( Tulisan ini juga disajikan dalam website
http://perso.club-internet.fr/kontak.)
adalah aib besar TNI-AD
Ditemukannya
103 pucuk senapan, 42 pistol, 6 granat, dan hampir 30 ribu peluru di rumah
mendiang Brigadir Jenderal Koesmayadi
(Wakil Asisten Logistik TNI-AD) beberapa waktu yang lalu adalah masalah
sangat serius yang perlu diusut secara tuntas dan juga secara transparan. Peristiwa ini menunjukkan bahwa banyak
sekali praktek-praktek yang dilakukan oleh kalangan militer (khususnya TNI-AD)
perlu diawasi atau diselidiki, dan berbagai pelanggaran atau penyelewengan harus
ditindak dengan tegas.
Langkah yang sudah dimulai oleh Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto dengan membuka kepada publik kasus penimbunan senjata perlu didorong terus atau dituntut terus oleh masyarakat luas untuk ditindaklanjuti dengan langkah-langkah yang lebih tegas dan benar-benar tidak pandang bulu. Sebab, sudah lebih dari 62 orang (di antaranya 14 orang sipil) telah dimintai keterangan tentang penimbunan senjata dan perlengkapan militer ini.
Berdasarkan
hasil keterangan dari 62 orang tersebut, diketahui terjadi 29 kali pemasukan
senjata dan amunisi. Enam kali di antaranya dilakukan dari Singapura selama periode Mei 2003 sampai
Maret 2006 berupa senjata
non-standar militer berdasarkan surat permintaan yang ditandatangani
Brigjen Koesmayadi selaku Waaslog Kasad sebanyak 60 pucuk.
Pemasukan
lainnya adalah 23 kali senjata standar militer dari berbagai negara di luar Singapura selama periode
Maret 2001 sampai Oktober 2004.
Pemasukan itu didasarkan pada surat pemberitahuan impor barang dari
Mabes TNI melalui Bandara
Internasional Soekarno-Hatta, Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dan Tanjung Perak
Surabaya
Mengandung
banyak pertanyaan
Tindakan-tindakan tegas perlu sekali dilakukan untuk
membongkar penimbunan senjata oleh alm brigjen Kusmayadi ini karena kasus ini
mengandung banyak sekali pertanyaan dan penuh dengan hal-hal yang aneh serta meragukan.
Apakah benar bahwa penimbunan senjata yang sebanyak itu bermotif hanya sebagai
koleksi atau hobby saja? Juga, apakah benar bahwa senjata-senjata itu untuk
sport saja? Apakah ada motif-motif atau tujuan bisnis? Mengapa ada peluru
sampai hampir 30 000 butir dan 9 geranat ? Penimbunan senjata itu untuk siapa atau dengan tujuan apa ? Ia
berbuat begitu itu atas perintah siapa?
Adalah
hal yang aneh bahwa praktek pemasukan senjata atau perlengkapan militer yang
sudah dilakukan oleh brigjen Kusmayadi sejak tahun 2001 itu dibiarkan terus
tanpa kontrol oleh atasannya. Ataukah tindakannya itu justru memang
sepengetahuan atau persetujuan fihak atasannya? Atau, betulkah bahwa peristiwa
itu adalah akibat perbuatannya seorang diri? Apakah penimbunan senjata ini ada
hubungannya dengan beredarnya senjata gelap di berbagai daerah ( antara lain :
Poso, Maluku, Aceh) dan di kalangan kelompok-kelompok Islam tertentu?
Dari
banyaknya tempat di mana ditemukan senjata-senjata itu besar sekali adanya
kemungkinan bahwa brigjen Kusmayadi tidak bekerja
sendirian.
Nama
buruk TNI-AD
Kasus
penimbunan senjata oleh brigjen Kusmayadi perlu sekali diselesaikan secara tegas
dan tuntas, mengingat bahwa selama ini sudah terlalu banyak kasus-kasus yang
membikin TNI-AD dicurigai atau diduga sebagai pelakunya, tetapi kebanyakan tidak bisa
terbongkar secara jelas. Boleh dikatakan bahwa karena banyaknya pelanggaran,
penyelewengan, atau kejahatan yang dilakukan oleh oknum-oknum TNI-AD, maka nama
TNI-AD sudah busuk sejak lama.
Di
antara kasus-kasus yang membikin jatuhnya citra TNI-AD jatuh di mata banyak
orang adalah, antara lain, pembantaian besar-besaran orang-orang
tidak bersalah dalam tahun 65,
pembunuhan banyak orang di Timor Timur, tragedi Tanjung Priok tahun 1984,
pembantaian orang Papua dan Aceh,
tragedi Talangsari dan Haur Koneng, pembunuhan di Sampang, tragedi 27
Juli 1996, penculikan mahasiswa 1996-1998, penembakan mahasiswa Trisakti 12 Mei
1998, penembakan mahasiswa di Semanggi November 1998, pembunuhan Marsinah, peracunan
pejuang HAM Munir dalam pesawat terbang.
Karenanya,
kalau kasus penimbunan senjata kali ini pun juga akan tidak bisa terbongkar
secara tuntas dan transparan, maka kecurigaan banyak orang terhadap
praktek-praktek tidak sehat di kalangan TNI-AD akan makin besar dan menumpuk.
Adalah
salah sama sekali kalau dengan maksud menjaga nama baik TNI-AD maka kejahatan
atau penyelewengan sekitar penimbunan senjata ini ditutup-tutupi atau
direkayasa, oleh fihak yang mana pun. Dan juga adalah keliru sama sekali kalau
ada kalangan di TNI-AD yang dengan dalih menjaga rahasia negara maka berbagai borok-borok yang selama
ini menghinggapi tubuh aparat negara ini tidak boleh
disentuh.
Paris
17 Juli 2006
A.
Umar Said
Bersatu Rebut Kekuasaan: Hancurkan Kapitalisme, Imperialisme, Neo-Liberalisme, Bangun Sosialisme!
Situs Web: http://come.to/indomarxist
| Indonesia visa | Indonesia phone card | Indonesia calling card |
| Indonesia travel | Indonesia | Indonesia hotel |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "indo-marxist" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
