Berkaitan dengan postingan ini, ada beberapa yang mohon saran dari Bro & Sis ….
 

Terlihat terhadap beberapa perilaku pengendara dan pembonceng yang sedang 
pacaran, dimana si pembonceng (wanita) mendekap erat si pengendara sambil / 
sampai tertidur, dengan merapatkan kepala ke punggung pengendara
berboncengan lebih dari 2 orang dewasa dan kecepatan cukup tinggi
Membawa anak usia < 5 tahun dalam gendonggan atau di ikat …
 
saya tunggu pencerahannya ….


   Salam Kompak...!



 Roni Red Machine
     YMIC  001
     ATOZ  099

--- Pada Rab, 26/8/09, [ andry ] <[email protected]> menulis:


Dari: [ andry ] <[email protected]>
Judul: [InBike] (SR) Membonceng Sepeda Motor
Kepada: [email protected], "fsrj" <[email protected]>, "RSA" 
<[email protected]>, [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], "inbike" 
<[email protected]>, "forbas" <[email protected]>, "jokealabikers" 
<[email protected]>, [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected]
Cc: [email protected]
Tanggal: Rabu, 26 Agustus, 2009, 8:20 AM


Dear bro/sis.
Semoga bermanfaat.
Silakan di share kepada rekan-rekan terdekat anda (keluarga-relasi-rekan 
kerja-sahabat-dll), dengan menyebarluaskan email ini maka bro/sis telah turut 
mendukung kampanye keselamatan aman berkendara.

===========================
(modifikasi artikel telah naik cetak di Motobike ed.22)






Membonceng Sepeda Motor 



August 25th, 2009 
Filed under: Road News 



Membonceng adalah aktifitas berkendara yang dilakukan seseorang tanpa harus 
terlibat dalam mengendalikan kendaraan. Seseorang yang melakukan aktifitas 
membonceng kerap disebut dengan istilah ‘boncenger’ atau pembonceng. Kini yang 
menjadi bahasan adalah bagaimana pengendara seharusnya memperlakukan 
pembonceng. Dan bagaimana pembonceng menyikapi segala sesuatunya saat kendaraan 
diam maupun bergerak.

Aktifitas membonceng di mata pengendara kita masih menjadi momok yang belum 
penting untuk diperhatikan. Entah memang tidak menakutkan atau memang memliki 
keterbatasan informasi soal keselamatan. Memberikan tumpangan pada orang lain 
tentunya akan merubah dinamika berkendara secara keseluruhan.
Gerakan kendaraan dan gerakan tubuh dari dua orang bisa saja tidak selaras. 
Apalagi jika ruang membonceng di isi dari jumlah yang semestinya. Kita 
-Motobiker- idealnya terus memperlebar wawasan pengetahuan tentang apapun yang 
berhubungan dengan berkendara, termasuk cara-cara memberikan tumpangan. Semua 
demi alasan ‘Safety’ atau keselamatan. Sudah berapa pedulikah Motobiker dalam 
memberikan tumpangan ?
Aspek ‘Safety’ memberikan beberapa panduan sebagai berikut agar baik pihak 
pengendara maupun pembonceng dapat berada dalam situasi yang aman. Ingat, bahwa 
kendaraan roda dua tidak di desain untuk digunakan oleh lebih dari dua orang.

Panduannya adalah sebagai berikut, idealnya dilakukan saat sebelum berkendara 
agar memiliki keseragaman informasi :

Pastikan kaki pembonceng sudah mampu mencapai ‘foot step’, kenapa ? Jika tidak 
mencapai ‘foot step’ maka Motobiker sudah menghilangkan aspek dinamika yang 
berkaitan dengan keseimbangan. Pembonceng akan rentan oleng. Ini biasa terjadi 
jika memberikan tumpangan pada anak-anak,
Berikan perangkat keselamatan yang sama dengan pengendara, mulai dari helm, 
jaket, celana panjang hingga sepatu,
Arahkan pembonceng untuk tidak melakukan gerakan tiba-tiba yang dapat 
mempengaruhi kestabilan pengendara saat mengendalikan kendaraan,
Arahkan pembonceng untuk memegang pinggang demi menjaga keseimbangan dan minta 
pembonceng untuk selalu mengikuti arah badan pengendara, hindari melawan arah 
karena kestabilan akan terganggu,
Hindari cara membonceng dengan posisi kaki menyamping -biasanya wanita-, 
distribusi bobot akan berat sebelah dan si pembonceng tidak memiliki kesigapan 
yang sama dibanding posisi dengan dua kaki di foot step kanan-kiri,
Pastikan berat pembonceng masih bisa di tolerir oleh maksimal tumpangan yang 
bisa di bawa kendaraan, berat beban maksimal kendaraan bisa dilihat di dalam 
buku panduan kendaraan.
Cukup sulit diterima ? Ya jika Motobiker ingin mengesampingkan sisi kenyamanan 
dan keselamatan. Sepeda motor tidak dapat dipungkiri masih menjadi pilihan 
utama masyarakat kita dalam memangkas pengeluaran. Selain irit, sepeda motor 
juga praktis. Tapi apakah nilai irit dan praktis akan sama harganya jika 
terjadi hal-hal di luar dugaan semisal kecelakaan. Bersikap antisipatif dan 
mengejar sisi ideal hendaknya bisa pelan-pelan dilakukan.
Tags: Fenomena 

===========================

-- 
Communication & Admin Media JDDC
B6193KPL*KHCC011*HCST015
----------------------------------------------
http://www.jddc-online.com/
http://www.drivingsolution.com/
http://www.jalanraya.net/
http://www.andryberlianto.co.cc/
----------------------------------------------





      Selalu bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs web pribadi! Yahoo! 
memungkinkan Anda selalu bisa chat melalui Pingbox. Coba! 
http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda tergabung dalam milis Indosat Bikers Community (InBike)
-----------------------------------------------------------------------------------------------
We moderators work for free only for your convenience in our milis.
Help us and obey the rules or be gone!
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk mendaftar kirim email data diri ke [email protected]
Untuk keluar milis kirim ke [email protected]
Untuk mengirim ke milis email ke [email protected]
http://www.inbike.org
http://inbike-2006.fotopic.net
http://inbike.multiply.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke