jreng .. jreng ...
SIKAT HABIS DARI
SINI<http://www.kompas.com/read/xml/2009/01/25/07221914/umpatan-umpatan.di.jalan.raya.jakarta>

================
Umpatan-umpatan di Jalan Raya Jakarta
/<http://www.kompas.com/read/xml/2009/01/25/07221914/umpatan-umpatan.di.jalan.raya.jakarta>
*Artikel Terkait:*

   - Jalan di Jakarta Utara Rusak Paling
Parah<http://www.kompas.com/read/xml/2009/01/17/20242648/jalan.di.jakarta.utara.rusak.paling.parah>
   - Jalan Rusak Mencapai 30
Persen<http://www.kompas.com/read/xml/2009/01/16/13363299/jalan.rusak.mencapai.30.persen>
   - Waspada Jalan Rusak dan
Berlubang<http://www.kompas.com/read/xml/2009/01/07/13134078/waspada.jalan.rusak.dan.berlubang>
   - Kerusakan Jalan Meluas, Picu
Kecelakaan<http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/11/06054453/kerusakan.jalan.meluas.picu.kecelakaan>
   - Jalan Rusak Mulai Merenggut
Nyawa<http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/08/06345285/jalan.rusak.mulai.merenggut.nyawa>



MINGGU, 25 JANUARI 2009 | 07:22 WIB



Tinggal (35), warga RT 17 Blok A, Rawa Badak Selatan, Jakarta Utara, bersama
sepeda motor yang dikendarainya terperosok ke sebuah kolam lumpur di depan
SPBU Plumpang, Jalan Yos Sudarso, Kamis (22/1) siang. Meski tidak sampai
terbuang atau terluka, dia mengumpat pengendara mobil yang membuatnya hampir
terjungkal.

Dia berusaha menegakkan kembali sepeda motornya yang nyaris rebah. Beruntung
saat itu tidak banyak kendaraan melintas. "Kalau ramai seperti waktu pagi
dan sore, saya mungkin sudah ditabrak. Jalan rusak malah dibiarkan bertambah
hancur. Belum ada juga tanda-tanda akan diperbaiki," kata dia. Seorang
pejalan kaki, Zamal (40), datang menolong. Pria penganggur itu membantu
menepikan sepeda motor milik Tinggal.

"Kejadian ini yang kedua kali saya alami. Pada bulan Desember 2008 saya
nyaris terperosok lubang di Jalan Boulevard Barat, Kelapa Gading. Saya
sampai sekarang tidak habis pikir, mengapa pemerintah lamban memperbaiki
jalan rusak ini," kata Tinggal yang dibenarkan Zamal.

Ketika *Kompas* melintasi kawasan Plumpang siang itu, lumpur juga mengotori
celana panjang Slamet (39), anggota satpam yang sehari-hari berjaga di
Gelanggang Remaja Jakarta Utara (GRJU), Jalan Yos Sudarso. Lumpur itu juga
mengenai telapak kaki hingga lututnya saat ia terperosok di lubang jalan.

Slamet (39) menuturkan, dalam seminggu ada 3-4 pengendara sepeda motor
terperosok lubang. Ada lebih dari lima angkutan kota dan truk patah as atau
mogok di jalan rusak.

Jika ada warga yang saban hari melintasi beberapa ruas jalan utama di
Jakarta, ia dengan mudah menyaksikan kerusakan badan jalan. Hingga kini,
sebagian jalan itu memang sudah diperbaiki, tetapi sebagian lain masih
rusak, seperti Yos Sudarso, Boulevard Barat, Ahmad Yani, DI Panjaitan, MT
Haryono, dan Perintis Kemerdekaan. Pada musim hujan, jalan berubah menjadi
kubangan atau penuh kolam kecil. Di jalan rusak itu sering terdengar umpatan
pengguna jalan yang kesal terhadap keadaan jalan.

Kondisi terparah saat ini terlihat di ruas Jalan Yos Sudarso dan Boulevard
Barat. Ruas Jalan Yos Sudarso antara halte GRJU, seberang kantor Wali Kota
Jakarta Utara, hingga Cempaka Putih, atau sejauh hampir 2 kilometer,
dipenuhi lubang kecil dan besar, lebar dan dalam yang pada saat hujan
berubah menjadi kolam-kolam kecil. Begitu juga di Jalan Boulevard Barat
depan Mall of Indonesia (MOI).

Selain tidak nyaman dilalui, jalan rusak menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
"Pemerintah harus bertanggung jawab dengan sungguh-sungguh melayani
masyarakatnya. Segera perbaiki jalan rusak, yang semakin sulit dilalui itu,"
kata Direktur Eksekutif Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif dan
Legislatif Jakarta Sugiyanto.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto ketika ditanya wartawan seusai
pelantikan Wali Kota Jakarta Utara Bambang Sugiyono pada Kamis siang juga
mengaku prihatin. Seharusnya jalan rusak diperbaiki karena mengancam
keselamatan pelintas.

Dia mengaku sempat terkejut ketika mengetahui anggaran perbaikan jalan di
DKI Jakarta pada tahun 2008 hanya Rp 60 miliar. Dana itu dinilainya sangat
kecil mengingat Jakarta merupakan etalase nasional.

Prijanto menyatakan, perbaikan berupa penambalan jalan yang rusak selama ini
sering tidak tahan lama akibat keterbatasan dana dalam hal peningkatan mutu
jalan. Bagaimana mungkin dapat meningkatkan kualitas jalan jika anggaran
terbatas. "Kita berharap tahun ini lebih baik," kata dia.

Kata Prijanto, upaya penambalan jalan rusak secara darurat terus dilakukan.
Perbaikan permanen dengan lapisan aspal atau beton baru dilakukan setelah
musim hujan berlalu. Pada tahun 2009 tersedia anggaran Rp 300 miliar untuk
perbaikan jalan rusak. Pemprov tetap serius dan bertekad memperbaiki jalan
agar nyaman dilalui. *(CAL)*

**
*Sumber : Kompas Cetak*
================

-- 
----------------------------------------------
http://www.jalanraya.net/
http://www.andryberlianto.co.cc/
----------------------------------------------

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda tergabung dalam milis Indosat Bikers Community (InBike)
-----------------------------------------------------------------------------------------------
We moderators work for free only for your convenience in our milis.
Help us and obey the rules or be gone!
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk mendaftar kirim email data diri ke [email protected]
Untuk keluar milis kirim ke [email protected]
Untuk mengirim ke milis email ke [email protected]
http://www.inbike.org
http://inbike-2006.fotopic.net
http://inbike.multiply.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke