kawan,konsep pertumbuhan ekonomi dan juga pemberian lapangan kerja bertumpu pada investasi adalah konsep yang di adopsi oleh kaum developmentalis, siapa bilang bahwa pertumbuhan ekonomi kita bergantung kepada investasi asing,banyak hal lain yang bisa dilakukan untuk meningkatkan perekonomian kita misalnya pertanian, pertambangan, perdagangan dan sektor2 lainnya, sekarang tinggal kepada pemerintahan kita akan berpihak kepada kaum kapitalis/pemodal dalam dan luar negeri atau berpihak kepada kaum buruh , rakyat jelata yang selalu tertindas?saya tidak percaya buruh kita dikatakan tidak produktif saya yakin kata2 itu sama seperti yang diucapkan para kolonialis dulu bahwa kaum hindia belanda itu malas dan bodoh, penilaian tersebut sama sekali tidak berdasar dan hanya bertujuan memojokkan kaum buruh Indonesia.Peningkatan kualitas kaum buruh melalui pelatihan dan pendidikan adalah mutlak harus dilakukan oleh pemerintah dan swasta, perlindungan atas jaminan sosial dan juga upah buruh harus disamakan dengan standar hidup yang ada dan persaingan dengan upah buruh di RRC dan negara2 berupah buruh rendah lainnya harus dilakukan konsolidasi mengingat saat ini akibat kelicikan kaum kapitalis buruh di satu negara dan mematikan buruh di negara lainnya dengan upah buruh yang rendah, persatuan kaum buruh khususnya di negara ketiga mutlak harus dilakukan mengingat globalisasi dan pasar bebas sudah di depan mata para, kapitalis telah lama mempersiapkan hal ini dan mengkonsolidasikan kekuatan, saat nya kaumk buruh bersatu melawan kapitalis yang menghisap mereka dinegara manapun mereka berada.Salam Revolusi, Bangkitlah Kaum Tertindas----- Original Message -----From: ichank grlSent: Wednesday, March 01, 2006 10:02 AMSubject: [indo-marxist] Solusi Perburuhan Beradab
EDITORIAL : Media Indonesia OnlineRabu, 01 Maret 2006
Solusi Perburuhan Beradab
INDONESIA belum kembali menjadi incaran investor asing. Banyak push factor yang menyebabkan perusahaan-perusahaan hengkang dari negeri ini. Di antara banyak faktor pengusir, masalah perburuhan salah satunya. Sementara pemerintah belum menunjukkan keseriusan menangani masalah-masalah yang dihadapi buruh dan dunia usaha.Demonstrasi ribuan buruh PT Maspion di Surabaya, adalah contoh betapa perselisihan perburuhan sampai sekarang lebih cenderung menimbulkan ketakutan kalangan pengusaha daripada menemukan solusi yang menguntungkan dua belah pihak.
Salah satu pemicu demonstrasi buruh Maspion adalah revisi upah minimum kabupaten/kota oleh Gubernur Jawa Timur. Berdasarkan revisi itu upah minimum Jawa Timur menjadi Rp685.000/bulan. Karena revisi tersebut buruh merasa memiliki hak menagih kekurangan pada perusahaan sebanyak Rp 107.000
Asosiasi Pengusaha Indonesia menggugat keputusan gubernur ke Pengadilan Tata Usaha Negara. Sidang pun digelar. Para pengusaha berpegang pada aturan bahwa selama belum ada putusan pengadilan, ketetapan gubernur belum bisa dilaksanakan. Tetapi buruh terus berdemo dan pemerintah cuek.
Kepastian hukum dan komitmen menjadikan Indonesia sebagai daerah tujuan modal adalah dua perkara besar yang tidak serius ditangani pemerintah. Setiap hari para pejabat berbicara tentang munculnya Cina dan Vietnam sebagai negara yang menggoda modal asing karena berbagai kemudahan.
Setiap hari pula kita mendengar para pakar, termasuk pemerintah menyesalkan fakta banyak perusahaan yang merelokasi pabriknya ke negara lain karena merasa tidak aman di negeri ini. Tidak aman karena setiap saat pabrik bisa didemo dan dirusak, tidak aman karena masih terjadi pungutan berbagai rupa dari berbagai instansi.
Tantangan Indonesia sekarang adalah bagaimana menciptakan lapangan kerja bagi 10,7 juta penganggur dan 106 juta angkatan kerja. Rumus ekonomi mengatakan tidak ada lapangan kerja bila tidak ada investasi. Tidak ada investasi bila tidak ada keuntungan ekonomi bagi investor.
Di pihak lain, ongkos tenaga kerja Indonesia yang dulu dianggap sebagai insentif investasi karena murah, sekarang tidak. Indonesia termasuk negara dengan upah buruh mahal. Celakanya, buruh di Indonesia yang mahal itu ternyata produktivitasnya sangat rendah. Indonesia berada di ururan 59 dari 60 negara yang diteliti produktivitas buruhnya oleh IMD-World Competitiveness Year Book, sebuah lembaga survei di Swiss.
Buruh harus hidup tetapi perusahaan pun tidak boleh bubar. Keduanya tidak boleh saling merugikan. Filosofi ini hanya ada di undang-undang tanpa aplikasi yang serius. Bisakah menyelesaikan sengketa perburuhan tanpa merusak? Itulah solusi beradab yang ditunggu.
Hancurkan Kapitalisme,Imperialisme,Neo-Liberalisme, Bangun Sosialisme !
******Ajak lainnya bergabung ! Kirimkan e-mail kosong (isi to...saja)ke:
[EMAIL PROTECTED] (langganan)
[EMAIL PROTECTED] (keluar)
Site: http://come.to/indomarxist
SPONSORED LINKS
Indonesia phone card Indonesia calling card Indonesia travel Indonesia Indonesia hotel Indonesia tour
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "indo-marxist" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
Hancurkan Kapitalisme,Imperialisme,Neo-Liberalisme, Bangun Sosialisme !
******Ajak lainnya bergabung ! Kirimkan e-mail kosong (isi to...saja)ke:
[EMAIL PROTECTED] (langganan)
[EMAIL PROTECTED] (keluar)
Site: http://come.to/indomarxist
| Indonesia phone card | Indonesia calling card | Indonesia travel |
| Indonesia | Indonesia hotel | Indonesia tour |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "indo-marxist" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
