Ekonomi kan tentang bagaimana menggunakan sumberdaya seefisien mungkin. Jadi
menggunakan alat tukar yang bisa di replikasi memang konyol karena alat
tukarnya tidak terbatas, ngapain juga dipake efisien. But lets go to the
source: what do replicators need? --> energy.

Trus apa yang membuat emas (not gold pressed latinum for now) mahal? Ga
rusak, ga berubah bentuk, sifat, dan sulit dicari. Pendeknya: butuh energy
besar untuk mengumpulkan emas.

Nah, sekarang mari kita ngomong energy dan replikator dengan alat diskusi
bom atom. Ketika bom atom meledak ada sebagian (kecil) dari unsur fisi yang
berubah langsung jadi energy dengan besar energy yang dilepaskan sama dengan
Massa*SpeedOfLight^2 (E=MC^2 itu loh). Sisanya jadi unsur lain yang berat
atomnya lebih ringan. Nah, kalo energy yang timbul karena materi yang hilang
(atau berubah langsung jadi energy) segitu, kira2 energi yang dibutuhkan
untuk menyusun satu materi (like the replicators do) mestinya ya segede itu
juga. Atau mungkin lebih besar. Kebayang deh, pas Picard minta replicate
secangkir earl grey yang sama cangkirnya bisa seberat 0.3kg, dengan rumus
E=MC^2 replikasi bakal butuh energy 27,000 trilyun Joule. Karena prosesnya
selama waktu 3 detik maka untuk request tersebut, replikator membutuhkan
9,000 trilyun watt. Rumah gw cuman 5000 watt sikringnya... 

Gw percaya, demi cerita, generator energinya enterprise bisa menimbulkan
daya segitu gede. Cuman, kalo replikator bisa me-replicate sumber energy
misalnya bensin pertamax plus plus extra ultra seberat 0.3 kg, energy yang
dibutuhkan ASUMSI GW LEBIH BESAR DARI kandungan energy barang replikasi.
Memangnya bensin tadi bisa menimbulkan energy sebesar yang digunakan untuk
mereplicate nya? Mustahil, secara nuklir sekalipun. My point, in the matter
of energy generation, replicators don't help.

Trus, kalo satu kapal enterprise makan makanan dari replicator semua, berapa
energy yang habis buat makan dong? Teori gw, setiap waste, dan byproduct di
enterprise di daur ulang, tapi ngga secara kimiawi. Secara nuklir dong...
jadi besar energy yang harus ditambahkan ke kapal ngga gila-2 amat. Naaa..
tambahan energy itu harus ditukar dengan apa? Barang hasil replikasi? bisa
aja, tapi karena energy untuk replikasi lebih besar dari kandungan energy
produknya, mendingan langsung ambil barang yang udah ada di alam aja. 

Akhirnya, gw percaya kalo alat tukar di jaman startrek tetep barang. Karena
yang digunakan adalah gold pressed latinum, jangan-jangan itu karena barang
tersebut massa jenisnya besar banget. Karena massa jenisnya besar, artinya
kandungan energinya tiap volumenya besar. Cuman pola pikir gw ini akan bubar
kalo jaman startrek ntar ada proses lain yang memungkinkan timbulan energy
suatu barang lebih besar dari jika menggunakan rumus E=MC^2.

Mengkhayal tentang khayalan... what can be more fun... 

Heru, a fellow geek

Ps. Konsekuensinya, orang gendut lebih kaya dari orang kurus, ceteris
paribus. :D


Kirim email ke