Sungguh menarik ndie, matur nuwun yah atas penjelasannya
...........(tapi kalo mau nerusin lagi asyik juga lho he...3x)

 

Best regards,

Donny Trihardono

 

________________________________

From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of warbird692001
Sent: Monday, January 08, 2007 8:03 PM
To: [email protected]
Subject: [Indo-StarTrek] Mengenai Thoth (was: Jejak-Jejak Mahluk Angkasa
Luar)

 

Halo Donny,

Wah rupanya ada juga yang tertarik yah. He he he... I didn't expect
this, loh.

Penjelasan nya mungkin agak panjang, tapi gue akan berusaha sesingkat
mungkin.

Jadi masyarakat Mesir jaman Middle Kingdom, seperti masy agraris di
jaman pendahulunya, sangat memuja matahari sebagai sumber kehidupan
mereka. Dewa yang paling banyak dipuja tentunya disebut Amun (dewa
matahari, disebut juga Re dalam jaman Old Kingdom). Dalam civilization
mesir kuno, maka dewa2 biasa memilih bentuk yang lebih natural dan
dekat dengan rakyat nya untuk memunculkan diri. 

Thoth juga. Dia mengambil bentuk baboon karena baboon adalah hewan
yang rajin. Pagi2 sebelum matahari terbit mereka sudah bangun dan
berjajar menghadap ke arah matahari terbit untuk menyambut pagi. Saat
sinar matahari menyentuh tanah, maka baboon akan duduk diatas dua kaki
belakang nya dan tangannya dengan rapi di angkat di depan dadanya
dengan telapak tangan menghadap ke arah matahari, menyambut sinar
matahari pagi yang hangat.

Gambaran ini ada 2 arti (semua dalam egyptian art and religion punya
dua arti karena basis kepercayaan mereka adalah duality... masalah
duality ini agak panjang keterangan nya dan kalau ada yang minat aja
nanti gue ceritakan).

Arti yang pertama adalah bahwa Thoth sebagai God of Knowledge
sekaligus Messenger of the God, selalu menghormati creator dari dunia
ini, yaitu Amun, the Primeval God alias King of the Gods. 

Arti yang kedua adalah bahwa manusia yang memuja Thoth harus meniru
dengan menghormat kepada Thoth seperti Thoth menghormat kepada Amun.

Sebagai God of Knowledge, Thoth memegang peranan penting dalam ritual
setelah manusia mati, karena Thoth lah yang bertugas mencatat saat
dewa Maat menimbang hati seseorang setelah dia mati, against sebuah
bulu. Apabila hati tersebut seringan bulu berarti orang itu dalam
hidupnya melakukan banyak perbuatan baik. "Baik" dalam konteks mesir
kuno adalah berarti just and truthful yaitu adil dan jujur. Masyarakat
mesir kuno sangat menjunjung tinggi keadilan dan kejujuran.Ritual
afterlife ini disebut the Weighing of the Heart, karena hati kita
ditimbang di atas scale of justice melawan selembar bulu saja. 

Begitulah, maka manusia diharapkan memandang Thoth seperti baboon
memandang mentari fajar, yaitu with adoration and loyalty. 

Tetapi, kalau dari cara manusia jaman kita memandang, maka ada arti
yang ke 3. Yaitu bahwa ancient egyptian people memandang dan melakukan
observasi dalam kehidupan keseharian mereka untuk kemudian
meng-incorporate nya ke dalam iconography dari kepercayaan religious
mereka. 

Sorry, don't know how to shorten it more. Moga2 penjelasannya gak
kepanjangan dan gak membosankan.

Salam,
Indie






[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke