solusinya pakai quasar p2 campurkan pada premium. hemat dana pengeluaran zulux
----- Original Message ----- From: Andry B To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [email protected] Sent: Wednesday, November 28, 2007 3:13 PM Subject: [InBike] (Info) Pertamax Desember Rp7.645 per Liter ---------- Forwarded message ---------- From: Aris Rubiyanto <[EMAIL PROTECTED]> Pertamax Desember Rp7.645 per Liter Penulis: Reva Sasistiya JAKARTA--MEDIA: PT Pertamina (Persero) berencana menaikkan kembali harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dan Pertamax Plus sebesar 10% per liternya per 1 Desember mendatang. Sebelumnya, per 15 November Pertamina sudah menaikkan kenaikan harga dengan presentase yang sama. "Kenaikan ini tidak dapat dihindari karena cost-nya juga tinggi. Dari tanggal 10-20 November harga minyak stabil berada di kisaran tinggi," ujar Deputi Direktur Niaga dan Pemasaran Pertamina Hanung Budya di sela-sela rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Gedung MPR DPR, Jakarta, Rabu (28/11). Dengan rencana kenaikan ini, harga Pertamax di wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat per 1 Desember diperkirakan akan menjadi sekitar Rp7.645. Sedangkan, harga Pertamax Plus di wilayah sama naik menjadi Rp7.865 per liter. Pasca kenaikan pada 15 November lalu, harga Pertamax di wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat naik menjadi Rp6.950 per liter jia dibandingkan dengan harga per 1 Nopember lalu sebesar Rp6.250 per liter. Sedangkan, harga Pertamax Plus di wilayah sama per 15 November naik dari Rp6.400 menjadi Rp7.150 per liter, Pertamina Dex dari Rp7.500 menjadi Rp8.100 per liter, dan Biopertamax menjadi Rp6.950 dari sebelumnya Rp6.250 per liter. Harga baru Pertamax, Pertamax Plus, ertamina-Dex, dan Biopertamax di wilayah lainnya juga mengalami kenaikan yang berkisar antara Rp600-800 per liter. Kendati kenaikan Pertamax sudah hampir dipastikan, namun Hanung mengaku belum bisa menentukan besaran kenaikan harga BBM industri untuk 1 Desember mendatang. "Harga BBM industri masih kita kaji," jawabnya. Harga BBM industri yang berlaku mulai 15 November ini rata-rata naik berkisar antara 10,98% dari harga yang ditetapkan 1 November lalu. BBM industri yang naik adalah untuk jenis minyak solar, minyak diesel, dan minyak bakar. Kenaikan sebesar 11% juga berlaku untuk produk BBM nonsubsidi, seperti Pertamax dan Pertamax Plus. Perubahan harga tersebut dipengaruhi harga produk BBM di pasar Singapura (Mean of Platts Singapore/MOPS) yang menjadi acuan Pertamina untuk menetapkan harga berkisar 10,98-12,66 %, termasuk produk Mops Mogas 92 dan nilai tukar Rupiah melemah 0,22% dari perhitungan bulan lalu. Dengan demikian, maka harga baru per liter minyak solar industri adalah Rp7.537, minyak solar transportasi Rp7.880, minyak diesel Rp7.402 dan minyak bakar Rp5.668. Sedang, pada 1 November, harga solar industri adalah Rp6.450, solar transportasi Rp7.161, minyak diesel Rp6.642, dan minyak bakar Rp4.776 per liter. Harga premium dan minyak tanah tetap seperti harga per 1 November 2007.(Eva/OL-2) Cepi - 0990._,_.___ __._,_.___ Recent Activity a.. 1New Members Visit Your Group Health Zone Look your best! Groups to help you look & feel great. Yahoo! Finance It's Now Personal Guides, news, advice & more. Yahoo! Groups Join a Health & Fitness Group or create your own. . __,_._,___ -- <B 6123 KMJ Blaze Red Vario> KHCC 011 <> F.S.R.J http://lampuhijau.wordpress.com/ http://revo-me.blogspot.com/ ---------------------------------------------- --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Anda tergabung dalam milis Indosat Bikers Community (InBike) ----------------------------------------------------------------------------------------------- We moderators work for free only for your convenience in our milis. Help us and obey the rules or be gone! ----------------------------------------------------------------------------------------------- Untuk mendaftar kirim email data diri ke [EMAIL PROTECTED] Untuk keluar milis kirim ke [EMAIL PROTECTED] Untuk mengirim ke milis email ke [email protected] http://www.inbike.org http://inbike-2006.fotopic.net http://inbike.multiply.com -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

