The truth is, I don't. I couldn't care less what others think. Never did, never do and never will.
Tapi... buka kartu sedikit nih. Sebetulnya penjelasan dan jawaban itu muncul pada saat timbul pertanyaan dari orang (atau pada saat kesempatan terbuka). Tujuannya tidak lain dan tidak bukan daripada propaganda. Biasanya orang bertanya "ngapain lu repot-repot?" itu kan berarti dia udah tahu (well informed) tapi menurut dia percuma dilakukan karena nggak ada pengaruhnya. Di sinilah penjelasan konsep berpikir di balik sikap yang gue ambil itu gue sampaikan dengan harapan akan membuka mata orang itu bahwa sekecil apa pun yang kita lakukan ada pengaruhnya. Satu orang terpancing untuk melakukan hal yang sama udah bagus, apalagi 1000 orang. Kalo nggak terpancing pun ya udah. Nggak rugi juga gue. He he he... Aduh, pas banget lagi ngetik ini, di TV ada video klipnya Scorpion "Wind of Change" ada gambar kapal Exxon Valdez numpahin minyak di laut. Betul-betul lagu pengantar mood yang pas. :-) Ario _____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of warbird692001 Oh iya, Mas Ario, lu kebanyakan berpikir. Kalau gue memang tidak mau memakai product makanan yang dibungkus styrofoam karena peduli lingkungan. Gue gak gitu peduli apakah orang lain mau melakukan itu atau tidak, yang penting gue percaya what I have done will make a difference. If not for the world or for human race, it makes a difference for myself. I do it because I care. I do not wish to take part in ruining our homeworld. That's enough reason for me. Buat apa memikirkan apakah orang lain melakukan atau gak? The facts are there for everyone to know. It's been informed to us. So what we are going to do about it makes each individual different from others. Kalau mikirin orang lain, maka gak akan ada tuh yang mau jadi aktifis Green Peace. [Non-text portions of this message have been removed]
