Setuju Mas.

Kalau mau sharing juga, saya juga mengalami hal yg kurang lebih
sama/mirip. Saya pernah loh mengirim surat lamaran sampai ratusan
(dananya juga lumayan, misal 1 surat biaya kirimnya aja sudah 5000-
10000-an, belum amplop dll). Tapi kembali lagi, sebetulnya apa sih yg
dicari, kan kerja yang penting enjoy, buat hidup, sbg ibadah, spy
bisa memberi nafkah, utk mencapai tujuan lain yang lebih hakiki/kekal?

Ujung-2x-nya, saya dapat kerjanya juga tidak selalu dari amplop-2x
dan sertifikasi tsb, ada juga yg via e-mail di milis (spt oracle ini)
dan langsung diproses, setelah "kerja keras" mengirim ratusan amplop,
posting dan e-mail, dan juga krn memang sudah rizki/ketentuan dari-
Nya.

Yg penting sih berusaha saja yg terbaik, soalnya fakta memang
sertifikasi di sini (Indonesia) tidak menolong banyak, cuma jadi plus
point saja. Malah HR waktu wawancara banyak yg nggak ngerti
sertifikasi loh, kebanyakan ngertinya ijasah atau sertifikat kursus.
Soalnya posisi sertifikasi ini sendiri tidak begitu jelas
dibandingkan ijasah formal spt S1, S2 atau cuma kursus (yg belum
tentu bisa lulus ujian sertifikasi, tapi lebih umum dikenal).

Kalau ingin dapat banyak, menurutku ya bukan dengan melamar kerja,
mesti jadi pemain, tapi ini juga banyak unsur ketidakpastian, dan
nggak semua mampu atau bisa enjoy bukan. Ujung-2x-nya soal rizki
sudah ada yang mengatur, tinggal pandai-2x bersyukur, ingat banyak
yang nggak kerja dan yang hidupnya jauh lebih sulit. Tapi bukan
berarti pesimis lho, justru harus meningkatkan kemampuan
(pendidikan/belajar seumur hidup) dan pandai membaca peluang.

Jadi buat yg masih cari kerja, jangan putus asa. Dan perlu juga
dicoba membuat sendiri lapangan kerja, cari proyek sendiri (high-
risk/ketidakpastian).

Rgds

Ervin L


--- In [email protected], yoga fm <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Halo kawan2...
>   sekedar mau berbagi pengalaman...
>   
>   Saya bukan lulusan dari teknik komputer atau informatika...
>   tetapi saya lulusan dari jurusan teknik...
>   
>   Saya mulai masuk Dunia IT dari nol sampe akhirnya mempunyai
>   certifikat international dari oracle sebagai DBA.
>   
>   Saya bukanlah tipe kutu loncat, di awal karir saya dua kali
pindah kerja karena kontrak telah habis dan segera mendapatkan
pekerjaan yg permanen.
>   
>   Di pekerjaan yg permanen inilah saya mendapat pengalaman nyata
implementasi walau pondasi kerja IT di tanamkan kuat ketika masih
menjadi software engineer di sebuah software house.
>   
>   Seiring dengan berjalannya wkt, company tempat saya kerja tidak
mau meng-upgrade level atau fasilitas dan gaji yang saya terima. saya
bersabar dan terus meningkatkan kemampuan IT tidak hanya database
tetapi ke produk2 oracle lainnya.
>   
>   Karena desakan ekonomi, akhirnya saya mencoba merespon setiap
lowongan kerja yang ada. Hasilnya menggembirakan sekali karena hampir
selalu di telpon dan mengikuti wawancara.
>   
>   Sedihnya, setelah sekian kali tes...mereka gak langsung percaya
walau sudah ada certificate international oracle dan sekian kali
wawancara sampai BOD untuk setiap company...ujung2nya penawaran gaji
yang luar biasa kecil..
>   aliaz malah lebih kecil dari yg saya terima sekarang...
>   dalam kurun 4 bulan sudah terlibat proses rekrutmen dgn 7 company
dengan proses yg hampir sama dengan sekian banyak proses...tapi yg
didapat hanyalah impian kosong.. gaji naek 1jt an tapi kontrak..atau
gaji pokok naek tapi tunjangan berkurang...
>   
>   Entah gejala apa di indonesia ini..dengan company2 itu..padahal
mereka perusahan asing and multinational pula...
>   
>   Aku tolak halus dengan menyatakan alasan2 logis mengapa keberatan
dengan penawaran mereka..
>   
>   Sampai ada company yg meminta slip gaji dan SPTH21 segala karena
tidak percaya dengan keteranganku..setelah aku sanggupi, mereka
menolak untuk menerima nya dan mundur untuk meng-hire aku...
>   
>   Dari sini..
>   aku belajar..bahwa kemampuan diri perlu di asah terus..
>   mungkin kemampuan diri yg aku peroleh selama ini..belum
>   seberapa untuk di lirik kesempatan besar....
>   
>   Pengalaman..
>   Certifikasi international...
>   Pendidikan...
>   adalah perlu...
>   tetapi belumlah cukup untuk menjangkau kesempatan yg besar..
>   akhirnya mensyukuri apa yang ada sangat lah perlu...
>   
>   ini hanya share pengalaman..
>   kalo ada masukan atau kritik...akan saya perhatikan..
>   
>   terima kasih..
>   
>   ps.
>   kepada kawan2 yg belum bekerja..janganlah putus asa..
>   saya pun dulu merasa aneh dengan lowongan kerja yg
>   mengharuskan ada pengalaman kerja..padahal kita baru
>   lulus..
>   tapi janganlah putus asa..
>   carilah pengalaman di luar yg formal spt freelance..
>   atau bekerja seadanya aja dulu, asalkan halal dan bisa
>   menghidupi kita...
>   kembangkanlah IT di tempat itu...
>   latihlah kemampuan kita disana...anggap project belajar...
>   kesempatan pun akan terbuka..
>   and itu telah saya alami sendiri
>
> Yulius Wibowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   OOT,
>
> Memang rata2 perusahaan di Indonesia, minta org yg sudah "jadi" dan
> punya pengalaman.
> Malah ada yg minta org dgn status "superman".
> Bisa ini bisa itu, bisa UNIX, bisa NT/Win2K, bisa shell
programming,
> bisa VB, .NET, PHP, Oracle, SQL Server ....dll
>
> Jarang ada yg minta org yg masih "lugu". Padahal kalau masih lugu,
> bisa dibentuk, baik characternya maupun skill-nya, spt tentara/TNI
> lah.
>
> Dan apes-nya lagi, para "new hired employee", khususnya yg
baru/lugu
> tadi, ada kalanya loyalitasnya rendah. Setelah di"gembleng" dan
sudah
> jadi "superman", karena tergiur "rumput tetangga lebih ijo royo2",
> eehh, lalu pindah.
>
> Solusi:
> - Bagi para employeer, kalau employeenya memiliki loyalitas tinggi,
> dan memiliki motivasi tinggi utk maju, harap di"elus-elus", diberi
> apresiasi, bisa dengan cara dinaikkan gajinya atau diberi insentif.
>
> - Bagi para new employee, tingkatkan loyalitas. Jangan menjadikan
> perusahaan yg sekarang sebagai batu loncatan. Kasihan perusahaan yg
> sudah meng-hire anda, karena dia sudah mengeluarkan modal yg cukup
> besar utk meng-hire anda!
>
> - Dan bagi rekan2 yg sudah settle, kerja menetap, mungkin bisa
> dijadikan "recomendator" buat rekan2 yg baru mau akan bekerja ...
>
>
> * Kalau berdasarkan pengalaman saya:
> Saya lebih lama bekerja sbg freelancer.
> Kadang2 sebagai developer (Form, Report, VB, ...), DBA dan juga
> trainer.
> (Lebih banyak jadi trainer, karena banyak materi/bahan yg bisa
> diexplore. Dan jadi lebih siiip ketika implementasi)
>
> Selain karena jangka waktu kontraknya pendek, jadi bisa pindah ke
> sana dan kesini (kalau bosan), juga pengalaman yg didapat bisa
> bervariasi.
>
> Setelah bosan loncat2, baru menetap.
>
> Nah bagi masih yg suka loncat2 (kutu loncat), freelancer mungkin
> menjadi solusinya. Selain bisa cari padang rumput yg lebih hijau,
> juga bisa menambah pengalaman.
> Yg mau pakai tenaga freelancer juga cukup banyak kok, asalkan punya
> banyak channel dan relasi.
>
> Sertificate (OCP) ?
> Anggap saja seperti ijazah kelulusan (SMA, S1, S2 atau S3), sebagai
> bahan pertimbangan ... baik utk posisi maupun gaji.
> Saya yakin, employeer cenderung akan "melirik" calon yg sudah punya
> sertifikat.
>
>
> Tip:
> Kerja itu ibadah, kalau niat ibadah karena Alloh SWT, pasti enak
> ngerjainnya, yakin deh!
>
> Bowo
>
>
> --- In [email protected], "oraclefen"
> wrote:
> >
> > Dear M. Luthfi
> >
> > Mungkinkah memperbanyak pengalaman untuk ORACLE DBA tanpa harus
> > bekerja??? soalnya perusahaan minta yang pengalamannya banyak
kurang
> > lebih antara 2-3 tahun. jadi bagaimana bisa punya pengalaman jika
> > perusahaan minta selalu yang berpengalaman...Bagaimana solusinya
> Pak...
> >
> > Regards,
> > ifen
> >
> >
> > > Dear Dian,
> > >
> > > 1. Sertifikasi tanpa pengalaman tidaklah berarti, kenapa karena
> di
> > dalam Daily operations yang di tuntut adalah kemampuan anda di
dalam
> > menghadapi semua pekerjaan & permasalahan yang ada. Untuk itu saya
> > sarankan untuk anda yang masih belum mempunyai pengalaman cobalah
> > bekerja dari bawah artinya anggaplah ORACLE DBA itu sebagai karier
> > anda, sehingga dengan berjalannya waktu anda mempunyai
pengalaman .
> > Sertifikasi merupakan nilai Plus tapi tidaklah mutlak.
> > >
> > > 2.9i & 10g hanyalah merupakan versi dari Oracle Database, mana
> > yang lebih bagus dua-dua nya bagus, tergantung dari Features apa
yg
> > akan digunakan. Berdasarkan pengalaman saya sekarang untuk
Company2
> yg
> > besar masih banyak menggunakan Oracle9i , tapi cepat atau lambat
> > mereka harus upgrade ke Oracle 10g karena sampai waktu tertentu
> Oracle
> > Corp tidak akan mensupport Oracle9i kecuali dg "Extented Support"
> > >
> > > regards,
> > > M. Luthfi
> > >
> >
>
>
>
>
>
>
>
> --
> -----------I.N.D.O - O.R.A.C.L.E---------------
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> Website: http://indo-oracle.lizt.org (NEW)
> -----------------------------------------------
>
> Bergabung dengan Indonesia Thin Client User Groups,
> Terminal Server, Citrix, New Moon Caneveral, di:
> http://indo-thin.vze.com
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>  
>
>
>            
> ---------------------------------
> Meet your soulmate!
>  Yahoo! Asia presents Meetic - where millions of singles gather
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>






--
-----------I.N.D.O - O.R.A.C.L.E---------------
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Website: http://indo-oracle.lizt.org (NEW)
-----------------------------------------------

Bergabung dengan Indonesia Thin Client User Groups,
Terminal Server, Citrix, New Moon Caneveral, di:
http://indo-thin.vze.com




SPONSORED LINKS
Membership database software Database mortgage software Pda database software
Database management software Oracle database administration Oracle database management


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke