Hi Oscar, saya mau coba jawab....bukan berarti saya expert ya....masih sama2 belajar lah... di oracle untuk setiap transaksi (yg ditandai commit or rollback) akan membuat overhead.
karena katakanlah setiap commit, buffer-buffer yg ada di log buffer harus di flush ke redolog, karena secara prinsip kerjanya oracle adalah write ahead logging. commit akan return ke user session/foreground process jika penulisan ke redo log berhasil, kalau tidak maka akan nunggu sampai penulisan buffer dari log buffer ke redolog berhasil. untuk aplikasi yg terlalu sering commit (mungkin per row commit) akan muncul wait event "log file sync" secepat apapun IO (disk, HBA dan FC) anda, sejauh yg saya alami, log file sync masih tetap saja ada, makanya dari sisi performance, sebisa mungkin transaksi di oracle (commit) adalah linear dengan transaksi secara bisnis proses (yang bisa saja update beberapa table). mulai versi 10.2 ada asynchronous commit (parameter COMMIT_WRITE set ke COMMIT WRITE BATCH NOWAIT) tapi tidak menjamin konsistensi data, makanya jarang2 dipakai di production oltp, mungkin cocok untuk staging server atau development server saja. -- thanks and regards ujang | oracle dba jakarta - indonesia 2008/7/21 Oscar Wilyanto <[EMAIL PROTECTED]>: > - bagi yang expert di performance tuning, berapa percent kira2 bedanya > antara menulis SATU INSERT x tiga kali di redo log dengan menulis TIGA > INSERT x satu kali di redo log? secara space yang dipakai samakah? > > Thanks sebelumnya

