Kalau sudah pakai 10g, maka bisa coba cek stasistik
performance melalui report AWR (Automatic workload
repository).
By default snapshot diambil setiap satu jam.
Anda cuma perlu menentukan dua snapshot pada interval
yang Anda tahu pemakaian cpu-nya tinggi.

Misalkan dari server database:
export ORACLE_SID=mydb
sqlplus '/ as sysdba'
@?/rdbms/admin/awrrpt

-> input 1: text
-> input 2: 7
-> input 3: begin snapshot id
-> input 4: end snapshot id
-> input 5: nama file report

Dari report tsb, Anda akan bisa mengambil kesimpulan
apakah database yang memakai cpu tsb. Kemudian kalau
iya, sql apa aja yg berkontribusi terhadap pemakaian
cpu.

--

Berhubung Anda upgrade dari versi 8i ke 10g, maka
perlu diketahui bahwa banyak sekali fitur optimizer
yang berubah. Jadi kemungkinan besar plan eksekusi
juga berubah, bisa lebih bagus atau lebih jelek. Untuk
itulah sebelum upgrade biasanya perlu dilakukan test
kelayakan.

Waktu di versi 8, apakah memakai rule-based atau
cost-based optimizer?


regards,
tomi

--- Imam Kartono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Halo,
>    
>   Saya migrasi database dari Oracle 8.1.7.4 Windows
> ke 10.2.0.1 Linux menggunakan OS Unbreakable Linux. 
>   Setelah database Up kelihatan running normal, tapi
> setelah transaksi cukup tinggi CPU usage bisa
> mencapai 99,9 % yang menyebabkan respon time sangat
> lambat. Hal ini tidak terjadi pada saat database
> masih menggunakan 8.1.7.4 Windows.
>    
>   Database running menggunakan Archive Log, koneksi
> Shared Server, total SGA 1,9 GB .
>   Server 2 processor, RAM 8 GB.
>    
>   Tolong dong apa yang menyebabkan CPU usage hampir
> 100% ?
>    
>    
>   Thanks.
>   Imam Kartono.
>    


 
____________________________________________________________________________________
Expecting? Get great news right away with email Auto-Check. 
Try the Yahoo! Mail Beta.
http://advision.webevents.yahoo.com/mailbeta/newmail_tools.html 

Kirim email ke