--- Indah wrote: > > Hi Dian, nah ini pakar egyptology 101 angkat bicara juga. ha ha ha...
Pakar sih enggak deh Ndah, cuma hobi gue selain scifi dan games adalah ancient history. Dulu pingin jadi arkeolog tapi enggak kesampean malah jadi wartawan. Yah begitu deh. Hehehe... > Era Old Kingdom (3rd-6th dynasty) > Pertama kali didirikan pyramid, berbentuk step pyramid. Yaitu dengan > sisi berundak dan bagian atasnya datar (hampir mirip Mayan temple > namun lebih sederhana). Dinamakan Step Pyramid of Djoser, didirikan > pada dynasty ke 3 di Saqqara. > Yang menarik, pyramid ini disebut Pyramid Djoser tapi sebenarnya dibangun oleh arsiteknya, Imhotep. Pada masa Djoser, teknik pembuatan pyramid belum sempurna. Ini dibuat dengan menumpuk 6 mastaba (bangunan berbentuk kotak yang dibangun sebagai makam raja). Tekniknya adalah menumpuk kotak kecil di atas kotak yang lebih besar. Setelah percobaan pertama ini, firaun-firaun berikutnya berekperimen juga untuk menyempurnakan pembangunan pyramid. Model step pyramid ala Djoser mulai ditinggalkan demi bentuk yang mungkin dinilai lebih cantik dan lebih pas dengan kepercayaan mereka tentang afterlife, yang bersisi mulus. Ada yang berhasil, ada yang gagal dan ada yang rubuh karena konstruksinya tidak matang. Sampai akhirnya teknik disempurnakan pada jaman Khufu, dari 4th Dynasty, yang membangun pyramid tertinggi di dunia sampai sekarang. BTW, si Imhotep ini lebih terkenal terkenal sebagai mummy, yang dipopulerkan menjadi legenda Hollywood oleh Boris Karloff. Yang terakhir Imhotep muncul di The Mummy & The Mummy Returns. Di Stargate SG-1 juga dia pernah muncul loh. Tapi semua cuma minjem nama aja. > > New Kingdom (18th -20th dynasty) > Ini masa keemasan kedua dan disebut renaissance nya ancient egypt. > Nama raja2 nya terkenal semua dan pyramids mereka semua ada di Valey > of the Kings. Antara lain, Seti I, Ramses III (anaknya Seti I), > Akhenaten (my favorite King), Tutankhamun (anaknya Akhenaten), > Sori mungkin gue koreksi sedikit. Anaknya Seti I adalah Ramses II yang terkenal sebagai Ramses the Great. Pembangunan pyramid hanya sampai jaman Middle Kingdom. Setelah itu firaun berhenti membangun makam mereka dalam bentuk pyramid dan membangun necropolis mereka kawasan lembah di tepi barat sungai Nil, yang disebut Valley of Kings. Penyebabnya mengapa trend pyramid ini ditinggalkan kurang jelas. > > By the way, lu gak percaya kan kalau Napoleon Bonaparte lah yang > merusak wajah sphinx karena dia sebel sama muka itu dan menganggapnya > annoying statue? Kenapa hidung Sphinx rusak/hilang emang banyak mitos-mitosnya. Dirusak oleh pasukan Napoleon, dirusak tentara Mamluk-nya para Kalifah yang memakai Sphinx sebagai target practice, atau oleh tentara Inggris yang iseng. Tapi apa penyebab dan kapan hidung Sphinx itu hilang masih jadi tanda tanya. Karena kurang lebih 50 tahun sebelum ekspedisi Napoleon sampai ke Mesir, sudah ada sketsa Sphinx yang dibuat oleh Frederick Lewis Norden. Dan di sketsa dia wajah Sphinx sudah rusak, tanpa hidung. Ada tulisan dari seorang sejarawan Mesir dari abad ke-15, 300 tahun lebih sebelum Napoleon, bahwa wajah Sphinx sengaja dirusak oleh seorang suji yang fanatik, di abad ke-14, karena dianggap sebagai berhala yang masih dipuja orang penduduk setempat. Dia juga menyebut sang sufi merusak telinga Sphinx. Tapi kita semua tahu telinga Sphinx sampai sekarang masih ada. Jadi masih menjadi misteri kan kapan dan siapa yang merusak wajah Sphinx. Kecuali kalo telinga itu termasuk yang direnovasi oleh firaun-firaun sesudahnya seperti Ramses. > Facts: waktu Napoleon ke Egypt, sphinx sudah terkubur sampai leher > lagi dan we have to thank Napoleon karena dialah yang membuka egypt > sebagai tempat wisata historis. Saat itu orang mesir sudah tidak > menganut kepercayaan dewa2 sehingga peninggalan2 dibiarkan saja dan > banyak rampok2 makam. Jadi sekali lagi, thank you Napoleon. he he he... > Kalau mau dilihat lebih dalam, jasa Napoleon bagi Mesir Kuno lebih jauh lagi sebenarnya. Berkat Napoleon, meski enggak langsung, hieroglyph Mesir Kuno berhasil dimengerti oleh scholars dan mania terhadap segala sesuatu dari Mesir Kuno pun menyebar di Barat. Ekspedisi Napoleon ke Mesir menemukan Rosetta Stone sewaktu mereka akan membangun benteng. Ini adalah prasasti tentang jasa-jasa King Ptolemy, yang ditulis di batu dalam 3 tulisan. 1. HIEROGLYPH. Tulisan bentuk gambar yang dipakai pada dokumen keagamaan dan monumen seperti obelisk, pyramid/makam. Hieroglyph umumnya hanya dimengerti oleh orang-orang berpendidikan tinggi seperti keluarga kerajaan dan pendeta. 2. DEMOTIC. Tulisan yang dimengerti rakyat biasa. Bentuknya mirip dengan tulisan Arab modern. 3. YUNANI. Ketiga jenis tulisan ini adalah 3 dari 4 tulisan yang umum dipakai di Mesir pada masa Ptolemy V. Tulisan lain, hieratic, bentuk tulisan cepat dari hieroglyph. Mengartikan tulisan-tulisan Mesir Kuno di Rosetta Stone kemudian menjadi persaingan mati-matian antara Perancis dan Inggris. Awalnya Rosetta Stone adalah milik Perancis setelah menaklukkan Mesir dalam perang melawan Inggris. Tapi Napoleon kemudian kalah di Waterloo oleh Horatio Nelson, dengan itu Mesir jatuh ke Inggris dan Rosetta Stone di bawa ke London, tempatnya sampai sekarang. Meski Rosetta Stone sudah ditangan Inggris dan perang sudah berhenti, perang akademisi justru semakin memanas. Ilmuwan Inggris, Thomas Young, yang duluan berhasil menerjemahkan dan membaca tulisan Demotic di Rosetta Stone. Tapi kesuksesan ini belum sempurna karena tulisan hieroglyph masih belum ada yang mengerti. Jadi Inggris dan Perancis terus tuh bersaing agar dulu-duluan menerjemahkan hieroglyphnya. Pada akhirnya ahli linguistik Perancis, Jean-Francois Champollion yang sukses. Dia sejak kecil terobsesi dengan Mesir Kuno dan pemahaman kebudayaan ini, sejak mendengar kesuksesan Napoleon di Mesir waktu dia kecil. Dia jago sekali dalam hal bahasa dan mengerjakan terjemahan hieroglyph dari jauh loh, dari Perancis tanpa pernah ke Mesir dan memakai gambar salinan. Tapi sistem terjemahan Champollion kemudian terbukti akurat, saat dia ke Abu Simbel dan monumen yang dibangun Ramesses The Great dan Champollion bisa membaca dan menerjemahkan semua tulisan dinding monumen itu dan semua monumen lainnya. Gue rekomendasi, kalo ada tertarik, untuk baca buku non-fiksi tentang penemuan-penemuan di Mesir. Enggak kalah seru deh dengan buku fiktif atau teori yang fantastis. Ada buku oleh arkeolog Amerika, Prof Kent Weeks berjudul The Lost Tomb, tentang bagaimana dia berhasil menemukan KV5 kompleks makam anak-anak Rameses The Great, kompleks terbesar di Valley of the Kings, yang tidak tersentuh selama 2.000 tahun. Kalo yang suka berbau-bau mistery, coba tulisan arkeolog Amerika lainnya, Prof Bob Briers: The Murder of Tutankhamen. Ini seru, tentang teori kematian King Tut dan kemungkinan dia dibunuh. Soal bagaimana Champollion berhasil memecahkan kunci menerjemahkan hieroplyph, ada buku menarik The Keys of Egypt, oleh Lesley dan Rod Adkins, suami istri arkeolog dari Inggris. Enggak seseru yang dua tadi tapi bagus juga. [EMAIL PROTECTED] *Milis Penggemar Star Trek Indonesia http://groups.yahoo.com/group/indo-startrek "...to boldly go where no Indonesian has gone before." ----------------------------------------------------------- Website: www.indo-startrek.org Email: indostartrek @ yahoo . com Forum: www.indo-startrek.org/forum Friendster: www.friendster.com/indost =/\= ================================================= =/\= Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/indo-startrek/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/indo-startrek/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
