Hi Arland,
gw udah baca article nya.

However,
Yang menjadi masalah besar dalam fisika adalah "pengamat".
loe orang IT kan? nah coba pahami contoh (analogi) ini:

sebuah aplikasi running di atas server dan memproses sejumlah transaksi
dalam sedetik. tapi kemudian kita ingin mengetahui berapa transaksi exact
nya system ini mampu memproses? maka dipasanglah monitoring software, misal
snmp. tapi begitu snmp dipasang, maka server jadi melamban dan software pun
memproses transaksi lebih sedikit. misal 1000 tran/s kenapa? karena system
ini diganggu oleh snmp (perangkat untuk mengamati). Sehingga kita tidak
pernah bisa tau kemampuan maksimal system dalam memproses transaksi.
Kita hanya bisa bilang, kemampuan nya adaah 1000 transaksi / second.
padahal mungkin jauh lebih banyak dari itu. angka 1000 itu muncul akibat
gangguan snmp terhadap system.

Nah, mengerti?
Jadi kita mungkin bisa mengira2 bahwa sebuah partikel sedang melaju lebih
cepat dari cahaya, tapi kita TIDAK bisa mengetahui keberadaan partikel
tersebut karena alat pengamatan kita tidak mampu bergerak lebih cepat dari
cahaya bahkan akan mengganggu partikel tersebut.

Ditegaskan pula di artikel itu bahwa tidak ada informasi yang bisa merambat
melebihi kecepatan cahaya. sehingga sampai kapanpun kita ga mungkin bisa
menangkap pertikel yang sedang bergerak melebihihi c.


Sebenernya di fisika quantum banyak sekali fenomena yang mau ga mau
melibatkan partikel bergerak melebihi C. sebegai contoh adalah inflasi alam
semesta ada awal setlah bigbang, saat itu alam memuai dengan kecepatan lebih
cepat dari cahaya sehingga alam menjadi terlihat seragam sampai sekarang.

Tapi sekali lagi, partikel tersebut tidak mungkin bisa teramati. Dan jika
tidak bisa tramati maka tidak bisa diapa2in. Imaginer.
Jika pun dipaksakan untuk menghitung perilaku/fisika partikel imajiner, maka
kita akan dibawa ke alam imajiner; waktu imajiner, semesta imajiner, dll....
semua inilah yang menyibukkan Stephen Hawking belakangan. Karena ternyata
bahwa, Alam semesta ini tidak berawal dan tidak berakhir.

Einstein tidak salah dalam mengatakan hukum relativitas khususnya, karena
relative terhadap pengamat, maka tidak ada partikel yang mampu bergerak
melebihi C.

Hukum itu memiliki celah, yaitu:
- Tidak melarang bila ada partikel yang sejak terciptanya sudah bergerak
melebihi C. sehingga C terasa terlalu lamban baginya.
- Semua partikel yang bergerak melebihi C diabaikan.

StarTrek menemukan celah itu dan mengembangkannya ke dalam film dengan
sajian2 yang menarik.


Salam,
Eri.




On 1/29/07, Arlandi Landjono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> > --- Eri <[EMAIL PROTECTED]<erianto.rachman%40startrek.or.id>>
> wrote:
> >
> > > Ok
> > > and now the theory is there. what can we do about it?
> > >
> > > Teroi Relativitas khusus:
> > > Tidak ada satu benda pun yang mampu melaju melebihi kecepatan cahaya.
> > >
>
> http://en.wikipedia.org/wiki/Faster-than-light
>
>
> http://en.wikipedia.org/wiki/Speed_of_light#.22Faster-than-light.22_observations_and_experiments
>
> a.r.l.a.n
>
>
> ________________________________________________________
> Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap
> spam.
> http://id.mail.yahoo.com/
> 
>



-- 
tix-oi sak-khet se-veh
("Live Long and Prosper")


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke