Yah alasan nya mah gampang aja, gak pusing2. Waktu jalan2 itu dibangun, pahlawan berpangkat jendral yang terkenal di seluruh Indonesia yang udah meninggal hanya Jend. Sudirman. Kalau waktu jalan2 itu dibangun Jend. Soeharto udah mangkat, di jamin semua jalan2 besar juga pake nama Jend. Soeharto... kekekekeke... Salam, Indie -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Sharif Dayan
> Yang lebih lucu, jalan-jalan protokol atau jalan yang di anggap jalan utama > di Indonesia pasti pake nama Jend. Sudirman........kenapa yach ada yg bisa > jawab ????? Izinkan saya mencoba memberikan tanggapan, sejauh yang saya ketahui. Tentara Nasional Indonesia (TNI) adalah salah satu di antara sedikit organisasi nasional bersenjata yang terbentuk daripada rakyat. Contoh lainnya adalah Amerika Serikat dan RRC. Artinya, pada awalnya ia merupakan suaru gerakan yang terjadi karena kesertamertaan, bukan melalui pembentukan suatu organisasi profesional. Dalm perjalanan kesejarahan NKRI, perjuangan / perlawanan bersenjata merupakan salah satu yang berperan besar dalam kemerdekaan, walau pada pascaproklamasi masih didebatkan siapa yang lebih berperan dalam mempertahankan kemerdekaan yang sudah dimaklumatkan. Pada awalnya, sebagaimana juga di AS, perlawanan merupakan gabungan organisasi-organisasi bersenjata / laskar (militia). Termasuk di antaranya adalah para pelajar. Kelak, mereka ini diberi pilihan apakah akan meneruskan pengabdian dalam dinas ketentaraan profesional atau kembali sebagai rakyat, yang berarti berperan sebagai tentara rakyat. Sudirman, adalah pimpinan pertama organisasi yang kemudian bernama TNI. Perannya dianggap monumental, karena ia memilih bergerilya melawan Belanda yang masuk kembali ke Indonesia, dibandingkan para pejabat sipil -dalam hal ini Dwitunggal Sukarno-Hatta- yang dianggapnya pengecut karena memilih ditawan oleh Belanda. Waktu itu, Sudirman sudah berada dalam keadaan payah, karena TBC yang diidapnya. Diwarnai oleh masa ketika Hindia Belanda -sebelum menjadi NKRI- dijajah Jepang, para Bumiputra dikenalkan pada fasisme, yaitu tentara profesional sebagai nakhoda negara. Ini adalah bagian sejarah peradaban dunia, bahwa secara umum negara dibentuk oleh 4 unsur: ulama, tentara, pedagang dan rakyat. Kekepalabatuan Sudirman untuk tetap menyerah itulah yang kemudian menjadi dasar penghargaan pada almarhum, dengan cara menamakan jalan utama pada kota-kota besar di Indonesia. Mengenai Sukarno-Hatta sebagai nama jalan, dapat Anda urut pula ke belakang, sama halnya dengan Gajah Mada, Untung Surapati dan lain-lain. OK, kembali ke leptop, seperti kata Tukul Arwana. Saya menyarankan syarat berikut untuk menetapkan pilihan mengenai 'Kosmodrom Biak', salah satu atau gabungan di antaranya: 1. namanya berkaitan dengan sejarah kedirgantaraan RI 2. namanya merupakan kehormatan bagi daerah yang menjadi tempat 3. ...<silakan Anda tambahkan> ... Setelah kita dapatkan persyaratan, baru kita masuk pada nama-nama ajuan kita masing-masing, yang dilengkapi alasan. Ini kemudian kita debatkan dan akhirnya tentukan apa yang akan kita usulan. Usulan ini akan berada di bawah "Indo Star Trek" atau nama lain yang kita sepakati. Okeh ?! Sharif Dayan [Non-text portions of this message have been removed]
