(Tulisan ini juga disajikan dalam website
http://perso.club-internet.fr/kontak.)





Konferensi PAPERNAS Jatim

diserang sisa-sisa Orba





Walaupun Suharto sudah turun dari « tahta » sejak 1998 (sudah sembilan
tahun)  tetapi kita semua menyaksikan bahwa sisa-sisa kekuatan politik rejim
militer Orde Baru dewasa ini masih bercokol di berbagai bidang eksekutif,
legislatif, judikatif dan juga di bidang kebudayaan (termasuk bidang agama).
Salah satu di antara banyak buktinya yang terakhir adalah apa yang terjadi
di Batu (Jawa Timur), dengan adanya serangan brutal dari satu golongan yang
menamakan Front Anti Komunis Indonesia terhadap Konferensi Daerah  PAPERNAS
(Partai Persatuan Pembebasan Nasional) tanggal 4 Maret 2007.



Mengingat sangat seriusnya peristiwa di Batu ini bagi kehidupan demokratis
di Indonesia, berikut di bawah ini disajikan pernyataan pers (press release)
DPP PAPERNAS yang ditandatangani  Dominggus Oktavianus, Ketua Bidang Politik
dan Demokratisasi, disertai dengan komentar berikutnya.



Press release DPP PAPERNAS tersebut berbunyi sebagai berikut :



« Sekitar pukul 15.00 WIB hari ini (4/3 07) massa yang menamakan diri Front
Anti Komunis Indonesia (FAKI) melakukan penyerangan terhadap Konferensi
Daerah I PAPERNAS Jawa Timur (KONFERDA I PAPERNAS JATIM) di Batu, Jawa
Timur.



Konferda I Jatim diikuti oleh 200 peserta dari 24 kabupaten/kota se-Jatim
dan dihadiri oleh Ketua Umum DPP PAPERNAS, Sdr. Agus Prioyono. Tindakan
tidak beradab, anti demokrasi, beserta fitnah tidak berdasar yang dilakukan
FAKI tersebut adalah yang kedua kalinya, setelah penyerangan atas Kongres
Pendirian Partai di Kaliurang, Yogyakarta bulan Januari lalu.



Seluruh prosedur hukum telah dilalui oleh panitia untuk menyelenggarakan
Konferensi ini, sehingga seharusnya mendapatkan perlindungan dari aparat
penegak hukum. Namun yang terjadi di lapangan, aparat kepolisian membiarkan
aksi teror dan perusakan dilakukan oleh massa FAKI.



Kejadian memalukan yang terus berulang ini mengindikasikan bahwa cara-cara
Orde Baru masih digunakan oleh sebagian faksi sisa Orba di dalam institusi
Tentara Nasional Indonesia (TNI). Modus yang sama terjadi saat Kongres
pembentukan PAPERNAS Yogyakarta, yaitu pihak Komando Resort Militer 072
Pamungkas Yogyakarta melakukan tekanan terhadap Kepolisian DIY untuk
menghambat terselenggaranya Kongres.



Dengan demikian, telah terjadi pelanggaran serius terhadap fundamen
demokrasi yaitu kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.
Fundamen demokrasi ini kami pandang sangat krusial, karena dengan kebebasan
tersebut maka Bangsa ini akan mendapatkan kesempatan untuk bangkit dari
keterpurukan, melalui pembangunan kekuatan rakyat yang sadar akan hak-hak
ekonomi, politik, dan sosial budaya.



Oleh karena itu  DPP PAPERNAS  menyatakan sikap:



1. Menuntut kepada pemerintahan SBY-JK untuk menjamin hak-hak mendasar
tersebut dijalankan oleh seluruh rakyat Indonesia,  dengan menindak tegas
pihak-pihak yang anti-demokrasi, anti kemajuan, dan  ingin mempertahankan
atau meningkatkan kekuasaannya dengan cara-cara yang fasistik dan tidak
beradab.



2. Menuntut  kepada  institusi  TNI dan POLRI untuk membersihkan
institusinya dari faksi-faksi  Orde Baru yang anti demokrasi, anti
kedaulatan Bangsa, dan anti rakyat.



3. Mendesak Kapolri Jend.Pol. Sutanto untuk mencopot Kapolresta Batu, AKBP.
Bambang Priyo Handoko dari jabatannya karena tidak melakukan perlindungan
dan pengamanan terhadap acara yang sah menurut hukum, yang berarti
Kapolresta telah melanggar UU No. 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara
Republik Indonesia.



Kami menyerukan kepada seluruh kader dan anggota PAPERNAS di tingkat
Nasional maupun di basis-basis rakyat untuk tidak menjadi mundur, namun
sebaliknya semakin semangat melanjutkan kerja-kerja politik bersama rakyat.
Situasi ini membuktikan bahwa pilihan politik yang kita ambil menghasilkan
reaksi dari pihak-pihak yang tidak menginginkan cita-cita kedaulatan rakyat
dan Bangsa Indonesia diwujudkan.



Sekaligus kami menyampaikan permohonan solidaritas dari saudara-saudara
sebangsa dan setanah air pembela demokrasi dan yang sama cita-citanya, untuk
menyampaikan protes terhadap kejadian ini kepada pemerintah cq. Kepolisian
Negara Republik Indonesia. » (kutipan press release PAPERNAS selesai).



Perlu pernyataan solidaritas dari mana-mana


Kejadian penyerangan FAKI terhadap konferensi daerah PAPERNAS di Batu ini
perlu menjadi perhatian dari seluruh gerakan demokratis di Indonesia, yang
terdiri dari berbagai parpol, LSM atau Ornop, atau bermacam-macam  gerakan
dan perkumpulan. Karena, aksi penyerangan FAKI (sudah kedua kalinya)
terhadap PAPERNAS ini merupakan bukti bahwa praktek-praktek terror yang
dilakukan selama 32 tahun Orde Baru masih terus bisa digunakan  - dewasa
ini --  oleh unsur-unsur atau pendukung Orde Baru.



Aksi-aksi terror, intimidasi, fitnah, atau penyebaran « momok komunis »
akhir-akhir ini sering digunakan sisa-sisa rejim militer Orde Baru, untuk
mencoba mendiskreditkan berbagai perlawanan rakyat yang beraneka-ragam dan
makin meluas untuk menuntut perbaikan hidup, melawan pengangguran dan
kemiskinan, melawan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, serta menentang
neo-liberalisme. Kalau aksi-aksi terror, intimidasi dan fitnah semacam itu
tidak dilawan bersama oleh berbagai gerakan atau kekuatan anti-Orde Baru,
maka negara kita Indonesia akan kembali ke zaman gelap Suharto dkk.



Oleh karena itu, sudah sepatutnyalah kiranya kalau berbagai kekuatan
demokratis dan anti-Orde Baru  segera  berramai-ramai  mengeluarkan
pernyataan solidaritas kepada PAPERNAS dan menuntut kepada pemerintahan
SBY-JK untuk menjamin hak-hak mendasar seluruh warganegara Indonesia, dengan
menindak tegas segala tindakan anti-demokrasi. Pernyataan solidaritas ini
bisa dikirimkan langsung kepada DPP PAPERNAS (alamat ¨Jl. Tebet Barat Raya
No. 5, RT 15/RW 01, Jakarta Selatan 12820. Telp/Fax: (+62)21-8305819. Alamat
E-mail : [EMAIL PROTECTED] atau  [EMAIL PROTECTED]).



Pernyataan solidaritas dari berbagai kalangan di Indonesia dan juga di
luarnegeri terhadap PAPERNAS akan menunjukkan bahwa aksi-aksi golongan yang
masih bisa ditunggangi oleh sisa-sisa Orde Baru (yang sebagian bersembunyi
di kalangan aparat-aparat negara) untuk mengadakan terror, intimidasi, dan
tindakan-tindakan anti-demokratis lainnya, tidak bisa dibiarkan terus begitu
saja tanpa mendapat perlawanan yang selayaknya..



Siapa yang berdiri di belakangnya?


Serangan golongan yang menamakan diri Front Anti Komunis Indonesia terhadap
konferensi daerah PAPERNAS di Batu ini patut kiranya ditelaah dari berbagai
segi. Siapa atau fihak mana yang sebenarnya berdiri di belakangnya atau
menjadi “dalangnya”? Apakah golongan ini tidak senafas atau sejiwa dengan
aksi-aksi atau gerakan anti-komunis di zaman Orde Baru? Kita sudah tahu
bahwa di masa yang lalu rejim militer Orde Baru berhasil “merangkul” (dengan
beaya yang mahal sekali !) sebagian golongan Islam, untuk melancarkan secara
besar-besaran kampanye anti-Sukarno dan anti-komunis, yang sejalan dengan
politik nekolim AS dan sekutu-sekutunya.



Dalam jangka yang lama sekali, rejim militer Suharto, yang dengan jelas dan
terang-terangan melakukan kolaborasi erat sekali dengan imperialisme AS,
telah membuka lebar-lebar pintu Indonesia untuk penanaman modal asing yang
menguras kekayaan bumi Indonesia. Imperialisme AS ini jugalah yang sejak
bertahun-tahun  mengaduk-aduk Irak, dan berusaha mengadu-domba berbagai
bangsa Arab dan negara Islam dan Israel di Timur Tengah demi kepentingan AS
sendiri. Jelaslah kiranya bagi banyak orang bahwa masa kolaborasi antara
rejim militer Orde Barunya Suharto dengan imperialisme AS adalah salah satu
halaman hitam, yang penuh dengan darah dan jiwa,  dalam sejarah bangsa
Indonesia.



Perjuangan nasional melawan imperialisme AS.



Dilihat  dari segi perjuangan menentang imperialisme AS (dengan Bank
Dunia-nya, IMF-nya, WTO-nya, singkatnya neo-liberalisme-nya atau
neo-kapitalisme-nya) maka serangan Front Anti Komunis Indonesia (FAKI)
terhadap konferensi daerah PAPERNAS di Batu  - dan Kaliurang - merupakan
suatu pengkhianatan terhadap kepentingan nasional rakyat Indonesia. Sebab,
program perjuangan PAPERNAS adalah mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk
membebaskan negara dan rakyat dari cengkeraman kepentingan-kepentingan modal
monopoli asing.



Patut diketahui bahwa konferensi daerah PAPERNAS di Batu dihadiri oleh 200
peserta dari 24 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Jadi, merupakan konferensi
jang cukup besar. Konferensi ini adalah langkah untuk menindaklanjuti
hasil-hasil kongres pembentukan PAPERNAS di Kaliurang tanggal 18-20 Januari
2007.Kongres pembentukan/pendirian partai di Kaliurang ini diikuti oleh 370
perwakilan dari 21 provinsi dan 120 kota/kabupaten, dan 20 peserta peninjau
dari kalangan intelektual (seperti Dr. Dede Oetomo dan Dr. George Junus
Aditjondro), serta dari utusan organisasi-organisasi lain yang diundang.



Namun, kongres di Kaliurang itu telah berlangsung di bawah tekanan fisik,
psikologis, dan politis, antara lain oleh karena adanya aksi-aksi terror
Front Anti Komunis Indonesia dan pembatasan-pembatasan yang berusaha
dilakukan oleh aparat-aparat negara. Dalam menghadapi situasi yang demikian
itu, kongres terpaksa dipercepat, tetapi berhasil mengambil
keputusan-keputusan penting yang bisa ditindaklanjuti di kemudian hari.





PAPERNAS adalah partai front yang luas dan supel


Lahirnya PAPERNAS di bulan Januari 2007 merupakan sumbangan  penting dalam
perjuangan rakyat Indonesia untuk melawan  imperialisme, dan untuk
mewujudkan tatanan masyarakat Indonesia Baru yang mandiri, demokratik dan
sejahtera.



Program mendesak PAPERNAS adalah : menyelesaikan krisis dengan  penghapusan
hutang luar negeri, nasionalisasi industri pertambangan, dan membangun
industrialisasi nasional, yang disebut dengan Tri Panji Pembebasan Nasional.



Dalam bidang strategi dan taktik telah digariskan oleh PAPERNAS bahwa pemilu
2009 dijadikan  sebagai momentum dalam program perjuangan rakyat Indonesia
melawan imperialisme dengan Tri Panji Persatuan Nasional sebagai program
mendesak dan Front Persatuan sebagai alatnya.  Jadi, PAPERNAS adalah suatu
partai front, yang berusaha mempersatukan sebanyak-banyaknya dan
sebesar-besarnya berbagai kekuatan dalam masyarakat Indonesia.



Oleh karena itu, isi semboyan yang dipakai PAPERNAS untuk berbagai keperluan
dan kesempatan cukup mencakup kepentingan nasional yang luas dan patriotik,
yaitu « Cukup sudah jadi bangsa kuli, bangkit jadi bangsa mandiri ! ».
Semboyan lainnya, yang juga mengandung pesan yang menjangkau jauh adalah :

“Hapus Utang Luar Negeri!

Nasionalisasi Industri Pertambangan!

Bangun Industri Nasional untuk Kesejahteraan Rakyat!”



Paris, 5 Maret 2007























































--
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.446 / Virus Database: 268.18.6/709 - Release Date: 03/03/2007
08:12


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/hOt0.A/lOaOAA/yQLSAA/vbOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Bersatu Rebut Kekuasaan: Hancurkan Kapitalisme, Imperialisme, Neo-Liberalisme, 
Bangun Sosialisme!

Situs Web: http://come.to/indomarxist
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indo-marxist/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indo-marxist/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke