Yang menjadi point disini adalah sistem pendidikannya.Sistem pendidikan kita sekarang adalah sistem pendidikan terkapitalisasi dan berhakikat proletarisasi.
Terkapitalisasi artinya sudah menjadi bisnis atau diperdagangkan.contohnya adalah fakta bahwa status universitas negeri yang sudah berubah sehingga tidak lagi disubsidi dan akibatnya mencari biaya dengan membebankannya pada mahasiswa.Pendidikan dengan demikian jadi tidak terbeli. Yang kedua berhakikat proletarisasi artinya pendidikan tidak lagi diarahkan untuk membentuk mental, karakter, pengetahuan,budi pekerti, wawasan serta keterampilan sehingga manusia yang dididik menjadi baik dan berguna bagi masyarakat.Pendidikan sekarang telah direduksi (baca: dikerdilkan) menjadi sekedar pelatihan keterampilan saja.Tujuannya adalah menghasilkan manusia-manusia yang siap kerja ( baca: diperbudak) kepada kapitalis. Kita disini dipermainkan dalam pola penawaran dan permintaan tenaga kerja.Hukumnya adalah semakin banyak penawaran sementara sedikit permintaan artinya terjadi kelebihan tenaga kerja dilapangan,sebaliknya jika sedikit penawaran sementara banyak permintaan maka terjadi kelangkaan tenaga kerja dilapangan. Seluruh Universitas menghasilkan banyak sekali sarjana tiap tahun, sementara permintaan terhadap tenaga kerja sarjana sedikit.Alhasil kelebihan tenaga kerja,akibatnya terjadi persaingan diantara tenaga kerja ( termasuk antara yang sarjana dengan yang non sarjana ) dalam mendapatkan pekerjaan. hal ini menguntungkan kapitalis karena bagi para sarjana ( juga tenaga kerja non sarjana) tidak ada pilihan lain selain mendapatkan kerja ( atau menganggur dan mati ).Dihadapkan dengan pilihan seperti ini,maka bargaining position para tenaga kerja sangat rendah dalam menentukan gaji/upah. gaji mereka pasti ditekan rendah. Kenyataan persaingan untuk dapat kerja yang berat inilah yang membuat banyak mahasiswa ingin lebih cepat lulus agar bisa lebih dahulu melamar kerja ketimbang para saingannya.Hal ini juga didukung kenyataan bahwa pendidikan kini sudah amat mahal harganya. Nah kesimpulannya dengan kondisi seperti ini, yang NAMANYA MAHASISWA UDAH SIBUK SENDIRI.BAGAIMANA MAU MENOLONG RAKYATNYA.NILAI LEBIH MAHASISWA HANYALAH IA PUNYA SEMANGAT ( DIKARENAKAN MASIH MUDA) PLUS KARENA MAHASISWA PUNYA KADAR INTELEKTUALITAS YANG RELATIF LEBIH TINGGI KETIMBAnG KEBANYAKAN ORANG. MAHASISWA JADI REVOLUSIONER ????.TIDAK,MAHASISWA HANYA ELEMEN TRIGGER TERHADAP KELAS YANG BENAR-BENAR REVOLUSIONER YAITU BURUH. BURUH INDONESIA HANYA BELUM MEMILIKI KESADARN KELAS YANG KOLEKTIF.ITU SAJA MASALAHNYA. Revolusi yang benar adalah revolusi permanen dengan "KAUM BURUH SEDUNIA BERSATULAH". --- Nara Ayuditya <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > yah memang yang mau kuliah ya kuliah..yang mau > berjuang yah berjuang....mau dibilang mahasiswa > berjuang udah basi, tetap aja mereka dibutuhkan > untuk > bersuara kritis dan tenaganya untuk menyalurkan > tenaganya ke buruh.buruh memang yang akan jadi ujung > tombak revolusi, tapi buruh di indonesia kan juga > belum merasa jadi buruh yang sejatinya, > ...seringkali > masih bergantung ama orang tua dan tanah di desa..., > apalagi buruh2 yang masih muda. gak tau mungkin gue > salah, tapi memang hubungan antara buruh dan > mahasiwa > gue pikir musti dialektis. begitu juga saat > mahasiswa > di kampus, dialektis aja, bukan berarti pilih2. > kalau > bisa melakukan keduanya kan lebih baik, ada tuh > kawan > gue yang kuliahnya oke, berjuangnya juga gak > setengah-setengah dan dia harus biayai kuliahnya > sendiri....jadi sekali lagi dialektis aja... > > memang problem di mahasiswa sekarang cukup > menghambat > untuk meningkatkan kesadaran kritis. gila aja, dulu > pas gue kuliah, masih dikasih waktu 6 tahun, > sekarang > cuma 5 tahun. dan tugas kuliahnya gila2an.gimana mau > bikin kesadaran kritis di mereka, mau dicuekin, > biarpun populasinya lebih sedikit, kadang mereka > dibutuhkan juga...hayoooo...gimana?????????????????? > > > --- adde rio <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Ha ha ha, ini memang masalah yang aku alami juga. > > Maunya sich serius dikeduanya,praxis ideologi dan > > kuliah.tapi ada saatnya kita harus memilih, mau > > kuliah > > atau mau berjuang. > > > > mahasiswa jika kita lihat secara sederhana, cuma > > beda > > di kata "maha" nya doang kok, tapi itu perbedaan > > yang > > penting. Kalau siswa ,memang kerjaannya cuma > > belajar > > dan belajar saja. tapi mahasiswa, gak cuma belajar > > tetapi juga mempraxiskan ilmunya yang didapat dari > > kampus itu dimasyarakat. > > > > Nah,hakikat pendidikan sekarang adalah > proletarisasi > > plus kapitalisasi pendidikan.Artinya pendidikan > > sudah > > jadi komoditas ( sesuatu yang dijual untuk > > mendapatkan > > keuntungan ) dan pendidikan sekarang bukanlah > > pendidikan untuk menghasilkan manusia yang baik, > > berguna,berkarakter,dll tetapi hanya untuk > > menghasilkan manusia pekerja yang terdidik dan > > terlatih yang siap untuk diperbudak > > kapitalis.singkatnya untuk menghasilkan > tikus-tikus > > kantor. > > > > Lulus cepat itu tidak buruk,bahkan bisa dibilang > > baik.paling tidak meringankan beban orang tua. > > benar yang boyke bilang, mahasiswa bukan elemen > > revolusioner.mahasiswa itu cuma elemen trigger > > karena > > ia punya intelektualitas yang lebih tinggi dari > > kebanyakkan rakyat. > > jadi,ya bebas-bebas saja.mau lulus cepat ok .mau > > lulus > > lama juga ok.semua orang punya jalan > sendiri-sendiri > > kok.asal gak saling ganggu. Asal jangan lulus trus > > cuma dapat IP dan selembar ijazah dan transkrip > > nilai.Setinggi apapun nilainya,mau cumlaude > > kek.tetap > > saja itu adalah hasil kapitalisasi pendidikan dan > > berhakikat proletarisasi. > > > > --- boyke <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > yg mau kuliah cepet2 ya kuliah, yg berwatak > > > revolusioner dan mau merubah sistem juga jgn > > > dilarang, tapi intinya gerakan model 98 yg > > katanya > > > gerakan moral mahasiswa udah basi, skr buruh yg > > ada > > > di depan, seperti kata Marx kelas menengah > > (borjuis > > > kecil) tidak bisa diajak untuk revolusi krn > > berwatak > > > konservatif, yg berwatak revolusioner itu ya > > > proletariat. Jadi meskipun mahasiswa juga anak2 > > dari > > > buruh kantoran dan borjuis (krn gak mungkin > anak > > > proletar bisa kuliah bener gak?) maka ini gw > > > kategorikan sbg borjuis kecil, kalo pun ada > > > mahasiswa yg revolusioner yaa mungkin sebagian > > > kecil... > > > ----- Original Message ----- > > > From: wahyu wulan pratiwi > > > To: [email protected] > > > Sent: Sunday, May 07, 2006 11:38 AM > > > Subject: [indo-marxist] kemiskinan ideologi <4 > > > candra> > > > > > > > > > menurut saya cepat menyelesaikan kuliah memang > > > merupakan orientasi yang sangat penting. ingat! > > > kuliah kita memakai uang siapa? orang tua kan? > ya > > > kecuali yang sudah memiliki pekerjaan sendiri. > > > bayangkan jika hal itu tidak menjadi orientasi > > > utama...kita hidup memang inginnya berguna untuk > > > masyarakat,tapi apa harus mengorbankan orangtua > & > > > waktu. whatever alasannya kuliah memang harus > > cepat > > > selesai!! > > > enak amat kebutuhan hidup ditanggung > pemerintah > > > sepenuhnya... kita bakal jadi pemalas kalo gitu > > > caranya!! jangan cuma nuntut pemerintah!!! > memang > > > kita adalah wahana buat masyarakat dalam peran > > > sebagai penengah antara elit politik & > masyarakat, > > > tapi kalo lulus saja lama apa ga malu2in????? > > > actually saya setuju dengan pendapat anda > dengan > > > kekurangannya substansi yang membuat mahasiswa > > > kritis terhadap perkembangan bangsa,bahkan > mungkin > > > tak tau seberapa penting rezim SBY-KALLA dikaji > > > hanya saja itu tidak boleh membuat kewajiban > > > mahasiswa yang lain terlupakan. > > > itu komentar saya... maaf jika mungkin saya > > salah. > > > . > > > > > > candra <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > semakin banyak kecebderungan kurikulum yang > > > disusun oleh pemerintah > > > yang bertendesi mematikan gairah mahasiswa > > untuk > > > belajar mengasah > > > kepekaan sosialnya. kurikulum yang terus > > > mendesak secara represif > > > sehingga mahasiswa hanya berorientasi untuk > > > cepat-cepat menyelesaikan > > > kuliah kemudian kerja demi memenuhi > kebutuhan > > > hidupnya yang seharusnya > > > terjamin oleh pemerintah. > > > situasi semakin menekan ketika semua > perangkat > > > pendidikan seperti guru, > > > dosen semakin kekurangan akan pion-pion yang > > > sanggup merangsang > > > mahasiswa untuk bertanya-tanya akan > substansi > > > mengapa seorang > > > mahsasiswa itu disebut mahasiswa dan bukan > > siswa > > > lagi. > > > mental-mental seperti inilah yang akan > membawa > > > bangsa kita semakin > > > termarginalisasi secara ideologis. bangsa > kita > > > akan menjadi bangsa yang > > > pragmatis, terlebih lagi menjadi bangsa yang > > > hipokrit... > > > kasihan ya? > > > silahakan bagaimana menurut kawan-kawan > > > bagaimana solusinya atau > > > sekedar mengomentarinya.... > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > ------------------------------------------------------------------------------ > > > Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make > > > PC-to-Phone calls. Great rates starting at > > 1�/min. > > > === message truncated === __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get to your groups with one click. Know instantly when new email arrives http://us.click.yahoo.com/.7bhrC/MGxNAA/yQLSAA/vbOolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Hancurkan Kapitalisme,Imperialisme,Neo-Liberalisme, Bangun Sosialisme ! ******Ajak lainnya bergabung ! Kirimkan e-mail kosong (isi to...saja)ke: [EMAIL PROTECTED] (langganan) [EMAIL PROTECTED] (keluar) Site: http://come.to/indomarxist Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/indo-marxist/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
