Ada cara yang lebih simple koq. Kalau OSnya pake Windows 2003, bisa pake Oracle Fail Safe. Teknologi ini sebenarnya teknologi semi cluster, dimana kita memiliki beberapa server database yang bekerja bergantian jika salah satu mati. Misalnya kita punya DB1 dan DB2, nah jika DB1 mati, maka DB2 aktif dan siap melayani request dalam sepersekian detik.
Caranya di DB1 install oracle systemnya saja, begitu juga di DB2. Nah, selanjutnya melalui DB1 atau DB2, lakukan instalasi database filenya ke SAN (Storage Area Network), atau storage jenis lainnya, NAS (network attached storage) misalnya. Jadi DB1 dan DB2 akan memakai data file yang sama. Sehingga jika DB1 mati, maka DB2 akan menggantikan dan memakai data file yang sama. Ini dikenal dengan nama active passive. Kalau mau active-active, dimana DB2 dan DB1 hidup bersaamaan, memakai data file yang sama, dan sanggup melayani request bersamaan, tinggal pakai RAC dari Oracle. Dipa. From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of kunta wijaya Sent: Monday, August 13, 2007 10:57 AM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: [indo-oracle] tanya trigger 2 database Para pakar mohon bantuannya: saya mempunyai 2 database yg terpisah,1 db di tempat a 1 nya di tempat b,sy ingin menginsert data ke tabel a di db 1,kmudian sy pake trigger agar data tsb otomaitis bisa masuk ke tabel b di db 2,nah kesulitannya jika koneksi putus,adakah trigger yg bisa mengecek jika koneksi putus data tsb bisa pindah ke tabel c di db 1 dan jika koneksi sudah up adakah trigger yg otomatis sendiri bisa mengirim data dr tbl c di db 1 ke tbl b db2,kmudian di tabel c data sudah terhapus jika data tsb sudah terkirim ke tbl c di db2,mohon bantuannya,trimakasih sebelumnya [Non-text portions of this message have been removed]

