Ya. Sebaiknya dibuat beberapa listener. 1. Satu listener untuk satu database. 2. Bisa juga dibuat beberapa listener untuk satu database. --> Dipakai utk redundancy (biasanya kalau menggunakan multi NIC/IP address). 3. Bisa diterapkan multiple TNS_ADMIN (direktori utk setting tns: listener.ora) 4. Bisa diterapkan juga multiple ORACLE_HOME dengan owner yg berbeda (misalnya kalau dalam satu mesin ada DB utk DEVelopment, utk QA, utk PS (Production Support) dan juga utk PRODuction. Hal ini juga bisa dipakai utk mencegah salah shutdown)
Yg perlu dipertimbangkan: 1. Nama listener harus unique 2. Start & stop listener harus disertakan nama listener secara eksplisit 3. Port number harus unique per NIC-nya 4. Ada baiknya registrasi service-name diset secara eksplisit. Karena mulai 8i registrasi-nya otomatis. atau menggunakan SID. 5. Disisi client/aplikasi tnsnames.ora nya juga harus ikut dirubah 7. hhhmmm, apalagi ya? cmiiw, bw --- In [email protected], Henry Gunawan <shguna...@...> wrote: > > Hi Semua, > saya mau minta pendapat dan nanya cara nich. Di kantor saya ada beberapa > DB dalam satu mesin HP-UX. > Sekarang semua DB menggunakan 1 Listener. Jadi kalo Listenernya di > shutdown, semua DB mati. > Apakah lebih baik jika untuk masing2 DB dibuatkan Listener masing2 juga? > > Lalu bagaimana caranya membuat Listener baru di UNIX? apa juga yang > mesti diperhatikan untuk membuat Listener baru, mis: permission di UNIX, > setup port yang berbeda. > > thanks > Henry >

