Walah... topik yang aneh nih, cocok dibahas dari berbagai segi religius. AlQuran memang religius, tapi gue akan mencoba dari bidang yang gue suka... religius juga sih... dan umurnya jauh lebih tua dari alquran, he he he...
TEFNUT Egyptian Tefnut goddess of rain, water and fertility. Ancient egyptian memohon pada Tefnut untuk kedatangan hujan. Nama nya berarti moist water yang sebetulnya berasal dari hasil masturbasi dewa Ra. So, cement hasil masturbasinya Ra itu hidup dan berwujud dewi cantik yang menjadi penguasa air, hujan dan perlambang kesuburan. he he he... Sewaktu akhir dari Old Kingdom yang pernah gue ceritakan, dimana kekeringan melanda ancient egypt, dipercaya bahwa Tefnut pergi meninggalkan egypt selama nya karena bertengkar dengan seorang dewa. Sewaktu Middle Kingdom, maka dewa lainnya berhasil mengajak Tefnut pulang dan sungai nil kembali berisi air... begicu.. Jadi kalau mau hujan... tinggal minta sama Tefnut. Kalau gak mau... ajak berantem aja! TLALOC Aztec god of rain and fertility. Yang ini beda dari egyptian. Karena dewa ini dianggap menakutkan karena sering menenggelamkan anak2 sebagai hobby. Banjir itu adalah ulah nya dan untuk menghindari hujan deras dan banjir orang aztec (juga Teotihuacan dan Toltec civilizations) biasa memberikan persembahan berupa human sacrifices. Tapi biasa yang dipersembahkan adalah jiwa anak2... air mata anak2 yang nangis ketakutan sebelum di korbankan, biasa nya dikumpulkan dalam mangkok dan diletakkan di meja persembahan. Gimana... mau bikin persembahan biar Jakarta gak banjir?? CHAAC Mayan God of rain and thunder. Biasa persembahan untuk Chac diletakkan di pinggir2 sumur sumber air, dengan maksud agar Chac mencurahkan hujan untuk sumur2 mereka dan juga untuk ladang orang Maya. Seperti pernah gue tulis, maka Maya adalah civilization besar yang letaknya jauh dari sumber air. Maka hujan adalah sumber kehidupan mereka. Tetapi walaupun banyak orang turunan Maya saat ini yang beragama kristen, ritual untuk Chaac sampai hari ini masih dijalankan oleh para petani sebagai tradisi. Yah, petani dan nelayan di Indonesia juga masih mengirimkan offerings toh? Segitu aja... sebelum bosen kebanyakan dewa dewi nya... Salam, Indie
