Setuju, mas yulius... Salut dengan perusahaan yang mendukung program sertifikasi. Dukungan dari perusahaan ini yang kurang di indonesia. Kadang2 tidak adanya perbedaan pendapatan antara yg ceritified dengan yang tidak certified.
Memang dilapangan antara pengalaman dan sertifikasi harus ada perimbangann sperti yang dijelaskan oleh mas yulius. India ckp maju, mungkin salah satu alasannya adalah sertifikasi ini. Mereka masulk ke negara2 yang perusahaannya mendukung sertifikasi. Rgds, Herry ----- Original Message ----- From: [email protected] <[email protected]> To: [email protected] <[email protected]> Sent: Fri May 01 08:04:21 2009 Subject: [indo-oracle] Re: Lowongan di Ericsson Indonesia hhmmmm.... Menurut saya sih, sebaiknya dipadukan kedua2nya, antara pengalaman(jam terbang) dengan sertifikasi. - Bagi yg sudah pengalaman di lapangan ada baiknya mengambil test sertifikasi. Bukan hanya utk menambah nilai jual pribadi, tetapi juga bisa dipakai utk menaikkan "pamor" perusahaan ditempat dia bekerja ketika perusahaan tsb ikut tender. Selain itu juga utk nge-test diri sendiri sampai dimana pengetahuannya dari sisi teori. Banyak fitur2 Oracle yg hanya ada diteori tetapi tidak diimplementasikan dilapangan karena hal2 tertentu. Misalnya: opsi partitioning tidak dipakai, karena biasa lisensi yg mahal, atau memang tidak/belum dibutuhkan. Saya salut dengan perusahaan yg mendukung program sertifikasi bagi para karyawannya, seperti di perusahaan di tempat saya bekerja dulu, antara lain dengan cara : memberikan biaya test gratis & memberikan insentif khusus kalau sudah mendapatkan sertifikasi. - Bagi yg sudah bersertifikat tapi belum atau masih baru bekerja di lapangan, ada baiknya utk nguprek sendiri pakai komputer pribadi dengan platform yg berbeda,misal Windows atau Linux. bw --- In [email protected] <mailto:indo-oracle%40yahoogroups.com> , ahadi sam <ahadi...@...> wrote: > > Menurut Gue Sih Semuanya Itu Tergantung Dari 'Jam Terbang' , Pengalaman sih > yang membedakannya > > Tapi kalau untuk lembaga Resmi, ya memang harus Semuanya 'RESMI' > > apakah orang tersebut 'berkompenten' atau tidak, nanti juga akan ketauan .. > > 2009/4/30 Henry Gunawan <shguna...@...> > > > > > > > karena di India lebih banyak yang certified dan jago. selain itu orang > > India lebih bisa ngomong bahasa Inggris. > > > > Bu Beng Siauw Jin wrote: > > > > > > > > > Kalau yg tidak jago tapi certified juga banyak loh :P > > > > > > yang certified tapi tidak terlalu jago juga ada. > > > > > > intinya di Indonesia apa juga ada, kl begitu kenapa Indo kalah sama > > > India ya :P > > > > > > On Thu, Apr 30, 2009 at 3:04 PM, Aji Perdana > > > <aji_perd...@...<aji_perdana%40yahoo.com> > > > <mailto:aji_perdana%40yahoo.com <aji_perdana%2540yahoo.com>>> wrote: > > > > Mohon maaf pak, > > > > kalau yang jago non-certified udah banyak, tapi kita butuh yang > > > certified agar bisa lebih punya "power" untuk memberikan/mengajukan > > > solusi ke Ericsson global > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > Scanned by IronPort Email Security Gateway DISCLAIMER: This Message is confidential; it contents does not constitute a commitment by PT. INDONESIA POWER, except where provided for in a written agreement between you and PT. INDONESIA POWER. Any unauthorized disclosure, use or dissemination of the content, either whole or partial, is strictly prohibited. If you are not the intended recipient of the message or you have received this electronic transmission in error, please notify or contact the sender immediately. PT.INDONESIA POWER is subsidiary of PT. PLN PERSERO which operates in power generating business. Through its 130 power plants, with a total capacity of 8,872 MW, PT.INDONESIA POWER has contributed significantly to the Java Bali interconnection system electricity supply. PT.INDONESIA POWER operates through its eight generating Business Unit (GBU) : Suralaya, Priok, Saguling, Kamojang, Mrica, Semarang, Perak Grati, Bali and one maintenance Services business unit (MSBU). Scanned by IronPort Email Security Gateway

