hm... 1. identifikasi kapan performance problem 2. awrrpt/spreport (ambil waktunya based on point 1) 3. ashrpt (ambil waktunya based on point 1) 4. addmrpt (ambil waktunya based on point 1)
kalau anda gak mau pusing, addmrpt sudah lebih dari cukup, tapi kalau anda mau mengerti, mau gak mau harus analisa awr/statspack. -- thanks and regards ujang | oracle dba jakarta | http://ora62.wordpress.com 2008/9/26 Andes Febrian <[EMAIL PROTECTED]>: > halo pak ujang, > > memang sepertinya, pada malam hari setiap 2 hari sekali ada menjalankan rman > backup, yg membackup database cukup besar, apakah ini berpengaruh juga ? > > untuk tuning ini, darimana saya harus mulai mencek ? > > thanks > > 2008/9/26 Ujang Jaenudin <[EMAIL PROTECTED]> > >> dear andes, >> >> kalau database anda untuk data warehouse/DSS, buffer hit ratio 24% masih >> OK. >> jika databasenya untuk OLTP, nilai tersebut juga masih belum bisa >> menunjukan performance problem. >> >> karena buffer hit ratio angkanya ditentukan dari perbandingan >> statistik di v$sysstat dimana kumulative dari instance startup, so >> tidak menunjukan spesifik performance problem. >> >> bisa saja pada setiap malam ada batch proses dimana akan memproses >> data yg sangat besar dan kapasitas buffer cache tidak mencukupi. >> >> btw, paradigma tuning dgn hit ratio ini masih banyak diadopsi sampe oracle >> 8. >> saya pribadi lebih seneng dgn tuning based on wait event, latch, >> enqueue dan kalkulasi sendiri angka2 statistik yang berhubungan dgn >> wait event. >> >> (just my $0.02 opinion). >> >> -- >> thanks and regards >> ujang | oracle dba >> jakarta | http://ora62.wordpress.com >>

