-partisi biasanya digunakan untuk large tables dan biasanya data warehouse yang mempunyai large2 table karena data2nya untuk historycal aja. -dengan adanya partisi ke tiap2 tablespace maka kita mudah melakukan individual backup dan recovery untuk tiap partition. -dengan partisi, CBO secara tidak langsung meniadakan partisi yang tidak perlu diakses oleh query. sehingga improve performance -jika tiap partisi disimpan di tablespace yang berbeda tentunya akan mengurangi I/O bottleneks keluar masuk data berada di tempat terpisah -export/import and SQL*Loader bisa diigunakan untuk suatu partition meskipun pada saat itu partition lainnya masih available untuk diakses -intinya database administrasi yang biasanya dilakukan di table bisa dilakukan dengan di partisi saja.. tentunya waktunya lebih cepat.
-pilih table yang datanya akan berkembang pesat tetapi setelah itu static -summary table ,historical table - Tables dengan data yang mempunyai a logical partition column (date, code, type, etc) -jika databnya lebih dari 2gb -table yang akan dilakukan parallel DML sebaiknya di partisi -table yang berisi data history, misalnya contoh bulan, jika kita menginginkan hanya bulan sekarang aja yang bisa diupdate dan 11 bulan laennya read only .. dengan mempartisi .. memudahkan management data tersebut --- In [email protected], "Moch Firman N" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kabar baek semuanyaa.. > > Ada yg bisa menjelaskan mengenai Partition Table ? kegunaan dan kapan mesti > bikin partition table > > Thnx > > regards > Moch Firman N > "Mohon Maaf Lahir dan Bathin" > > > [Non-text portions of this message have been removed] >

