya kaki akan secara
otomatis turun, atau kalau apes . ya jatuh. Sekali lagi,  jangan
salahkan saya ya kalau jatuh hehehe .!

4. Melihat ke motor yang berada tepat di depan kita.
Saya termasuk sering melakukan kesalahan ini. Ketika di tengah kemacetan
dan motor jalan pelan, saya sering sekali melihat ke motor di depan
saya, ini tidak salah kalau yang saya lihat bukan ban belakang atau
spakbornya : Tapi masalahnya, saya melihat ke arah spakbor atau ban 
belakangnya. Tujuan saya adalah supaya saya nggak nabrak motor di depan
saya, tapi karena
posisi ban belakang atau spakbor motor tadi ada di bawah, akibatnya sama
dengan kalau kita melihat ke bawah, yaitum keseimbangan terganggu dan
tanpa sadar kaki turun yang akibatnya keseimbangan lebih terganggu lagi.


Setelah menyadari semua kesalahan yang saya lakukan tadi, saya segera
melakukan perbaikan dan berlatih mengendarai motor secara
perlahan-lahan.

Saat ini, meskipun belum mahir sekali, skill saya mengendarai motor
dengan pelan sudah lumayan dan jauh lebih baik daripada dulu. Bagaimana
teknik dan cara melatih skill mengendarai motor dengan pelan yang saya
lakukan, akan saya ceritakan kita bahas di bagian kedua dari tulisan 
ini.

Salam,



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda tergabung dalam milis Indosat Bikers Community (InBike)
-----------------------------------------------------------------------------------------------
hapus reply email yang tidak berguna untuk efisiensi email
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk mendaftar kirim email data diri ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar milis kirim ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk mengirim ke milis email ke [email protected]
http://www.inbike.org
http://inbike-2006.fotopic.net
http://inbike.multiply.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke