Aih, jadi rindu... Teringat masa-masa bersekolah di Hogwarts dahulu, padahal blum lama lulus dari Hogwarts, tapi rasanya sudah bertahun-tahun yang lalu. (Warning! Pure imagination ahead!)
Eirene ingat sekali pada saat surat dari Hogwarts tiba-tiba datang pada saat makan pagi. Awalnya Eirene kira itu surat yang dibawa burung hantu imut nan lucu itu buat ayah yang temen dekat ama Dumbledore, tapi burung hantu kan jarang nyasar.. apalagi burung hantunya Hogwarts. Dan... emang ga nyasar Miss. Eirene A. Abaris Helios Manor Cambridge Cambridgeshire Kaget setengah mati karena belum berumur 11 tahun September ini, akhirnya dengan pandangan curiga melirik ayahku yg tiba-tiba Apparate entah kemana tanpa suara. Sebelum bisa menginterogasi ayahku, tiba-tiba bibiku muncul dan menyelamatiku dan tanpa babibu menculik aku ke Diagon Alley buat belanja barang-barang. Intinya sih: yang heboh orang serumah. Balik-balik udah punya beberapa jubah baru yang custom-made langganan keluarga, peralatan sekolah (kuali, bahan-bahan ramuan, timbangan dll), wand (willow, eleven a quarter inches, phoenix feather), dan an eagle owl! Buat hewan peliharaan.. terbagi dua antara kucing dan burung hantu... Pada akhirnya sih, burung hantu, karena lebih banyak kegunaannya. Kuberi nama Artemis. Dia lucuuuu~ banget, dengan badan segede doblagnya (eagle owl, owl paling gede dari semua owl) suka terbang muter-muter begitu Eirene resmi jadi majikannya dan begitu dikasih tugas pasti langsung dikerjain dg bersemangat, tahu-tahunya udah balik lagi. hahaha ^^; Pulang-pulang, perang dingin ama ayah. Ngambek. Akhirnya sih luluh juga, toh anak satu-satunya. Ayah ngejelasin kenapa dia masukin Eirene ke Hogwarts sekarang, tapi seperti biasa, dengan gaya sok diplomatis dan misterius, dan kata-kata yang lebih merupakan teka-teki khas Abaris (argh, dasar Abaris), jadinya tidak menjelaskan apapun. Ya sudah, apa boleh buat, sudah terlanjur. Pada hari keberangkatan, walau udah dinasihatin macem-macem tetep aja tegang, hari pertama masuk sekolah gitu! Dan ini pertama kalinya bertemu dengan teman-teman sebaya. Soalnya di daerahku jarang yang sebaya dan juga penyihir.. ~_~ Nasiib. Karena naik keretanya telat, Eirene ga dapet kompartemen kosong dan akhirnya menemukan sebuah kompartemen dengan seorang cewek manis berambut pirang keemasan yang akhirnya menjadi teman pertama dan teman terbaikku sampai saat ini. Leanora Raleigh. Percakapan pertama: "Apa tempat duduk ini sudah diambil?" aku bertanya/ "Oh, tidak. Silahkan," Leanora mengeleng-gelengkan kepala. *hening, keduanya terpaku pada pemandangan luar jendela* "..." Leanora seakan-akan mau bicara, tapi berkali-kali berhenti sebelum bisa memulai. "Namaku Eirene Abaris, boleh saya tahu namamu?" aku mengambil inisiatif pertama, tanpa sadar berbicara dalam bahasa formal karena kebiasaan tegas keluarga Abaris. Aku tersenyum dan menyodorkan tangan yang dengan malu-malu ia sambut. "Leanora Raleigh, mmm, panggil saja Lea" *hening kembali* "...Belum pernah bersentuhan dengan sihir sebelumnya?" setengah ingin menggampar diri karena terlalu formal. Lea menggeleng pelan, dia benar-benar nampak tegang, tampak sangat asing dengan dunia yang baru dikenalnya. "Eirene sendiri?" Lea penasaran. "Keluargaku penyihir, tapi aku juga tidak tahu begitu banyak tentang Hogwarts," sengaja berbohong, "Lea tahu?" "Yah, sedikit aja.. dari Hogwarts: A History. Umm, itu lho buku yang tertulis di perkamen" "Oh ya? Aku blum baca tuh. Emang tentang apa aja?" Dan... mengalirlah dengan lancar rangkuman lengkap dari Hogwarts: A History yang sebenarnya udah hapal di luar kepala oleh Eirene. Lea menceritakannya dengan antusias dan tanpa jeda, yang kemudian berlanjut ke cerita bagaimana ia menerima surat dari Hogwarts, reaksi keluarganya, membeli peralatan sekolah dan perasaanya, ia masih setengah percaya kalau ini bukan bualan atau khayalan yang hanya ia baca di buku-buku fiksi Muggle. Eirene yang emang kutu buku, melahap setiap buku tak terkecuali buku Muggle akhirnya malah ngobrol tentang buku-buku Muggle. Setiap kali berbicara mata biru langit Lea berbinar, menunjukkan keramahan dan kehangatan. Akhirnya sepanjang perjalanan, kami tak berhenti mengobrol dan sampai ke Hogwarts kami langsung lengket. Eirene ingat sekali bagaimana terkesannya Eirene begitu melihat Hogwarts, terutama Great Hall, walau lahir di keluarga penyihir, tetap saja tak mudah untuk tak terkesan melihat keajaiban sihir, apalagi keluargaku membatasi penggunaan sihir agar tidak tergantung sihir. Banyak wajah-wajah yang memandangi kami dengan perasaan yang berbeda-beda, tapi umumnya antusias. Eirene merasakan pegangan Lea pada tanganku semakin erat. Kami maju sampai ke depan dan seorang penyihir wanita yang menyambut kami -kuduga dia Prof. McGonagall- mengeluarkan sebuah topi usang dan menempatkannya di atas bangku. Tak lama kemudian ia bernyanyi, Eirene ingat betul lagunya tapi... rasanya kepanjangan kalau ditulis di sini. Kami diberitahu bahwa kami akan disortir oleh topi tsb dan kutahu kalau dipanggil berdasarkan abjad, aku akan menjadi yang pertama. "Abaris, Eirene." Yep, kecuali ada yang memiliki nama keluarga Aaron atau apapun, Eirene tak terhindar dari absen awal. Lea melepaskan pegangannya dengan enggan, aku hanya tersenyum padahal diri ga tenang. Ketika menuju bangku+Sorting Hat yg disediakan Eirene nyadar kalau hampir semua professor bereaksi mendengar nama Abaris disebut, terutama yang penyihir laki-laki yang berambut dan berjanggut perak panjang, mata di balik kacamata setengah bulannya berbinar jenaka. Tidak sulit mengenali penyihir terkenal abad ini. Albus Dumbledore. Order of Merlin, First Class, Grand Sore, Chf. Warlock, Supreme Mugwump, International Confed. of Wizards. Semua mata memandang begitu Eirene duduk dan untunglah Sorting Hat menutupi pandanganku... kalau ngga..hehehe. Walau Eirene udah tahu kira-kira bakal ditempatin di mana, tetap saja ada percakapan antara Eirene dan Sorting Hat yang cukup lama dan akhirnya... RAVENCLAW!! Tepuk tangan riuh membahana dari meja Ravenclaw yang menyambut dengan tangan terbuka Eirene, satu persatu memperkenalkan diri. Sayangnya... Lea masuk Hufflepuff. Raut mukanya tampak kecewa begitu tahu dia masuk Hufflepuff tapi tak lama ia bisa menyesuaikan diri dengan Hufflepuff yang baik-baik dan ramah-ramah, cocok untuk Lea yang pemalu. Eirene masih ingat sosok Dumbledore yang sekilas tampak nyentrik dan aneh itu, tapi memancarkan wibawa dan kebijaksanaan. Sungguh sulit dipercaya beliau sudah tiada. ;_; Dunia sihir sangat kehilangan sosoknya yang tak tergantikan siapapun. Dengan kematiannya, dunia sihir dan Muggle menghadapi masa-masa kegelapan. Hogwarts tak bisa lagi dikatakan tempat teraman, tapi masih bisa dikatakan aman. Keluarga Abaris juga sedang bekerja keras untuk memastikan Voldemort tak bisa bergerak bebas bekerja sama dengan Ministry of Magic dan Order of the Phoenix dengan diam-diam. Ssst, tapi jangan bilang-bilang ya. Pastikan Scrimgeour tak curiga ; ) ~Audriel alias Eirene Abaris~ Lhe, malah bikin fanfic... Kalau aku bikin ada yang baca ga? [Non-text portions of this message have been removed] [EMAIL PROTECTED] *Milis Penggemar Harry Potter Indonesia http://groups.yahoo.com/group/indo-harrypotter ---------------------------------------------------------- *Moderator: indo-harrypotter-owner @ yahoogroups . com *Email Friendster: indoharrypotter @ yahoo . com ---------------------------------------------------------- ***Indo-HarryPotter juga bisa diklik pada link ini: http://www.kelontongsihir.com http://indoharrypotter.blogspot.com http://www.harrypotterindonesia.com/www http://www.friendster.com/indohp http://s38.photobucket.com/albums/e140/fotoihp/ [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/indo-harrypotter/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/indo-harrypotter/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
