1. Maximum performance tentu saja meningkatkan resiko kegagalan / failure / 
corrupt.
2. Maksudnya mungkin recovery point objective ya? saya asumsikan lingkungan 
keja 
anda dengan menggunakan Single Instance Archived Redo log Repository (Remote 
Mirroring). dan ada beberapa solusi untuk demo anda, diantaranya dengan 
menggunakan RMAN
RMAN :
1.Membuat standby controlfile
2.Copy file standby controlfile ke dalam archive log repository
3.Membuat pfile dari primary dan copy kedalam archive log repository
4.Membuat perubahan pada pfile di archive log repository
5.membuat folder dump destination
6.membuat password file didalam archive log repository
7.Membuat Oracle Network connection descriptors
8.Restore standby controlfile di archive log repository
9.Membuat spfile on the archive log repository
10.Membuat standby redo logs baru kedalam archive log repository (optional)
11.Men-setting Primary koneksi untuk Archive Log Repository
12.Cek archive log repository ketika menerima log. 
13.Mendaftarkan archived redo log repository logs yang akan digunakan oleh 
standby (optional)
14.Cleanup disk space setelah selesai menggunakan archived redo log repository.

Dan untuk kalkulasi RPO ataupun RTO nya, saya masih belum mengetahuinya, 
mungkin 
rekan yang lain mengetahuinya.


regards,
sandi


________________________________
From: caterin <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Fri, September 3, 2010 4:47:06 PM
Subject: [indo-oracle] dataguard maximum performance mode

  
Dear Bapak/Ibu,
saya mau bertanya beberapa hal mengenai dataguard. Kemarin saya mencoba 
melakukan demo dataguard dengan mode maximum performance dan real time apply. 
Kemudian saya simulasikan failover dengan cara:
1. insert data sebanyak 1 miliar record dari client dengan cara looping ke 
sebuah tabel dummy pada database primary (A)
2. pada saat insert dilakukan, network pada database primary(A) diputus 
sehingga 
client dan database standby(B) juga tidak dapat terhubung dgn database 
primary(A)
3. Pada saat demikian, saya melakukan failover ke database standby(B). sehingga 
database standby(B) menjadi database primary dengan status open.
4. kemudian network saya sambungkan kembali, pada database primary yang asli(A) 
saya cek jumlah datanya mencapai 9 jutaan. sedangkan pada database secondary 
datanya masih 0

Padahal saya cek di folder archive log, berbeda 23 log tetapi ada yang sudah 
terkirim kok..

Apakah ada dari bapak/ibu yang pernah mengalami kejadian yang sama? Apakah 
memang maximum performance itu sebegitu lemahnya proteksinya?

Oh ya, apakah ada yang bisa bantu cara menghitung recover point objective(RPO) 
dari oracle dataguard? soalnya kalau pakai cara tadi, berarti rownya hilang 
semua yah? :( 


Mohon masukannya dari para senior semua :)

thanks,
Caterin


 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke