hmmm....matick (ompong) *no coment dagh* --- On Wed, 2/11/09, [email protected] <[email protected]> wrote:
From: [email protected] <[email protected]> Subject: [InBike] Re: Low Rider Extreme dari Suzuki Skywave To: "forbas" <[email protected]>, "inbike" <[email protected]> Date: Wednesday, February 11, 2009, 6:45 PM Wahh pake pelek 14 aja kudu di bore up..gimana pake 17 abis tuh mesin buat narik roda depan belakang..segede gaban... Sent from my BlueBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT salam Roni Red Machine - YMIC 001 - Atoz 099 From: bowie Date: Thu, 12 Feb 2009 06:37:03 +0700 To: forbas<[email protected]>; inbike<[email protected]> Subject: [InBike] Low Rider Extreme dari Suzuki Skywave Written by http://otomotif.kompas.com/read/xml/2009/02/11/06062490/low.rider.extreme.dari.suzuki.skywave Modifikasi Umumnya, modifikasi low rider didominasai dua merek, yakni kalau enggak Yamaha Mio, ya Honda Vario. Nih, sekarang ada Suzuki Skywave 125 buatan 2008 yang digarap rumah modifikasi X-16 Motor Bike. Karya rumah modifikasi di bilangan Kemayoran, Jakarta Pusat itu punya keistimewaan tersendiri di beberapa bagian. Paling nyata, pada ban. Ring asli 16 inci diubah jadi 17 inci yang dibalut ban ukuran 200/50 profil tipis. "Tadinya hanya mau pakai ring 16 seperti aslinya. Tapi rada susah di ban, maka diakali pakai ring 17," ungkap Johanes Hanafi, sang modifikator. Keuntungan yang dipetik, ketinggian motor tidak berubah banyak. Namun penggarapannya tidak segampang membalikkan telapak tangan. Dengan lebar telapak ban belakang 8 inci membuat posisi mesin harus bergeser sejauh 6 mm. Jarak itu didapat setelah diukur center antara roda, mesin, dan bodi motor bagian depan. Mundurnya dapur pacu tentu diikuti dengan sumbu roda. "Caranya, pakai undur-undur 20 cm, tapi harus benar-benar kuat karena desain Skywave beda dengan Mio atau vario," papar Johanes. Untuk memenuhi tuntutan itu, undur-undur dirancang model kotak pakai pelat 2 mm persis sama dengan mobil. Untuk penempatan posisi disc brake belakang dan baut roda dikasih adaptor. "Tidak terlalu tebal, hanya 8 mm," ungkap Johanes. Untuk velg belakang, Johanes memakai punya variasi BMW sekalian dengan baut rodanya (5 buah) yang tidak tampak karena tertutup dop roda. Beda ketika menggarap roda depan yang banyak ubahannya. Paling jelas dalam desain palang yang sama antara kiri dan kanan. "Menghabiskan dua velg dan yang diambil palangnya," tegas pria yang bangga dengan roda ekstrem ini. Hanya itu keistimewaan karya Johanes? Masih ada lagi. Lirik knalpot, juga pakai asli buat mobil. Pertimbangannya, untuk mengimbangi roda belakang yang lebar itu. Kemudian intip posisi sokbreker belakang. Tidak rebah seperti kebanyakan aliran low rider, pada Skywave ini justru tegak dan monosok. Pilihan Johanes pada YSS untuk Satria F-150. "Itu lebih pas karena ukuran atau panjangnya pas dengan kondisi Skywave sekarang," urai Johanes. Pada setang terpasang spidometer imut dan varian terbaru dari merek Koso. Meski bentuknya kecil, tapi indikatornya lengkap. Ada penunjuk bensin, putaran mesin, odometer dan lainnya. -- IfYouTolerateThisYourChildrenWillBeNext bowie --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Anda tergabung dalam milis Indosat Bikers Community (InBike) ----------------------------------------------------------------------------------------------- We moderators work for free only for your convenience in our milis. Help us and obey the rules or be gone! ----------------------------------------------------------------------------------------------- Untuk mendaftar kirim email data diri ke [email protected] Untuk keluar milis kirim ke [email protected] Untuk mengirim ke milis email ke [email protected] http://www.inbike.org http://inbike-2006.fotopic.net http://inbike.multiply.com -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

