YESUS, HARRY POTTER, ....AND THE WORLD [STILL] NEED A HERO
Oleh:
AUDIFAX[1]
 
There's a hero
If you look inside your heart
You don't have to be afraid
Of what you are
 
There's an answer
If you reach into your soul
And the sorrow that you know
Will melt away
 
And then a hero comes along
With the strength to carry on
And you cast your fears aside
And you know you can survive
 
 
(dikutip dari lagu "Hero", Mariah Carey)
Di wajah dunia yang semakin tua ini, tergurat pula kisah-kisah yang
menahbiskan munculnya sosok-sosok hero[2]. Sejumlah kisah, baik nyata
maupun fiksi, baik dongeng, cerita rakyat, atau true story; telah
menghadirkan sejumlah hero yang menandai perjalanan kehidupan umat
manusia. Tak peduli berawal dari sesuatu yang memang pernah terjadi
ataupun hanya cerita rekaan, kisah-kisah ini kemudian berubah menjadi
mite karena kekuatan mitologis dari kisah itu, berikut hero-hero di
dalamnya.
Sejumlah hero dalam kisah itu bahkan menunjukkan pola yang hampir
sama. Perhatikan sejumlah ciri berikut:
1.      Ramalan atau nujuman mengenai kelahiran sang hero
2.      Kelahiran sang hero dalam suatu yang bersifat kedewaan,
kebangsawanan, atau kerajaan. Biasanya lahir pula dalam masa chaos.
3.      Hero adalah sosok yang ditinggalkan, diberikan atau
dilarung/dibuang di air.
4.      Ditolong dan diadopsi oleh sosok yang menggantikan orang tuanya
5.      Kembali ke tanah kelahiran ayahnya, di mana sang hero akan
membuktikan keberhargaan/kebernilaian dirinya
6.      Hero mengklaim hak yang inheren dengan kelahirannya dan diberi
penghargaan atas jasanya.
7.      Hero adalah anak yang terpisah dari orang tua, umumnya adalah
putra dari seorang raja.
Sosok tokoh yang memenuhi seluruhnya atau sebgaian besar dari
ciri-ciri itu dalam kisahnya, memiliki kecenderungan untuk dinobatkan
menjadi hero. Setidaknya bisa kita temui sejumlah nama, mulai dari
Yesus, Musa, Karna, Luke Skywalker, Superman, hingga Harry Potter. Ini
menunjukkan bahwa terjadi keberulangan untuk menahbiskan sosok dengan
karakter tertentu menjadi hero (oops..jadi ini sebabnya Megawati dan
SBY jadi presiden?).
Sampai di sini, kita bisa sampai pada suatu pemikiran bahwa manusia
memiliki satu sisi ketergantungan pada sosok dengan kekuatan yang
perkasa untuk menyelamatkannya (atau setidaknya bisa diharapkan untuk
menyelamatkan). Namun, ada sisi lain yang menarik, yaitu tak adanya
fakta bahwa konsep mengenai adanya kekuatan yang lebih perkasa ini
datang langsung dari sang kekuatan tersebut. Konsep ini, dengan
demikian lebih merupakan suatu yang dimunculkan manusia untuk menandai
adanya suatu pencarian, discovery, harapan, persepsi, dan intuisi;
yang tak lepas dari sesuatu yang meletakkan manusia pada suatu
realitas mistis[3].
Carl Gustav Jung pernah menjelaskan mengenai Imago Dei. Ini adalah
imaji mengenai sosok Tuhan yang tertanam dalam jiwa setiap manusia,
bahkan mereka yang ateis sekalipun. Mendorong manusia untuk
menempatkan entitas tertentu sebagai kekuatan yang berada di
atasnya[4]. Inilah salah satu penyebab manusia selalu menempatkan
suatu kekuatan yang lebih perkasa sebagai idola. Penempatan yang
simbolis dan membuat sosok itu mampu menginspirasi manusia yang
menempatkannya. Berarti, hero-hero ini sebenarnya bukan dipasok dari
luar, melainkan berasal dari dalam diri manusia, atau lebih
tepatnyadari alam nirsadar manusia.
Beberapa waktu lalu, Leonardo Rimba me-reply esei saya "Harry Potter
vs Joseph Ratzinger". Ada salah satu tulisan yang menarik dari
Leonardo, yaitu: "Saya bisa melihat diri saya sendiri di dalam seorang
Harry Potter, tidakkah Anda?" [5]. Ini menunjukkan bahwa dalam diri
manusialah imaji-imaji akan hero atau kekuatan yang perkasa,
memmeroleh eksistensinya. Manusia membutuhkan hero-hero itu untuk
menginspirasi kehidupannya. Baik tampil dalam agama maumpun novel,
hero-hero itu begitu didambakan. Baik hero agama maupun novel,
semuanya mitologis dan simbolik serta tak pernah [lagi] hadir dalam
kehidupan nyata.
Namun, hero-hero akan selalu bermunculan, di sepanjang jaman dan
berbagai tempat berbeda. Karena manusia memang membutuhkan kehadiran
mereka. Jika tak ditemui dalam dunia nyata, manusia bisa membuatnya
dari kisah-kisah fiksi. Ini karena dunia membutuhkan kehadiran hero
sebagai simbol yang membawa spirit akan penyelamatan. Sebuah
penyelamatan, berarti sebuah harapan. Ini karena hero-hero itu juga
hidup di alam nirsadar kolektif sebagai arketipe dan hanya berganti
rupa dalam setipa pemunculannya.
Maka, kontroversi-kontroversi antara hero yang satu dengan yang lain
semestinya tak perlu terjadi karena mereka semua berasal dari bayangan
arkais yang sama. Bahkan antara Yesus dan Harry Potter pun keduanya
sama-sama hero yang berkemampuan menginspirasi. Meributkan masalah
magic dalam kisah Harry Potterpun kemudian menjadi tidak relevan.
Magic, sama juga dengan hero, adalah hal yang inheren dalam psike
manusia. Bahkan anak-anak pertama kali mengenal magic bukan dari
novel, tapi dari dongeng, Kitab Suci dan ajaran agama. Di sana
anak-anak dipertemukan dengan sejumlah cerita mengenai orang yang
berbicara dengan ular, membelah lautan, merubah air menjadi anggur,
bercakap-cakap dengan setan, membangkitkan orang dari mati, serta
bangkit dari mati dan naik ke surga.
Dalam kefanaannya, manusia sebenarnya sama saja, tak peduli ia
Kristen, Katolik, Islam, Tao, Hindu, Budha, atau penggemar Harry
Potter; semuanya membutuhkan hadirnya hero-hero itu untuk memaknakan
hidupnya, untuk menumbuhkan harapan dalam hidupnya, untuk menjaga agar
hidupnya tak terjebak dalam nihilisme. Namun pada akhirnya, bukan
hero-hero itu yang menentukan hidup manusia, tak juga Yesus, Muhammad,
Budha, atau Harry Potter; melainkan keputusan demi keputusan manusia
dalam setiap peristiwa kehidupan yang dijalaninya.
 
So when you feel like hope is gone
Look inside you and be strong
And you'll finally see the truth
That a hero lies in you
 
 

CATATAN-CATATAN:
 
[1] Peneliti; Penulis buku "Mite Harry Potter" (diterbitkan Jalasutra,
2005).
[2] Ada pengertian khusus mengenai hero yang sering saya gunakan dalam
esei ini. Kendati kerap dirujuk sebagai terjemahannya, `hero' berbeda
dengan `pahlawan'. Istilah `hero' berkonotasi pada sosok yang
[setidaknya dianggap] berkemampuan menyelamatkan dan menjadi
idola/pujaan. (lihat The Last Action Hero? Atau lagu berjudul `Hero')
Jika diterjemahkan menjadi pahlawan saya kok merasa ada meaning yang
sedikit melenceng. Istilah `pahlawan' cenderung berkonotasi pada orang
yang mengorbankan sesuatu dari dirinya untuk kepentingan orang banyak.
Jika kita menyebut kata `pahlawan', maka akan segera berasosiasi
dengan misalnya: guru, Pangeran Diponegoro, pahlawan revolusi, dan
sejenisnya. Agaknya ini terkait dengan cara pandang/konsep mengenai
pahlawan itu sendiri yang mungkin berbeda antara Indonesia dan Barat.
Sebenarnya saya lebih prefer untuk tetap menggunakan istilah hero.
Bagi orang indonesia, melabel Harry Potter dengan pahlawan, mungkin
akan melenceng, seperti juga kita tidak dapat mengatakan bahwa Nabi
Musa, Yesus, adalah pahlawan.
[3] Audifax; (2005) Mite Harry Potter – Psikosemiotika dan Misteri
Simbol di Balik Kisah Harry Potter; Jogjakarta& Bandung: Jalasutra;
hal. 210
[4] Carl Gustav Jung; (1989); Memperkenalkan Psikologi Analistis:
Pendekatan terhadap Ketaksadaran; saduran G. Cremers; Jakarta:penerbit
Gramedia; hal. 147
[5] Leonardo Rimba; (2005) reply pada esei `Harry Potter vs Joseph
Ratzinger'; online documents:
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/3428
 







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/f4eSOB/lbOLAA/E2hLAA/.DlolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

[EMAIL PROTECTED]
*Milis Penggemar Harry Potter Indonesia
http://groups.yahoo.com/group/indo-harrypotter
-------------------------------------------------[contact]
*Menghubungi moderator Indo-HarryPotter?
email ke: indo-harrypotter-owner @ yahoogroups . com
*Friendster Indo-HarryPotter?
Add email ini: indoharrypotter @ yahoo . com
----------------------------------------------------[link]
***Indo-HarryPotter juga bisa diklik pada link ini:
http://indoharrypotter.blogspot.com/
http://www.harrypotterindonesia.com/
http://www.geocities.com/hogwarts_chronicles1
http://wap.harrypotterindonesia.com/www/
http://www.friendster.com/useropen.php?uid=7233008
-------------------------------------------------[sponsor]
Segera dirilis! DVD dan VCD Harry Potter 4...
"Harry Potter and The Goblet of Fire"
Lengkapi koleksi DVD & VCD Harry Potter original lainnya
http://www.vision.co.id (Vision Interprima Pictures)
-------------------------------------------------[sponsor]
Segera Terbit! Harry Potter edisi Bahasa Indonesia...
"Harry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran"
http://www.gramedia.com (Gramedia Pustaka Utama)
----------------------------------------------[next event]
Offline ke-13 Indo-HarryPotter
Sabtu, 17 Desember 2005 12.00
Di Flora Cafe, Hanggar Pancoran
Be There!
========================================================= 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indo-harrypotter/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke