Yup... RAC selain Otomatis mem-Backup operasional Server lain, RAC juga untuk LOAD Balanced... Jadi jika kita mengunakan 10 Node atau 10 Unit Server bisa saling bekerja sama, artinya 10 Instance dgn 1 Database yang sama. ( Oracle 10g - 11g support hingga 100 Node Server ). Sehingga User cukup mengenal 1 Database Name / SID, walaupun sebenarnya 1 SID tsb di topang atau di handle oleh puluhan Node Server. Jika salah satu Server mati atau Restart maka SID tidak terpengaruh sama sekali sehingga Aplikasi kita tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Disini benar-benar terlihat realita dari konsep *"ZERO DOWNTIME"*. Dalam implementasi ini yang sering terjadi adalah adanya Server Down / Power Down, Server Restart / Update service pack ato aplikasi lain, dsb.
RAC juga memberi kemudahan dalam solusi kebutuhan *Server sesuai perkembangan database-nya*. Misalnya : saat ini cukup dengan 2 NODE Server, mungkin tahun depan perlu menambah 4 atau 10 Server sesuai kebutuhan. Lalu di tahun yang akan datang tinggal menambahkan Server lagi misalnya 20 atau lebih. Jadi dengan RAC, kita gak perlu pake Server secara berlebihan tapi sesuai kebutuhan saat ini. Nah, dalam Upgrading Server disini ( pengantian Server ) tidak ada proses Re-Install atau Re-Configurasi Oracle Database Server kita. Cukup dengan Step => *ADD NODE*... Salam, _*Nathan*_ taufiq hidayat wrote: > > nambahin juga klo > - data guard: klo primary database gagal, proses perpindahan ke server > standby g bisa otomatis. harus secara manual(lewat sqlplus, em , atau > dgmrl) > - RAC : klo salah satu server mati, maka server yg lain bisa otomatis > nge back up yang mati,, > > CMIIW =) > [Non-text portions of this message have been removed]

