Wah, gue terus terang sudah lupa detail episode itu karena nonton nya dah lama banget.
Gue gak ngerti maksud lu dengan 'kerendahan hati dr Phlox yang the one use the brain'... Are you implying that anyone who has a big brain doesn't have a big heart? I don't understand your question. Mengenai kebudayaan seperti Dr. Phlox, seingat gue gak usah jauh2 di bumi jaman dahulu juga seperti itu. Contohnya, bangsa Vikings. Pria Vikings yang terkenal sering menjelajah lautan dan menaklukan bangsa lainnya, dalam sekali berlayar belum tentu pulang masih hidup. Hal mana apabila ia beristri, maka sang istri diperbolehkan mempunyai suami lainnya selama sang suami berlayar. Apabila suatu hari sang suami pulang, maka hak atas istri nya masih di pegang olehnya. Yah memang tidak terlalu mirip dengan Dr. Phlox, tapi bahwa suami boleh punya istri lebih dari satu dan istri boleh punya suami lainnya kan basis nya sama. Seingat gue, kebudayaan Vikings ini lebih mirip dicontoh oleh kebudayaan Xenexian, salah satu ras di novel Star Trek: New Frontier. Wanita Xenex yang ditinggal suami pergi perang, boleh di peristri oleh lelaki lain selama suaminya belum pulang. Gue agak2 lupa, tetapi kalau gak salah harus ada hubungan darah antara suami dan pria yang kemudian jadi substitute husband itu. Mungkin yang sudah baca serial novel ini bisa mengkoreksi? Salam, Indie --- In [email protected], "Ichman Barbarosa" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Salam, > > Wah terima kasih atas penjelasan bu Indah. > > Itulah bu Indah menariknya Star Trek buat saya. Begitu banyak aspek sci-fi > pada tiap episode-nya, sebanyak itu pula aspek non-sci-fi-nya. Jadi bisa > dibahas dari berbagai macam sisi. > > Cuma yg bikin bingung saya adalah jalinan cerita secara keseluruhan. Saya > menganggap Dr. Phlox adalah the one use the brain. Dan Archer adalah the one > use the heart. Nah sehabis "pertengkaran" itu perlu semalaman bagi Archer > untuk menentukan bahwa obat tersebut akan diberikan. Dan akhirnya > diberikan. Setelah itu Dr. Phlox mengirim surat ke rekannya di bumi itu > (duh.. siapa lagi namanya yaa lupa aku) menjelaskan bahwa dia (Dr Phlox) > respek dengan keputusan Archer, meskipun keputusan itu bertentangan dengan > keputusan Dr. Phlox sendiri (ada terbersit keinginan Dr. Phlox untuk tidak > memberikan obat itu). Saya menganggap hal itu adalah "kerendahan hati" Dr. > Phlox yg respek meskipun bertentangan dng keputusan dia. Cuma aneh aja > "kerendahan hati" itu ada pada Dr. Phlox yang the one use the brain. :-). > Mungkin ada pendapat lain ?. > > Yang bikin aku terkesan juga, kata2 Archer yg intinya We are not playing God > here. Aku lupa secara tepat kata2 Archer itu. Atau itu yg bikin Dr. Phlox > "meninggalkan" brain-nya sementara waktu. > > Salam > > NB: Eh... asyik juga tuhh Dr. Phlox istrinya 4. Dan masing2 istrinya (?) > juga punya suami lain selain Dr. Phlox. :-) He.. he.. he.. Ada gak ya > masyarakat di dunia ini yg punya budaya kayak gitu ?. He.. he.. he.... ini > gak usah dijawab.. klw dijawab juga gak pa pa.. :D [EMAIL PROTECTED] *Milis Penggemar Star Trek Indonesia http://groups.yahoo.com/group/indo-startrek "...to boldly go where no Indonesian has gone before." ----------------------------------------------------------- Website: www.indo-startrek.org Email: indostartrek @ yahoo . com Forum: www.indo-startrek.org/forum Friendster: www.friendster.com/indost =/\= ================================================= =/\= Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/indo-startrek/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/indo-startrek/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
