Dear Pak Achmad Arwan, Saya rasa rekan2 *OCS *juga banyak yang sudah menjadi member *Indo-Oracle* juga, termasuk saya, mas Ferry, Mas Ronny, Mas Ditya maupun rekan2 yang lain. Tapi terus terang aja minggu kemarin saya *kecewa *karena Posting email saya di Block oleh moderator-nya. Padahal email tersebut merupakan *email Klarifikasi mengenai Oracle RAC*, dan saya mengangap bahwa moderator Indo-Oracle *menutupi *sebuah email klarifikasi, menutupi solusi suatu technology, dan menutupi sebuah kebenaran. Sama halnya dengan membodohkan membernya...
Ini email klarifikasi saya, semoga moderator Indo-Oracle bisa membuka "*mata*" dengan email klarifikasi ini. Dan semoga rekan2 member OCS bisa mengambil nilai manfaat dari email saya tersebut, sehingga anda semakin mantap dan memahami dalam Installasi Oracle RAC serta "tidak salah langkah" dalam membangun Oracle RAC. Pesan buat rekan2 moderator Indo-Oracle, anda bisa mem-block email saya tapi email saya tersebut saya CC-kan Pak Goenawan serta solusi ini saya sampaikan kepada siapa aja yang mau belajar. Dan saya yakin tentunya Solusi yang saya berikan dari pemikiran saya Pribadi tersebut tidak akan terhenti *dalam Blokir anda*. Dan jangan tersinggung dgn solusi tsb... Salam, _*Nathan*_ ############ Yup memang benar yang disampaikan Kang Ujang mengenai Heartbeat bahkan bisa terjadi error karena LOST Connection. Tapi... semua itu sudah saya pertimbangkan dengan sangat mendalam sebelum saya memutuskan untuk Implementasi Oracle RAC. Dan... yang saya sampaikan ini adalah Pemikiran dari saya pribadi yang merupakan Implementasi di perusahaan saya. Jadi saya ngomong realita, BUKAN TEORI DOANG dan ini bukan bertujuan untuk PAMER tapi merupakan SHARING KNOWLEDGE. Sebelum Implementasi, saya melakukan Riset, Trial selama setengah tahun. Pada saat semua hardware dan infrastruktur sudah terpasang, saya lakukan Trial Implementasi Installasi selama 1 bulan. Setelah itu saya lakukan FULL New installation dan selanjutnya siap untuk Production. Jadi berbagai error yang terjadi sudah kita lalui dan lakukan preventive sehingga kita dapatkan solusi yang terbaik. Solusinya atas *Error Heartbeat* tsb adalah... kita gunakan Switch untuk Private Connection antar Node, bukan mengunakan Cross Cable seperti yang umumnya digunakan dan disarankan. Jadi jika salah satu Node Server Down, tidak lagi muncul error karena Lost Connection... Dan sejak saya implementasi Oracle RAC ini benar2 saya rasakan "ZERO DOWNTIME" without ERROR... So... anda nilai sendiri atas solusi dan preventive yang telah saya lakukan ini, serta rekan2 bisa lakukan Cross Posting atas statement solusi saya ini. Jika rekan2 inginkan untuk study Real Implementation ini, saya persilahkan. Saya akan sambut dengan senang hati dan semoga rekan2 yang akan melakukan implementasi Oracle RAC bisa lebih meningkatkan atau menyempurnakan Implementasi di tempat kerjanya nanti. Salam, _*Nathan*_ Ujang Jaenudin wrote: pak nathan, sedikit berbagi mengenai RAC, ada beberapa PR (pekerjaan rumah) yang musti dibuat fix/justified oleh oracle: - RAC tidak reliable untuk high DML, karena adanya heartbeat yang kalaupun dgn infiniband dgn 10gb/s, lock management dan bandwidth menjadi kendala. jika dibandingkan dengan jalur bus antar processor dalam server dgn system multi processors dan dalam blade server (zoning??). sebaiknya oracle transparan memberikan kalkulasi nya, pros dan kons, baik dalam hitungan transaksi maupun dalam hitungan latency. - natively belum support multipath (storage), - natively belum support network bonding/teaming. - ada issue yang berkenaan dengan split brain, dimana metode evictionnya dibuat fix, tatkala node dgn number rendah itu yang broken (dalam hal ini salah satu heartbeat), tapi perlakuan RAC tidak bisa dikendalikan :) - dan downtime pun tak bisa dihindarkan - dikatakan high availability, tapi kalau terjadi sesuatu kenapa clusterware harus restart node/mesin... ini menjadi perdebatan hangat di beberapa milist oracle, bahkan orang jeroan developer clusterware/RAC sendiri bilang bahwa hal tsb menurutnya menjadi sesuatu yang harus diimprove, entah menghilangkan STONITH algorithm ataukah akan meniru OS clusterware yang sudah proven. sedikit unek2 dgn RAC... he..he... just my 2 cents opinion saja regards ujang On 2/15/08, Nathan Gusti Ryan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Sebagaimana kita ketahui bahwa *DRP *atau *DRC *( *Disaster Recovery Plan* ), itu harus kita susun atau kita planning secara bertahap khususnya dlm penanganan Server. Baik *Domain Server, FileServer, WebServerStorage maupun Database Server*. So... Implementasi Oracle Dataguard maupun Oracle RAC merupakan bagian dari DRP atau DRC tersebut. Jadi kalau anda menyebut Oracle DataGuard merupakan *pengamanan lebih lanjut* dari Oracle RAC itupun juga tidak salah... Mungkin untuk DRP ini kalau perlu kita terapkan *Server Co-Location* (diluar kota, di luar pulau atau di luar negeri )... ini benar2 mantap... Menjawab pertanyaan anda seberapa amankan Database dengan Oracle RAC itu...? Database RAC itu disimpan di Storage SAN ( Storage Area network ) atau iSCSI, dan... anda bisa lihat bahwa Storage tersebut sangat *PowerFull *( anda bisa lihat langsung di Distributor nya ). SAN atau iSCSI biasanya di lengkapi dengan 2 PowerSupply yang fungsinya *REDUNDANT*, begitu juga untuk koneksi sudah di lengkapi 2 SAN Switch ( untuk Fiber Optic ), serta 2 LAN Gbps untuk iSCSI yang kesemuanya ini berfungsi *REDUNDANT*... Jadi... semuanya betul2 sudah diperhitungan dari proteksi yg bisa terjadi... Pengamanan RAC ini juga sangat bergantung dari beberapa Hal : 1. UPS+Power Source => sebagai proteksi dari aliran listrik jika mati mendadak atau UPS yg mampu Backup Power dlm waktu yg lama. 2. OS & Hardware Server => proteksi OS dari virus / spyware, serta proteksi hardware server termasuk utk mengunakan Server yg DUAL powerSupply... 3. SAN/iSCSI => pilih storage yang benar2 berkualitas... Jadi jika RAC itu terjadi error, kemungkinan kecil sekali dari sisi Hardware tapi justru sering terjadi karena Human Error. Jadi... kalo Oracle RAC anda sudah terkonfigurasi dgn baik dan digunakan untuk production, sebaiknya jangan di "utek-utek" lagi... Lakukan setting atau Manage Server RAC tsb jika benar2 perlu saja... Salam, _*Nathan*_ mbah darmo wrote: > Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas jawaban2 yang diberikan > dari mas2 yang master2 ini..ini memberikan pencerahan bagi saya..tapi > masih ada yang ingin saya tanyakan... > > Setelah saya baca pengertian dari mas2...RAC lebih mengamankan dari > segi servernya...tapi di database-nya sendiri apakah sudah aman > mas..naah apakah si dataguard ini berperan disini mas..yaitu untuk > mengamankan si database ini.... > benar ga pendapat saya ini...kalo salah mohon dikoreksi.. > > terima kasih sebelumnya > > Achmad Arwan wrote: > > forum oracle dari teman > > [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > > > indooracle.wordpress.com <http://indooracle.wordpress.com> > > > > terima kasih > [Non-text portions of this message have been removed]

