Good point Indie, Very good.
Diskusi ini sangat menarik..
Sebagai moderator saya harap semua yang mengikutinya bisa tetap berkepala
dingin.

Herdi, you also have a very interesting idea in seeing the nature's
bahavior.

Ok folks, let's open our minds and continue the discussion wise and nicely.


-----------------------
That was me talking as a moderator,
this one below as personal:

Gw juga sangat percaya bahwa manusia punya andil besar dalam memelihara alam
ini.
Alam akan mampu memperbaiki dirinya sendiri, tapi siapa alam itu? manusia
juga termasuk kan? nah, manusia juga harus andil barulah harmonisasi bisa
tercapai.

Gw ajarkan keluarga gw untuk membuang sampah pada tempatnya. itu adalah
contoh kecil. mungkin kecil pengaruhnya, tapi kalo 10% manusia di dunia ini
melakukan hal yang sama, wah lumayan kan... Juga kami selalu mengumpulkan
sampah dengna plastik yang bisa di daur ulang.... yah... kebiasaan ini tidak
terasa udah berlangsung sangat lama... lumayan... pahalanya buat kita
juga...

Oh iya, dulu gw pernah hampir join Greenpeace, dengan cara memberi sumbangan
rutin. tapi waktu itu gw masih kuliah jadi masih terasa mahal tuh
iurannya... kapan2 mau browsing2 lagi ah...


Salam,
Eri






On 1/26/07, warbird692001 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> I refuse to discuss your al-quran.
> Your relation with your God is not supposed to be discussed with
> anyone else.
>
> I will only discuss the science side of your statement.
>
> Are you serious? The green house effect doesn't mean literally THE
> GREEN HOUSE. Of course people laughed at you when you said 'just knock
> out the green house'.
>
> Anyway...
>
> Ozon tidak bisa memperbaiki diri sendiri atau menurut istilah kamu
> merestorasi diri sendiri. Ozon adalah nama zat, bukan suatu benda yang
> bisa regenerasi. Zat ozon adalah hasil reaksi kimia. Misalnya saat
> petir menyambar maka menghasilkan ozon, ini salah satu contoh saja.
> Memang ozon akan terus terbentuk, tetapi menghilang nya ozon akibat
> ulah manusia jauh lebih cepat daripada alam ini bisa menghasilkan nya.
>
> Efek rumah kaca bukan salah ilmuwan barat, timur, utara atau selatan,
> tetapi terjadi karena pemakaian zat kimia yang dalam praktek nya
> dapat mengurai ozon. Misalnya zat2 kimia yang dipakai pada AC atau
> bahkan spray pada botol. Memang bicara 'tidak merusak lapisan ozon
> lagi' gampang saja, tetapi bagaimana caranya "tidak merusak lagi"
> itulah yang tidak gampang.
>
> Orang2 yang kamu tertawakan karena repot dan pusing itu, melakukan
> riset dengan berbagai cara untuk bisa alih teknologi untuk mengurangi
> efek bolong nya ozon layer dengan mengurangi zat2 yang tidak ozon
> friendly dengan biaya yang tidak terlalu besar agar bisa di
> adaptasikan ke seluruh dunia termasuk negara2 yang kurang mampu.
> Misalnya dengan mengganti cara kerja AC ruangan, AC mobil, Kulkas, dan
> alat2 lain yang sudah menjadi ketergantungan manusia.
>
> Kalau memang ozon layer sudah mulai kembali seperti semula, berarti
> alih teknologi yang selama ini besar2 an dilakukan sudah menampakkan
> hasil. Kalau tidak ada ilmuwan yang repot2 memikirkan alih teknologi
> itu, maka perusakan ozon layer di atmosfer bumi akan terus berlangsung
> sampai sekarang.
>
> I don't know, tapi kalau tidak ada yang pusing dan
> menggembar-gemborkan alias berkampanye menyelamatkan ozon layer bumi,
> apakah kita2 yang kurang paham kimiawi bumi ini bisa ikut
> menyelamatkan bumi? Belum tentu.
>
> Jangan suka menyepelekan hasil kerja orang atau bangsa lain lah
> sebelum kita sendiri berhasil melakukan perubahan sebesar itu. Kalau
> lihat iklan mobil sekarang, lebih environment friendly lagi karena
> waste nya berupa H2O. Teknologi sudah ada, tetapi alih teknologi nya
> akan mahal sekali dan tidak semua negara mampu melakukan alih
> teknologi itu, termasuk Indonesia. Maka bukan pekerjaan gampang untuk
> menyelamatkan lingkungan dan orang2 yang repot dan pusing itu harus
> diberi tanda jasa atas kerja kerasnya. Indonesia dan America juga
> sedang melakukan riset besar2 an untuk mendapatkan bahan bakar
> pengganti minyak bumi, dengan bio-technology. Saat ini Indonesia
> berkonsentrasi pada minyak jarak, sementara America memakai minyak
> jagung.
>
> Seperti Captain Kirk bilang, "Make a difference".
> Orang2 yang kamu bilang repot dan pusing itu sudah 'make a difference'
> dengan menciptakan teknologi yang lebih ramah ozon layer, gue sebagai
> konsumen barang elektronik juga sudah 'make a difference' dengan
> menukar barang2 lama gue dan membeli produk2 baru yang safe for ozon
> layer. Bahkan gas spray yang biasa gue pakai untuk membersihkan DVD
> player pun sudah tidak gue pakai lagi karena memakai zat yang dapat
> mengurai ozon. Gue juga berusaha sekali tidak membeli makanan yang
> dibungkus styrofoam untuk menyumbang perbaikan lingkungan. I changed
> my habit to make a difference. Usaha gue of course jauh kelihatan
> kecil dibanding para ilmuwan yang repot dan pusing itu. But at least I
> can tell myself that I do something about it. I'm not just shifting
> the responsibility to some other people or smile while watching them
> working their ass off.
>
> Peduli lingkungan dengan selalu meletakkan sampah organik dan
> non-organik di tempat yang berbeda saja sudah besar hasilnya padahal
> kelihatannya sepele. Selain lebih ramah lingkungan, juga sangat
> menolong para pemulung yang sebetulnya mereka adalah front line dari
> environmental problems di Indonesia. Tanpa para pemulung itu maka
> sampah di Indonesia betul2 merusak lingkungan kita sendiri.
>
> An honest question for you: Apakah kamu dan kawan2 sudah 'make a
> difference' ataukah hanya senyum2 saja and take everything for granted?
>
> Do you realize bahwa dengan menaiki kendaraan metro mini atau bus PPD
> tua saja berarti sudah menyumbang untuk perusakan lingkungan? How to
> make a difference is never an easy task. It takes time, efforts and money.
>
> Mungkin daripada mentertawakan pekerjaan orang lain, harusnya kita
> belajar introspeksi diri dan lebih banyak belajar dari orang2 yang
> sudah mau repot dan pusing itu. Kalau memang qualified, join the green
> peace lebih bermanfaat daripada hanya tersenyum.
>
> Lagipula, apa yang kita bilang aman untuk saat ini, belum tentu ramah
> lingkungan pada 200 tahun lagi. Science progressed. Dengan semakin
> manusia mengerti mengenai alam ini maka semakin banyak rahasia alam
> yang terbuka. Dengan demikian apa yang tadinya tidak kita ketahui
> dapat merusak, mungkin dalam 200 tahun ternyata baru ketahuan bisa
> merusak bumi ini.
>
> Life is about taking one step at a time.
> Life is about learning.
> We should never take Life for granted.
>
> Salam,
> Indie
>
> --- In [email protected] <indo-startrek%40yahoogroups.com>,
> riz aircooled <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
>
> > Sebenarnya kan cukup menghilangkan efek rumah kacanya atau
> merubuhkan saja rumah kacannya, lagian tuh ilmuwan barat bikin rumah
> kaca masive amat bikin rusak aja...
> > Selesai perkara rumah kaca org mulai ribut2 lagi bagaimana
> membetulkan lapisan ozon. Mulailah prediksi2 kapan lapisan ozon lenyap
> dsb heboh lagi ilmuwan terutama dari negara barat pusing lagi dsb.
> >
> > Kami cuma senyum2 saja. Ngapain repot2 ozon akan memperbaiki
> dirinya sendiri. Wah banyak yg tertawa mendengar itu. Asal kalian
> tidak merusaknya lagi dsb maka ozon akan merapat kembali. Wuah..lagi2
> banyak yg nggak percaya. Kenyataannya beberapa waktu yg lalu
> diberitakan bahwa lapisan ozon di beberapa tempat merestorasi kembali.
> Pemanasan global kali ini disebabkan faktor lingkungan hutan dan
> sekitar yg rusak dan bumi memang lagi terjadi pergeseran medan magnet
> atau apalah yg terjadi berapa ribu tahun sekaliatau bagaimana gitu
> > Al-Quran telah mengatakan bahwa lapisan langit akan terpelihara
> sampai akhir jaman.
> >
> > Wassalam
> > Herdi
>
> 
>



-- 
tix-oi sak-khet se-veh
("Live Long and Prosper")


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke