*Test Ride Revo: Handling Mantap!*

Basis mesinnya tetap sama dengan Honda Supra Fit, namun soal kelincahan
bermanuver, Honda Revo boleh dibilang lebih baik ketimbang pendahulunya.
Kelebihan yang paling dominan di samping bentuknya yang stylish adalah sudut
stang Revo lebih nyaman dengan posisi duduk pengendara. Inilah salah satu
hasil dari test ride Revo bagi para jurnalis di kawasan Bandar Jakarta,
Taman Impian Jaya Ancol (TIJA), Jakarta, kemarin (26/4).

Dengan perubahan sudut stang inilah ketika menikung atapun menyalip stang
Revo stabil dan dapat diajak "bekerjasama", seolah mengikuti kemana maunya
arah tangan si penunggang. Hal ini dibuktikan saat melibas tikungan yang
cukup tajam pada kecepatan 60 km/jam. "Semua desain sudah kita sesuaikan,
termasuk stang yang sudutnya diturunkan 6 derajat dari sebelumnya, sehingga
pengendaliannya jadi lebih enak," ujar Kristanto, Head of Corporate
Communication PT Astra Honda Motor (AHM).

Soal akselerasi, rasanya masih sama seperti Supra Fit. Maklum, Honda tidak
memberi perubahan radikal pada mesinya. Racikan sedikit hanya terjadi pada
karburator, walaupun tidak terbilang revolusioner, tapi itupun tidak
menjadikan "lari" Revo lebih baik dari Supra Fit. Ukuran karburator masih
tetap sama. "Ada perubahan di karburator, tapi bagaimanapun kami tetap
mempertahankan keiritan," ungkap Niratih Ngastreni, dari Corporate
Communication AHM. Yang lumayan, nafas gigi 3 cukup panjang, sementara
pemakaian gigi 4 lebih pada penjaga kestabilan. Hasil lain, pengoperasian
atau pindah gigi pun lebih lembut dan mudah. Artinya, kita tidak perlu lebih
dalam menginjak pedal transmisi untuk pindah kecepatan.

Area TIJA sendiri bukanlah tempat yang representatif buat menguji performa
Revo. Kecepatan maksimal sangat sulit didapat pada lokasi rekreasi keluarga
ini. Karena itu, kecepatan yang hanya bisa diapat adalah 80 km/jam. "Tadi
coba dimaksimalin, dapetnya cuma 85 km/jam, tapi nggak tau deh kalo treknya
nggak di sini (TIJA-red), atau di tempat lain, mungkin 90 km/jam bisa
tembus," beber Muhib, dari Bisnis Indonesia. Kalau boleh dibilang kalau tes
kali ini, yang cuma mewakili adalah beberapa tikungan yang cukup tajam.
Nampaknya, tantangan itulah yang memang pas untuk desain handling (steering
handle) Revo.

Catatan lain, sokbreker cukup empuk, tidak terlalu keras. Disamping itu,
karena desain bodynya berubah, posisi boncenger cukup nyaman. Namun, ukuran
panel meter, terutama speedometer dan angka penunjuk transmisi kurang besar.
"Butuh beberapa detik lebih lama dari biasanya untuk melihat berapa
kecepatan dan pemakaian gigi yang kita operasiin. Ya lebih lama sekian
detik-lah. Mungkin bila desain informasi dan indikator lebih besar akan
lebih baik lagi," papar Sunu, rekan dari Warta Kota. Sementara untuk
indikator arah lampu sein mudah dipantau karena desain ukurannya yang
terlihat besar.

Kesimpulannya, karena handling sangat enak, motor ini cocok untuk dipakai di
jalan perkotaan yang padat. Bereaksi bagus bila meliuk-liuk, berbelok atau
menyalip-nyalip di situasi kemacetan lalu lintas karena desain cukup
ramping, plus dukungan sudut stang yang jauh lebih baik dari
pendahulunya.(ry)
(*sumber: otogenik.com*)

-- 
--- This Is The Age Of The Ride Safe ---
B 6537 KCL <> InBike 026 <> KHCC 011
http://lampuhijau.wordpress.com/

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda tergabung dalam milis Indosat Bikers Community (InBike)
-----------------------------------------------------------------------------------------------
We moderators work for free only for your convenience in our milis.
Help us and obey the rules or be gone!
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk mendaftar kirim email data diri ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar milis kirim ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk mengirim ke milis email ke [email protected]
http://www.inbike.org
http://inbike-2006.fotopic.net
http://inbike.multiply.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke